Tags

, ,

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN DENGAN METODE PERBANDINGAN DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Diajukan Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Keuangan 2

Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi

Nama Dosen: Irwan Sutirman W. Se., M.M., Ak

 Logo_Unswagati

Disusun Oleh:

      Allan M.Z.K                    (111040101)

      Fitri Fawzia Fazry         (111040104)

      Widiyanti Indri Y          (111040105)

      Maryati                            (111040112)

      Iip Shofianah                  (111040117)

      Apriadona                       (109040084)

KELOMPOK 3

Kelas: D

Tingkat/Semester: II/IV

UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG DJATI

Jl. Pemuda No. 32 Telp. (0231) 206558 Cirebon 45132

 g

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kelompok kami sehingga dapat menyelesaikan makalh ini yang berjudul: Analisis Laporan Keuangan dengan Metode Perbandingan Di Perusahaan Manufaktur”

 Kami menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini tidak lepas dari bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa serta bantuan berbagai pihak lain untuk itu dalam kesempatan ini kami menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan dan penyusunan makalah ini.

Kami juga menyadari bahwa proses penyusunan dalam penyelesaian makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, kami telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang kami miliki sehingga dapat terselesaikan dengan baik dan oleh karenanya, kami dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan, saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini dan juga dalam penyelesaian tugas-tugas serta makalah berikutnya.

Kami sebagai penyusun makalah ini yang berkaitan dengan analisis laporan keuangan dengan metode perbandingan di perusahaan manufaktur, berharap dapat berguna dikemudian hari.

Cirebon,    Maret 2013

     Penyusun

 BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

Salah satu tugas penting manajemen atau investor setelah akhir tahun adalah menganalisa laporan keuangan perusahaan. Analisis ini didasarkan pada laporan keuangan yang sudah disusun. Sebaiknya laporan keuangan itu adalah laporan yang diyakini kewajarannya. Kewajaran laporan keuangan diketahui dari hasil pemeriksaan akuntan publik terhadap laporan keuangan perusahaan. Hasil laporan akuntan biasanya menyajikan pendapat tentang kewajaran laporan keuangan tersebut.

Kata analisis adalah memecahkan atau menguraikan sesuatu unit menjadi berbagai unit terkecil sedangkan laporan keuangan adalah neraca, laba rugi, arus kas (dana). Jika analisis laporan keuangan merupakan upaya mencari hubungan antara berbagai kas yang ada dalam laporan keuangan perusahaan, maka dalam kegiatan ini kita perlu mengetahui teknik atau  metodenya. Teknik dan metode ini sebenarnya secara tradisional sudah implicit dalam proses akuntansi. Maka sebenarnya dengan menguasai benar proses akuntansi secara otomatis, kita sudah mengetahui teknik tradisional dalam menganalisis laporan keuangan. Namun dalam analisis laporan keuangan kita dapat mempelajari teknik yang lebih canggih dari teknik tradisional.

Dalam makalah ini kami mengambil dua perusahaan besar (PT. Unilever tbk dan PT.Indofood CBP Sumber Makmur tbk) sebagai bentuk pertimbangan atas laporan keuangan dan dapat memberikan informasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan perusahaan khususnya manufaktur di Indonesia.

1.2  Rumusan Masalah

1)    Apa itu analisis laporan keuangan?

2)    Apakah terdapat tujuan mendasar dari analisis laporan keuangan?

3)    Bagaimana cara menganalisis laporan keuangan?

4)    Apa itu analisis laporan keuangan dengan metode perbandingan dan bagaimana cara menganalisisnya?

1.3  Tujuan

  1. Dapat menjelaskan pentingnya analisis laporan keuangan dengan metode analisis perbandingan;
  2. Untuk mengetahui kinerja perusahaan dalam mengelola bisnis;
  3. Dapat mengetahui kesalahan dalam laporan keuangan;
  4. Dapat menentukan peringkat (rating) perusahaan-perusahaan manufaktur;

1.4  Manfaat

Bagi pembaca

Dapat dijadikan sebagai bahan acuan dan gambaran bagi penulisan makalah selanjutnya yang berkaitan dengan analisis laporan keuangan khususnya metode analisis perbandingan.

Bagi penulis

Untuk menambah pengetahuan mengenai analisis laporan keuangan, agar mahir dalam menganalisa laporan keuangan.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Analisis Laporan Keuangan

Analisis Laporan Keuangan terdiri dari dua kata yaitu Analisis dan Laporan Keuangan. Untuk mejelaskan pengertian kata ini, kita dapat menjelaskannya dari arti masing-masing kata. Kata analisis adalah memecahkan atau menguraikan sesuatu unit menjadi berbagai unit terkecil. Sedangkan laporan keuangan adalah Neraca, Laba/Rugi, dan Arus Kas (Dana). Kalau kedua pengertian ini digabungkan, analisis laporan keuangan berarti:

“menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif maupun data non kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat.” . Sofyan Syafri Harahap (2011:227)

Pengertian lain tentang Analisis Laporan Keuangan ini diberikan oleh penulis lain di bawah ini:

Menurut Bernstein (1983:3)

“Analisis laporan keuangan mencakup penerapan metode dan teknik analitis atas laporan keuangan dan data lainnya untuk melihat dari laporan ituukuran-ukuran dan hubungan tertentu yang sangat berguna dalam proses pengambilan keputusan”.

Foster (1986:58) mengemukakan pengertian analisis laporan keuangan sebagai berikut:

“mempelajari hubungan-hubungan di dalam suatu set laporan keuangan pada suatu saat tertentu dan kecenderungan-kecenderungan dari hubungan ini sepanjang waktu.”

Helfert (1982): dalam kata pendahuluannya, walaupun tidak merupakan definisi eksplisit tetapi terkandung makna bahwa Analisis Laporan keuangan: “merupakan alat yang digunakan dalam memahami masalah dan peluang yang terdapat dalam laporan keuangan”. Helfert dalam bukunya ini menekankan bahwa analisis laporan keuangan pada arus dana dalam suatu sistem bisnis. Dari gambaran arus dana ini dia melihat prestasi perusahaan, proyeksi, optimalisasi modal, dan sumber dana perusahaan.

2.2 Tujuan Analisis Laporan Keuangan

“Analisis laporan keuangan yang dilakukan dimaksudkan untuk menambah informasi yang ada dalam suatu laporan keuangan. Secara lengkap kegunaan analisis laporan keuangan ini dapat dikemukakan sebagai berikut:

  1. Dapat memberikan informasi yang lebih luas, lebih dalam daripada yang terdapat dari laporan keuangan biasa.
  2. Dapat menggali informasi yang tidak tampak secara kasat mata (explicit) dari suatu laporan keuangan atau yang berada di balik laporan keuangan (implicit).
  3. Dapat mengetahui kesalahan yang terkandung dalam laporan keuangan.
  4. Dapat membongkar hal-hal yang bersifat tidak konsisten dalam hubungannya dengan suatu laporan keuangan baik dikaitkan dengan komponen intern laporan keuangan maupun kaitannyadengan informasi yang diperoleh dari luar perusahaan.
  5. Mengetahui sifat-sifat hubungan yang akhirnya dapat melahirkan model-model dan teori-teori yang terdapat di laporan seperti untuk prediksi, peningkatan (rating).
  6. Dapat emberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan. Dengan perkataan lain apa yang dimaksudkan dari suatu laporan keuangan merupakan tujuan analisis laporan keuangan juga antara lain:

a)    Dapat menilai prestasi perusahaan.

b)    Dapat memproyeksi laporan keuangan.

c)    Dapat menilai kondisi keuangan masa lalu dan masa sekarang dari aspek waktu tertentu:

–        Posisi keuangan (Aset, Neraca, dan Modal).

–        Hasil usaha perusahaan (Hasil dan Biaya).

–        Likuiditas

–        Solvabilitas

–        Aktivitas

–        Rentabilitas atau profitabilitas

–        Indicator Pasar Modal

d)    Menilai perkembangan dari waktu ke waktu

e)    Melihat komposisi struktur keuangan, arus dana.

  1. Dapat menentukan peringkat (rating) perusahaan menurut criteria tertentu yang sudah dikenal dalam dunia bisnis.
  2. Dapat membandingkan situasi perusahaan dengan perusahaan lain dengan periode sebelumnya atau dengan standar industry normal atau standar ideal.
  3. Dapat memahami situasi dan kondisi keuangan yang dialamai perusahaan, baik posisi keuangan, hasil usaha, struktur keuangan dan sebagainya.
  4. Bisa juga memprediksi potensi apa yang mungkin dialami perusahaan di masa yang akan datang.” Sofyan Syafrii Harahap (2011:195)

Dari sudut lain tujuan analisis Laporan keuangan menurut Bernstein (1983) adalah sebagai berikut:

1)    Screening

Analisis dilakukan dengan melihat secara analitis lapran keuangan dengan tujuan untuk memilih kemungkinan investasi atau merger.

2)    Forcasting

Analisis digunakan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan di masa yang akan datang.

3)    Diagnosis

Analisis dimaksudkan untuk melihat kemungkinan adanya masalah-masalah yang terjadi baik dalam manajemen, operasi, keuangan atau masalah lain.

4)    Evaluation

Analisis dimaksudkan untuk menilai prestasi manajemen, operasional, efisiensi, dan lain-lain.

Ada beberapa tujuan dan manfaat menurut Kasmir (2012:68) bagi berbagai pihak dengan adanya analisis laporan keuangan. Secara umum dikatakan bahwa tujuan dan manfaat analisis laporan keuangan adalah:

  1. Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu, baik harta, kewajiban, modal, maupun hasil usaha yang telah dicapai untuk beberapa periode;
  2. Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan apa saja yang menjadi kekurangan perusahaan;
  3. Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang dimiliki;
  4. Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa saja yang perlu dilakukan kedepan yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan saat ini;
  5. Untuk melakukan penilaian kinerja manajemen kedepan apakah perlu penyegaran atau tidak karena sudah dianggap berhasil atau gagal;
  6. Dapat juga digunakan sebagai pembanding dengan perusahaan sejenis tentang hasil yang mereka capai.

2.3 Bentuk-Bentuk Dan Teknik Analisis

Untuk melakukan analisis laporan keuangan diperlukan metode dan teknik analisis yang tepat. Tujuan penentuan metode dan teknik analisis yang tepat adalah agar laporan keuangan tersebut dapat memberikan hasil yang maksimal. Selain itu, para pengguna hasil analisis tersebut dapat dengan mudah untuk menginterpretasikannya.

Sebelum melakukan analisis laporan keuangan, diperlukan langkah-langkah atau prosedur tertentu. Langkah atau prosedur ini diperlukan agar urutan proses analisis mudah untuk dilakukan.

Adapun langkah atau prosedur yang dilakukan dalama analisis keuangan adalah:

  1. Mengumpulkan data keuangan dan data pendukung yang diperlukan selengkap mungkin, baik untuk satu periode maupun beberapa periode;
  2. Melakukan pengukuran-pengukuran atau perhitungan-perhitungan dengan rumus-rumus tertentu, sesuai dengan standar yang biasa digubakan secara cermat dan teliti, sehingga hasil yang diperoleh benar-benara tepat;
  3. Melakukan perhitungan dengan memasukan angka-angkayang ada dalam laporan keuangan secara cermat;
  4. Memberikan interpretasi terhadap hasil perhitungan dan pengukuran yang telah dibuat;
  5. Membuat tentang posisi keuangan perusahaan;
  6. Memberikan rekomendasi yang dibutuhkan sehubungan dengan hasil analisa tersebut;

Dalam praktiknya, terdapat dua macam metode analisis laporan keuangan yang biasa dipakai, yaitu sebagai berikut:

  1. 1.    Analisa Vertikal

Analisa vertikal merupakan analisa yang dilakukan terhadap hanya satu periode laporan keuangan saja. Analisis dilakukan antara pos-pos yang ada, dalam satu periode. Informasi yang diperoleh hanya untuk satu periode saja dan tidak dikuetahui perkembangan dari period eke periode tidak diketahui.

  1. 2.    Analisis Horizontal

Analisis horizontal merupakan analisis yang dilakukan dengan membandingkan laporan keuangan untuk beberapa periode. Dari hasil analisis ini akan terlihat perkembangan perusahaan dari periode-periode yang lain.

Kemudian disamping meode yang digunakan untuk menganalisis laporan keuangan, terdapat beberapa jenis-jenis teknik analisis laporan keuangan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Analisis perbandingan antara laporan keuangan;
  2. Analisis trend;
  3. Analisis persentase perkomponen;
  4. Analisis sumber dan penggunaan dana;
  5. Analisis sumber dan penggunaan kas;
  6. Analisis rasio;
  7. Analisis kredit;
  8. Analisis laba kotor;
  9. Analisis titik pulang pokok atau titik impas (break even point).

2.4 Kelemahan Analisis Laporan Keuangan

Kelemahan analisis laporan keuangan menurut Sofyan Syafri Harahap (2011: 203) dijelaskan sebagai berikut:

  1. Analisis laporan keuangan didasarkan pada laporan keuangan, oleh karenanya kelemahan laporan keuangan harus selalu diingat agar kesimpulan dari analisis itu tidak salah.
  2. Objek analisis laporan keuangan hanya laporan keuangan. Untuk menilai suatu laporan keuangan tidak cukup hanya dari angka-angka laporan keuangan. Kita juga harus melihat aspek lainnya seperti tujuan perusahaan, situasi ekonomi, situasi industry, gaya manajemen, budaya perusahaan, dan budaya masyarakat.
  3. Objek analisis adalah data historis yang menggambarkan masa lalu dan kondisi ini bisa berbeda dengan kondisi masa depan.
  4. Jika kita melakukan perbandingan dengan perusahaan lain maka perlu dilihat beberapa perbedaan prinsip yang bisa menjadi penyebab perbedaan angka misalnya:
    1. Prinsip Akuntansi;
    2. Ukuran Perusahaan;
    3. Jenis Industri;
    4. Periode Laporan;
    5. Laporan Individual atau Laporan Konsolidasi;
    6. Jenis perusahaan aspek profit mitive atau non profit motive.
    7. Laporan keuangan hasil konsolidasi atau hasil konversi mata uang asing perlu mendapat perhatian tersendiri karena perbedaan bisa saja timbul karena masalah kurs konversi atau metode konsolidasi.

2.5 Analisis Perbandingan

Analisis perbandingan adalah teknik analisis laporan keuangan yang dilakukan dengan cara menyajikan laporan keuangan secara horizontal dan membandingkan antara satu dengan yang lain, dengan menunjukkan informasi keuangan atau data lainnya baik dalam rupiah atau dalam unit. Teknik perbandingan ini juga dapat menunjukkan kenaikan dan penurunan dalam rupiah atau unit dan juga dalam persentase atau perbandingan dalam bentuk angka perbandingan atau rasio. Sofyan Syafri Harahap (2011:227)

Tujuan analisis perbandingan ini adalah untuk mengetahui perubahan-perubahan berupa kenaikan atau penurunan pos-pos laporan keuangan atau data lainnya dalam dua atau lebih periode yang dibandingkan.

Perbandingan dapat juga dilakukan antara laporan yang sudah dikonversikan ke angka indeks atau laporan bentuk common size bentuk awam. Malah metode ini lebih mudah dan lebih sederhana menafsirkannya disbanding laporan aslinya.

Dalam melakukan analisis laporan keuangan teknik perbandingan ini, kita dapat membandingkannya dengan angka-angka laporan keuangan tahun lalu, angka laporan keuangan perusahaan sejenis, rasio rata-rat industry, dan rasio normatife sebagai standar perbandingan (yardstick). Perbandingan antar pos laporan keuangan dapat dilakukan melalui:

  1. Perbandingan dalam dua atau beberapa tahun (horizontal), misalnya laporan keuangan tahun 2010, dibandingkan dengan laporan keuangan tahun 2011.
  2. Perbandingan dengan perusahaan yang dianggap terbaik.
  3. Perbandingan dengan angka-angka standar industry yang berlaku (Industrial Norm). di Indonesia standar ini belum ada, tetapi di USA beberapa perusahaan mengkhususkan diri mensupply informasi rasio ini misalnya Moody’s, Standard & Poor dan lain-lain.
  4. Perbandingan dengan budget (anggaran).
  5. Perbandingan dengan bagian, divisi, atau seksi yang ada dalam suatu perusahaan.

Dalam upaya perbandingan ini kita harus memiliki standar sebagai ukuran lain yang dijadikan untuk membandingkan laporan yang kita miliki. Tanpa standar pembanding itu kita tidak akan dapat menilai keadaan atau posisi perusahaan yang dinilai.

Dalam melakukan perbandingan ini perlu diyakinkan bahwa:

  1. Standar penyusunan laporan keuangan harus sama.
  2. Size dari perusahaan yang dibandingkan harus diperhatikan bukan berarti harus sama.
  3. Periode laporan yang dibandingkan harus sama khususnya untuk laporan laba rugi dan komponennya. Jangan sampai laporan Laba/Rugi satu tahun dibandingkan dengan laporan Laba/Rugi satu semester.

2.6  Sekilas Profil Perusahaan

v  PT Unilever Indonesia tbk

PT Unilever Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) terkemuka di Indonesia yang berdiri pada 5 Desember 1933. Rangkaian produk Perseroan mencakup produk Home & Personal Care serta Foods & Ice Cream ditandai dengan brand-brand terpercaya dan ternama di dunia, antara lain Wall’s, Lifebuoy, Vaseline, Pepsodent, Lux, Pond’s, Sunlight, Rinso, Blue Band, Royco, Dove, Rexona, Clear, dan lain-lain.

v  PT Indofood CBP Sukses Makmur tbk

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (“ICBP” atau “Perseroan”) merupakan produsen makanan dalam kemasan yang mapan dan terkemuka dengan berbagai pilihan produk makanan sehari–hari bagi konsumen disegala usia. Banyak di antara merek produknya merupakan merek terkemuka yang telah melekat di hati masyarakat Indonesia, serta memperoleh kepercayaan dan loyalitas jutaan konsumen di Indonesia selama bertahun–tahun.

ICBP berdiri sebagai entitas terpisah di bulan September 2009 serta tercatat di Bursa Efek Indonesia (“BEI”) pada tanggal 7 Oktober 2010. ICBP didirikan melalui restrukturisasi internal dari Grup Produk Konsumen Bermerek (“CBP”) PT Indofood Sukses Makmur Tbk (“Indofood”), perusahaan induk ICBP yang sahamnya tercatat di BEI sejak tahun 1994. Melalui proses restrukturisasi internal, seluruh kegiatan usaha Grup CBP dari Indofood, yang meliputi mi instan, dairy, penyedap makanan, makanan ringan, nutrisi dan makanan khusus, serta biskuit (sebelumnya tergabung dalam Grup Bogasari), dialihkan ke ICBP.

Setelah pencatatan saham ICBP, Indofood tetap menjadi pemegang saham mayoritas ICBP dengan kepemilikan saham sekitar 80%. Oleh karenanya, ICBP tetap memiliki sinergi dengan perusahaan–perusahaan Grup Indofood lainnya dalam menjaga keunggulan kompetitifnya.

2.7  Ikhtisar Data Keuangan Penting dan Ikhtisar Saham

v  Unilever Indonesia Tbk

Tabel dibawah ini adalah ikhtisar data keuangan penting dari perseroan untuk lima tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007, 2008, 2009, 2010, dan 2011 dikutip dari laporan keuangan berdasarkan konsolidasian perseroan yang diaudit.

 df

dff

cats-crop

v  Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

 cats-crhop

catsf-crop

2.8  Analisis Perbandingan (Neraca, Laba Rugi, dan Arus Kas)

2.8.1  Unilever IndonesiaTbk

PT Unilever Indonesia Tbk dan Entitas Anak

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

31 Desember 2011 dan 2010

(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2011

2010

Selisih

ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas

336143

317759

^ 18384
Piutang Usaha
Pihak Ketiga

1877699

1445450

^ 432249
Pihak Berelasi

198384

122088

^ 76296
Utang muka dan piutang lain-lain
Pihak Ketiga

107249

182773

v 75524
Pihak Berelasi

4948

2322

^ 2626
Persediaan

1812821

1574060

^ 238761
Pajak dibayar dimuka

48127

51533

v 3406
Beban dibayar dimuka

60848

52145

^ 8703
Jumlah Aset Lancar

4446219

3748130

Aset Tidak Lancar
Aset Tetap

5314311

4148778

^ 1165533
Good Will

61925

61925

Aset tak berwujud

584152

646356

v 62204
Beban pensiun dibayar dimuka

45696

v 45696
Aset lain-lain

75705

50377

^25328
Jumlah Aset Tidak Lancar

6036093

4953132

Jumlah Aset  

10482312

8701262

LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangak pendek

699160

190000

^ 509160
Utang usaha
Pihak Ketiga

2158530

1612672

^ 545858
Pihak Berelasi

451630

208778

^ 242852
Utang pajak

451630

208921

^ 71809
Akrual

2158530

1612672

^ 747429
Utang lain-lain
Pihak Ketiga

447175

555057

v 107882
Pihak Berelasi

232966

171538

^ 61428
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek

6474594

4402940

Liabilitas Jangka Panjang       Liabilitas pajak tangguhan

70930

49939

^ 20991 Kewajiban imbalan kerja

255851

199530

^ 56321 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang

326781

249469

 Jumlah Liabilitas     

6801375

4652409

 EKUITAS        Modal Saham

76300

76300

  (Modal dasar, seluruhnya ditempatkan dan disetor    penuh: 7.630.000.000 lembar saham biasa dengan    nilai nominal Rp 10 (nilai penuh) perlembar saham)    Agio Saham

15227

15227

  Selisih nilai transaksi restrukturisasi      entitas sepengendali

80773

80773

  Saldo laba yang dicadangkan

15260

15260

  Saldo laba yang belum dicadangkan

3489008

3857859

v 368851 Ekuitas pemilik yang didistribusikan kepada     pemilik entitas induk

3676568

4045419

v 368851 Kepentingan non pengendali

4369

3434

^ 935Jumlah Ekuitas    

3680937

4048853

v 367916Jumlah Liabilitas dan Ekuitas   

10482312

8701262

^ 1781050

 

PT Unilever Indonesia Tbk dan Entitas Anak

Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian

Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada 31 Desember 2011 dan 2010

(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2011

2010

Selisih

Penjualan Bersih        

23469218

19690239

^ 3778979
Harga Pokok Penjualan

(11462805)

(9485274)

^ 1977531
Laba Bruto

12006513

10204965

^ 1801448
Beban Pemasaran dan Penjualan

(5243477)

(4523283)

^ 720194
Beban umum dan administrasi

(1307526)

(1139057)

^ 168469
Keuntungan pelepasan aset tetap

769

318

^ 451
Keuntungan pelepasan aset tak berwujud

112762

^ 112762
Kerugian selisih kurs, bersih

(831)

(10768)

v 9937
Penghasilan bunga

33189

36395

v 3206
Beban bunga

(26500)

(22803)

^ 3697
Laba Sebelum Pajak Penghasilan

5574799

4545767

^ 1029032
Beban Pajak Penghasilan

1410495

1161119

^ 249376
Laba Tahun Berjalan

4164304

3384648

^ 779656
Pendapatan/Beban komprehensif lain setelah pajak
Jumlah Pendapatan Komprehensif Tahun Berjalan

4164304

3384648

^ 779656
Laba/Jumlah pendapatan yang dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk

4163369

3386970

^ 776399
Kepentingan non pengendali

935

(2322)

^ 3257

4164340

3384648

Laba per saham

546

444

^ 102
(dinyatakan dalam nilai penuh rupiah persaham)

PT Unilever Indonesia Tbk dan Entitas Anak

Laporan Arus Kas Konsolidasian

Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada 31 Desember 2011 dan 2010

(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2011

2010

Selisih

Arus Kas dari Aktivitas Operasi            
  Penerimaan dari pelanggan  

25200151

21263743

^ 3936408
  Pembayaran kepada pemasok  

(16842494)

(14903716)

^ 1938778
Pembayaran remunerasi direksi dan karyawan

(834310)

(849176)

v 14866
Pembayaran imbalan kerja

(20076)

(26642)

v 6566
Pembayaran untuk beban jasa dan royalti

(740521)

(643432)

^ 97089
Kas yang dihasilkan dari operasi

6762750

4840777

^ 1921973
Penerimaan dari pendapatan bunga

26701

37145

v 10444
Pembayaran bunga

(26500)

(29927)

v 3427
Pelunasan pinjaman karyawan

3398

4127

v 729
Pembayaran pajak penghasilan badan

(1304473)

(1232933)

^ 71540
Arus Kas bersih yang diperoleh dari Aktivitas Operasi

5461876

3619189

^ 1842687
 

 

 

 
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Pembelian aset tetap

(1600786)

(1238520)

^ 362266
Pembelian aset tak berwujud

(91438)

(73872)

^ 17566
  Hasil penjualan aset tetap

83407

2368

^ 81039
Hasil penjualan aset tak berwujud

175679

^ 175679
Arus Kas bersih digunakan untuk Aktivitas Investasi

(1433138)

(1310024)

^ 123114
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan  

 

 

 
Penerimaan pinjaman jangka pendek

699160

190000

^ 509160
  Pembayaran pinjaman jangka pendek

(190000)

^ 190000
Pembayaran deviden kepada pemegang saham

(4519907)

(3037461)

^ 1482446
Arus Kas bersih yang digunakan untuk Aktivitas Pendanaan

(4010747)

(2847461)

^ 1163286

 

 

Kenaikan/(penurunan) bersih kas dan setara kas

17991

(538296)

 

 

 

 
Dampak perubahan kurs terhadap kas dan setara kas

393

(2267)

Kas dan setara kas pada awal tahun

317759

858322

Kas dan setara kas pada akhir tahun

336143

317759

ANALISIS

v  Kas dan setara kas

Kas dan setara kas naik Rp. 18.384.000.000 dari tahun 2010 sebesar Rp. 317.759.000.000 ke tahun 2011 sebesar Rp. 336.143.000.000, disebabkan karena tingkat penjualan meningkat.

v  Piutang Usaha

Piutang usaha ini meningkat mengikuti petumbuhan penjualan. Piutang usaha ini terdiri dari piutang kepada pihak ketiga dan kepada pihak yang berelasi.

v  Uang muka dan piutang lain-lain

Pada pos ini sebagian besar berasal dari sewa gudang Mega Distribution Centre (MCD) Cikarang, yang diperuntukan untuk tempat menyimpan barang jadi sebelum didistibusikan ke distributor.

v  Persediaan

Persediaan ini meningkat dari tahun 2010 ke tahun 2011 sebesar Rp. 238.761.000.000, yang didalamnya termasuk peningkatan penyisihan produk tidak laris dan asuransi bencana pada setiap lokasi persediaan.

v  Pajak dibayar dimuka

Penurunan pajak dibayar dimuka ini disebabkan oleh penerimaan pembayaran lebih pajak entitas anak sebesar Rp. 5 Milyar

v  Beban dibayar dimuka

Beban dibayar dimuka naik sebesar Rp. 8.703.000.000 dari tahun 2010 sebesar Rp. 52.145.000.00 ke tahun 2011 sebesar Rp. 60.848.000.000.

v  Aset tetap

Kenaikan asset tetap sebesar Rp. 1.165.533.000.000 ini dikarenakan adanya pembelian aset tetap baru sebesar Rp. 1.600.786.000.000

v  Good Will

Good will tidak mengalami perubahan karena pada tahun 2011 sesuai dengan PSAK 22 (revisi 2010) good will tidak lagi diamortisasi.

v  Aset tak berwujud

Aset tak berwujud ini berupa merek dagang dan lisensi perangkat lunak. Perubahan aset tak berwujud pada tahun 2011 adalah disebabkan adanya biaya lisensi SAP, pelepasan merek dagang Taro pada nilai buku bersih 62,9 Milyar, serta penghapus bukuan salah satu lisensi perangkat lunak dengan nilai buku bersih 8,4 Milyar.

v  Beban pensiun dibayar dimuka

Pada tahun 2011 tidak ada aktivitas ini.

v  Aset lain-lain

Kenaikan aset lain-lain ini disebabkan terutama oleh adanya peningkatan uang jaminan jangka panjang serta sewa dibayar dimuka jangka panjang.

v  Pinjaman jangka pendek

Pinjaman jangka pendek meningkat disebabkan adanya pinjaman jangka pendek yang baru sebesar Rp. 699.160.000.000.

v  Utang usaha

Utang usaha meningkat  baik kepada pihak yang ketiga sebesar Rp. 545.858.000.000 juga kepada pihak yang berelasi sebesar Rp. 71.809.000.000

v  Utang Pajak

Utang pajak meningkat pada tahun 2011 karena adanya pajak yang di tangguhkan pembayarannya.

v  Utang lain-lain

Utang lain-lain meningkat baik kepada pihak ketiga sebesar Rp. 107.882.000.000 dan kepada pihak yang berelasi sebesar Rp. 61.428.000.000.

v  Liabilitas pajak tangguhan

Meningkat disebabkan adanya pempayaran pajak yang ditangguhkan.

v  Kewajiban imbalan kerja

Kewajiban imbalan kerja meningkat akibat adanya perubahan asumsi pada perhitungan kewajiban imbalan pension.

v  Ekuitas

Ekuitas mengalami penurunan sebesar 368 Milyar dari sebelumnya 4,1 Triliun pada tahun 2010 menjadi  3,7 Triliun pada tahun 2011, dikarenakan adanya kenaikan pembayaran deviden  interim kepada para pemegang saham.

v  Penjualan Bersih

Penjualan bersih meningkat dari sebelumnya 1,9 Triliun pada tahun 2010 menjadi 2,3 Triliun pada tahun 2011, dikarenakan kenaikan jumlah penjualan produk foods & beverages  sebesar 25,7 % dan produk home&personal care 17,0 %

v  Harga Pokok Penjualan

HPP ini tentunya akan mengikuti peningkatan penjualan bersih.

v  Laba

Laba ini meningkat sejalan dengan tingkat penjualan bersih yang naik sebesar 3,7 Triliun.

v  Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Arus kas dari aktivitas operasi ini meningkat 1,8 Triliun diakibatkan adanya kenaikan penerimaan dari pelanggan sebesar 3,9 Triliun. Arus kas keluar disebabkan kenaikan pembayaran kepada pemasok sebesar 1,9 Triliun.

v  Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Arus kas dari aktivitas investasi meningkat dikarenakan adanya pembelian aset tetap 362 Milyar dan adanya pelepasan brand dan aset tetap Taro.

v  Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas dari aktivitas pendanaan meningkat dikarenakan adanya peningkatan pembayaran deviden kepada para pemegang saham 1,4 Triliun.

2.8.2      Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

PT INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 Desember 2011 dan 2010 dan 1 Januari 2010/31 Desember 2009

(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

2011

2010

Selisih

ASET                
Aset Lancar  
  Kas dan setara kas  

4420644

3407687

^ 1012957
Investasi jangka pendek

17280

19360

v 2080
Piutang usaha
Pihak ketiga

638191

488044

^150147
Pihak berelasi

1622138

1466055

^156083
Piutang bukan usaha
Pihak ketiga

64845

34625

^30220
Pihak berelasi

53228

37525

^15703
Persediaan-neto

1629883

1422466

^207417
  Uang muka dan jaminan

114452

116954

v 2502
  Pajak dibayar dimuka

210

28

^ 182
  Biaya dibayar dimuka

19440

25091

v 5651
Total Aset Lancar  

8580311

7017835

^ 1562476
Aset Tidak Lancar
  Aset pajak tangguhan

110168

96790

^22378
Penyertaan jangka panjang

83201

8948

^74253
  Aset tetap

2590036

2304588

^285448
Beban yang ditangguhkan

57960

40596

^17364
  Good will  

1424030

1424030

Aset tidak berwujud

2198433

2331671

v133238
  Aset tidak berwujud lainnya

169718

136855

^32863
Total Aset Tidak Lancar  

6642546

6343478

^299068
TOTAL ASET

15222857

13361313

^1861544

 

 

LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek

 

 

 
Utang bank jangka pendek dan cerukan

417851

405362

^12489
Utang trust receipts

210744

94863

^115881
  Utang usaha
Pihak ketiga

966691

807382

^159309
  Pihak berelasi

307376

326670

v 19294
Utang bukan usaha
Pihak ketiga

97056

102907

v 5851
Pihak berelasi

58265

73434

v15169
Beban masih harus dibayar

698077

621832

^76245
  Utang pajak  

226251

257411

v31160
Liabilitas proforma
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Utang bank

8500

v8500
Utang pembelian aset tetap

6259

2839

^3420
Total Liabilitas Jangka Pendek  

2988540

2701200

^287340
Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang setelah dikurangi beban yang
jatuh tempo dalam waktu 1 tahun
Utang bank

111932

4958

^106974
Utang pembelian aset tetap

33575

9819

^23750
Liabilitas pajak tangguhan-neto

563433

598820

v35387
Liabilitas imbalan kerja karyawan

815604

684335

^131269
Total Liabilitas Jangka Panjang  

1524544

1297932

^226612
TOTAL LIABILITAS  

4513084

3999132

^513952
EKUITAS
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada pemilik
Entitas Induk
Modal saham
nilai nominal Rp100 per saham
pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Rp1.000 pada tanggal 1 Januari 2010
31 Desember 2009)
Modal dasar
7.500.000.000 saham pada tanggal 31
Desember 2011 dan 2010
(750.000.000 saham pada tanggal
1 Januari 2010-31 Desember 2009)
Modal ditempatkan dan disetor penuh
-5830954000 pada tanggal
31 Desember 2011 dan 2010
(466.476.178 saham pada tanggal
1 Januari 2010 – 31 Desember 2009)

583095

583095

Agio saham

5969721

5969721

Selisih nilai transaksi restrukturisasi antara
entitas sepengendali

15748

15748

Selisih atas perubahan ekuitas entitas anak

4704

6130

v 1426
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan

(216)

20

v 236
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya

5000

v 5000
Belum ditentukan penggunaannya

3638786

2344832

^ 1293954
Sub total

10216838

8919546

^1297292
Kepentingan nonpengendali

492935

442635

^50300
TOTAL EKUITAS

10709773

9362181

^ 1347592
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS

15222857

13361313

^ 1861544

PT INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASI

Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010

(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

2011

2010

Selisih

PENJUALAN NETO

19367115

17960120

1407035

BEBAN POKOK PENJUALAN

14335896

12976664

1359232

 
LABA BRUTO

5031259

4983456

47803

Beban penjualan
      dan distribusi

(1798508)

(1818705)

-20197

Beban umum
     dan administrasi

(592140)

(528268)

63872

Pendapatan operasi lain

126762

122234

4528

Beban operasi lain

(158625)

(216427)

57802

Bagian atas rugi neto entitas

0

      asosiasi

(747)

-10513

9766

 

0

LABA USAHA

2608001

1531777

1076224

 

 

 

0

Pendapatan keuangan

183453

70906

112547

Beban keuangan

(46544)

(83541)

36997

LABA SEBELUM MANFAAT/(BEBAN)
PAJAK PENGHASILAN

2744910

2519142

225768

 
MANFAAT/(BEBAN) PAJAK
PENGHASILAN
Kini

(736287)

(734012)

-2275

Tangguhan

57742

67099

-9357

 

 

Beban Pajak Penghasilan-Neto

(678545)

(666913)

-11632

 

 

LABA SEBELUM
PENYESUAIAN PROFORMA

2066365

1852229

214136

PENYESUAIAN PROFORMA

(24320)

24320

LABA TAHUN BERJALAN

2066365

1827909

238456

 

 

Pendapatan komprehensif lain   Laba/(rugi) yang belum terealisasi         dari aset keuangan tersedia          untuk dijual

(2080)

8943

-11023

    Selisih kurs atas penjabaran laporan         keuangan Entitas Anak asing

(236)

20

-256

    Pendapatan komprehensif lain

(2316)

8963

-11279

    TOTAL LABA KOMPREHENSIF    TAHUN BERJALAN

2064049

1836875

227174

 

Laba tahun berjalan yang dapat

 

      diatribusikan kepada :

 

 

      Pemilik entitas induk

1975345

1704047

271298

      Kepentingan nonpengendali

91020

123862

-32842

 

Total

2066365

1827909

238456

 

Total laba komprehensif

 

      yang dapat diatribusikan

 

      kepada:

 

 

      Pemilik entitas induk

1973683

1710197

263486

      Kepentingan nonpengendali

90366

126675

-36309

 

Total

2066365

1827909

238456

 

LABA PER SAHAM DASAR

 

YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN

 

KEPADA PEMILIK

 

ENTITAS INDUK

339

344

-5

 

PT INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN ARUS KAS KOMPREHENSIF KONSOLIDASI

Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010

(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

2011

2010

Selisih

ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan

19060925

17453973

1606952

Pembayaran kas kepada pemasok

(11996292)

(10797551)

-1198741

Pembayaran untuk beban produksi dan usaha

(2895559)

(2658272)

-237287

Pembayaran kepada karyawan

(1301679)

(1242048)

-59631

Kas yang diperoleh dari operasi

2867395

2756102

111293

Penerimaan penghasilan bunga

183453

57592

125861

Pembayaran pajak-neto

(819597)

(509750)

-309847

Pembayaran beban bunga

(42038)

(91369)

49331

Penerimaan/(pembayaran)lainnya-neto

(14786)

39467

-54253

Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas INVESTASI
Penerimaan dari penjualan aset tetap

3980

5642

-1662

Penambahan aset tetap

(476807)

(352569)

-124238

Pembayaran investasi pada entitas asosiasi

(75000)

-75000

Pembayaran investasi pada entitas Tahap III

(298010)

298010

Kas Neto yang Digunakan Untuk Aktivitas Investasi

(547827)

(644937)

97110

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari utang bank jangka pendek

85000

38653

46347

Penerimaan dari utang bank jangka panjang

111320

111320

Pembayaran dividen kas

(676391)

(144355)

-532036

Pembayaran dividen kas oleh Entitas Anak kepada
      kepentingan nonpengendalian

(40066)

(39265)

-801

Pembayaran utang bank jangka panjang

(13458)

(36379)

22921

Pembayaran utang pembelian aset tetap

(9789)

(4020)

-5769

Pembayaran utang bank jangka pendek

(5000)

(1083203)

1078203

Penerimaan dari penawaran umum perdana saham
      neto setelah dikurangi biaya penerbitan

6086340

-6086340

Penerimaan utang pemegang saham

298010

-298010

Pembayaran utang pemegang saham

(4117254)

4117254

Kas Neto yang Diperoleh dari/   (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan

(548384)

998527

-1546911

    KENAIKAN NETO KAS   DAN SETARA KAS

1078216

2605632

-1527416

 

 

v  Aset

Total aset pada tahun 2011 meningkat hingga mencapai 15,22 Triliun, ini disebabkan adanya peningkatan kas dan setara kas, piutang dan persedian karena naiknya harga.

v  Liabilitas

Peningkatan liabilitas disini terutama disebabkan adanya kenaikan pada trust receipts yang digunakan untuk mengimpor bahan baku, serta adanya pinjaman jangka panjang kepada bank.

v  Ekuitas

Total ekuitas ini meningkat, dan sangat dipengaruhi oleh adanya peningkatan laba bersih.

v  Penjualan Neto

Penjualan meningkat di tahun 2011 dan hampir merata di seluruh divisi, Divisi MI Intan meningkat sebesar 7,5%, Divisi Dairy naik 5,9% yang terdiri dari susu kental manis, susu cair, dan eskrim, Divisi Penyedap Makanan naik 22,3% terutama untuk penjualan saus sambal dan recipe mixes, Divisi Makanan Ringan naik 19,7%, serta Divisi Nutrisi dan Makanan Khusus naik 1,1% yang didorong oleh peningkatan penjualan bubur dan biscuit bayi.

v  Laba Bruto

Laba bruto meningkat sebanding dengan peningkatan penjualan.

 

DAFTAR PUSTAKA

ü  Harahap, Sofyan Safri. 2011. Analisis kritis atas laporan keuangan. Jakarta: Rajawali pers.

ü  Kasmir.2012. Analisis laporan keuangan. Jakarta:Rajawali pers.

ü  http://www.slideshare.net/manajemenkeuangan10/analisa-perbandingan

 

Berikut Ppt nya bisa di klik disini Analisis Laporan Keuangan dengan Metode Perbandingan di Perusahaaan