Tags

Senin, 06 Januari 2013 merupakan UAS hari pertama di fakultas Ekonomi Kampus UNSWAGATI Cirebon. Hari itu jadwal Auditing I bagi mahasiswa/i semester 5. Begini seingat saya gambaran dari soal-soalnya :

1) Pengendalian intern yang baik merupakan unsur yang sangat menentukan dalam pencapaian tujuan menghasilkan laporan keuangan yang andal dan benar. Faktor apa sajakah yang mempengaruhi pengendalian intern yang baik? Jelaskan?

Begini Jawaban Saya :

Pengendalian intern yang baik dapat kita lihat dari apakah berbagai unsur pengendalian intern dapat tercipta dengan baik. Unsur-unsur tersebut meliputi :

1. Lingkungan Pengendalian

Lingkungan pengendalian merupakan semua orang yang membuat, melaksanakan, dan mengawasi jalannya suatu pengendalian intern didalam suatu organisasi. Lingkungan pengendalian merupakan unsur yang sangat penting karena hal ini berkaitan dengan manusia, sehingga sangat dimungkinkan terjadinya kesalahan/fraud baik yang secara tidak sengaja maupun yang memang sengaja dilakukan. Lingkungan pengendalian yang baik  dapat dibentuk dengan  integritas dan nilai etika (melaksanakan sesuatu dengan jujur dan benar, membuat laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi), komitmen terhadap kompetensi (kesepakatan bersama untuk sungguh-sungguh melaksanakan semua dengan benar), pengawasan dari dewan komisaris dan komite audit, stuktur organisasi yang baik (pembagian tugas dan wewenang), serta penciptaan kebijakan yang baik oleh manajemen. Ketika semuanya telah baik maka pengendalian internnya akan baik pula.

2. Penaksiran Risiko

Penaksiran risiko merupakan suatu aktivitas untuk menganalisis, mengamati, dan mengidentifikasi berbagai risiko bawaan (kegagalan) yang mungkin terjadi pada proses penyusunan laporan keuangan. Risiko dapat terjadi karena adanya perubahan; perubahan SAK. rotasi pegawai, kemajuan teknologi, dan sebagainya. Risiko harus di taksir dengan tepat sehingga mampu untuk menekan kegagalan dalam pencapaian pelaporan keuangan yang benar. Hal-hal yang dapat membantu untuk menekan risiko adalah dengan mengupdate selalu pengetahuan karyawan dan teknologi yang digunakan oleh perusahaan.

3. Aktivitas Pengendalian

Aktivitas pengendalian merupakan pelaksanaan dari pengendalian intern itu sendiri, Apakah aktivitas telah dijalankan oleh manajemen dan seluruh karyawan dengan benar dan telah sesuai dengan berbagai kebijakan dan prosedur yang telah ada? Ketika telah sesuai maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa pengendalian intern berjalan baik, sebaliknya ketika ada hal-hal yang menyimpang maka dapat dideteksi bahwa aktivitas pengendalian intern berjalan buruk. Adapun aktivitas pengendalian yang dapat dilakukan sebagai berikut : Review terhadap kerja seluruh karyawan, Pengolahan informasi yang tepat, Aktivitas pengendalian fisik, dan dilakukannya Pemisahan tugas.

4. Informasi dan Komunikasi

Secara singkat informasi yang digunakan haruslah informasi yang  memang benar, dan dibutuhkan, serta tepat waktunya, Informasi yang salah dan tidak tepat waktu secara jelas pasti akan mempengaruhi laporan keuangan secara langsung. Sedangkan Komunikasi disini merupakan sistem penyampaian tentang pemahaman peran dan tanggung jawab individual berkaitan dengan pengendalian intern terhadap pelaporan keuangan, yang mana aktivitas mereka akan selalu berkaitan dengan yang lain sehingga akan membentuk rangkaian alur yang biasa digambarkan dengan flowchart.

5. Pemantauan

Pemantauan adalah aktivitas pengawasan yang dilakukan manajemen untuk memelihara pengendalian intern yang baik. Pengawasan ini juga sangat menentukan apakah pengendalian telah berjalan sebagaimana mestinya untuk menciptakan pelaporan keuangan yang benar.

2) Mengapa seorang auditor dituntut dan diharuskan memiliki pemahaman yang baik tentang pengendalian intern? Dan sebutkan jenis-jenis pengujian pengendalian yang dapat dilakukan oleh auditor!

Jawaban saya :

Ada 3 Hal yang menjadi alasan seorang auditor harus memiliki pemahaman tentang pengendalia intern yang baik :

1. Yang pertama adalah “KEPATUHAN TERHADAP HUKUM”. Hal ini memang sudah diatur  dalam Standar Auditing PSA No. 01 SA Seksi 150, disana tercantum pada Paragraf 02/bagian B/No. 2 yang berbunyi “Pemahaman memadai atas pengendalian intern HARUS diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang dilakukan”. Ada kata “HARUS” disana, sehingga auditor secara hukum haruslah mematuhinya.

2. Yang kedua adalah “EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI OPERASI”. Seperti halnya pada yang pertama, pengendalian intern dapat membantu dalam merencanakan audit yaitu menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian. Hasil pengamatan tentang pengendalian intern dapat kita jadikan sebagai acuannya. Pengendalian intern yang buruk akan mengharuskan lingkup pengujian yang dilakukan harus lebih luas dan banyak dibandingkan dengan pengendalian intern yang baik. Sebagai contoh : Jika Pengendalian Intern ternyata baik transaksi yang di uji hanya 1000, sedangkan jika pengendalian intern buruk transaksi yang diuji berjumlah 3000. Auditor tidak perlu melakukan pengujian ke seluruh transaksi secara mendetail, karna akan memakan waktu yang sangat lama dan akan menimbulkan banyak biaya. Inilah mengapa pemahaman pengendalian intern akan membantu mengefektifkan dan mengefisiensikan pekerjaan yang dilakukan auditor.

3. Yang ketiga adalah “PELAPORAN KEUANGAN” . Hasil audit yang baik (dalam hal ini penilaian baik/buruk yang relevan) akan sangat dibutuhkan oleh berbagai pihak terutama klien. Pemahaman atas pengendalian intern sangat dibutuhkan dalam hal ini yang tertera pada 1 dan 2 diatas, untuk mendukung hasil laporan auditor.

Jenis-Jenis pengujian pengendalian yang dapat dipilih auditor adalah sebagai berikut :

1. Permintaan Keterangan

2. Pengamatan

3. Inspeksi

4. Pelaksanaan Kembali

3) Jelaskan 2 macam pengujian kepatuhan terhadap pengendalian intern yang dapat dilakukan Auditor ! Berikan Contohnya!

1. Pengujian adanya kepatuhan terhadap pengendalian intern

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah informasi mengenai pengendalian yang dikumpulkan oleh auditor benar-benar ada atau justu tidak ada. Hal ini dapat dilakukan dalam 2 cara :

a. Pengujian transaksi dengan cara mengikuti pelaksanaan transaksi tertentu. Hal ini dilakukan dengan cara mengikuti alur transaksi dimulai dari pada saat transaksi muncul sampai dengan selesai. Contohnya : Ketika kita akan memeriksa transaksi pembelian komputer, kita harus mengikuti mulai dari pada saat bagian inventaris melakukan permintaan pembelian komputer, kemudian ke bagian pembelian yang melakukan pembelian dan meminta kasa melakukan pembayaran yang sudah disahkan atas pembelian komputer, kemudian ketika komputer masuk dan diterima oleh bagian penerimaan, hingga semuanya dicatat oleh bagian akuntansi. Kita mengikutinya dari awal hingga akhir transaksi tersebut.

b. Pengujian transaksi tertentu yang telah terjadi dan telah dicatat. Hal ini dilakukan ketika transaksi sudah terjadi dan dicatat, kita dapat melakukan pemeriksaan setiap dokumen-dokumen yang terkait dengan transaksi tersebut dan membandingkannya antar dokumen. Contohnya : Ketika tercatat pembelian sejumlah komputer pada tanggal tertentu, dan kita akan memeriksanya, kita perlu tau dokumen apa saja yang berkaitan dengan pembelian komputer tersebut, misal catatan permintaan, catatan pembelian, bukti kas  keluar, kartu barang masuk, dll.

2. Pengujian tingkat kepatuhan

Pengujian ini dapat dilakukan dengan melihat dan memeriksa apakah kelengkapan dokumen-dokumen telah terpenuhi atau tidak.

2 Soal lagi saya lupa, maklum lah soal dikembalikan tidak diberikan kepada mahasiswa/i . Jawaban diatas berdasarkan kemampuan saya, apabila ada kesalahan dan kekurangan tolong di kritik dan di benahi .