Tags

DASAR – DASAR MANAJEMEN – PENDAHULUAN

oleh : Dr. Hj. Retina Sri Sedjati, Apt., MM

A. Pengertian dan Definisi

Dalam bahasa Prancis kuno, kata “manajemen” berasal dari bentuk kata mena-gement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Sedang, dalam istilah bahasa Italia, “manajemen” berarti “managiere” , yang artinya melatih kuda atau sebagai pelatih. (Jawahir Tanthowi, 1983:9)

Adapun istilah Latin dari kata “manajemen” adalah “managiere”, yang berarti ; melakukan, melaksanakan, mengurus sesuatu … sebab kata “managiere” terdiri dari dua kata, manus dan agree. Manus berarti “tangan” dan Agree berarti melakukan atau melaksanakan. Berbeda dengan istilah diatas, dalam bahasa Arab, istilah “manajemen” biasanya dipadankan dengan bentuk kata “idarah”, yang berarti mengatur atau pengaturan (kantor-an), sedang pada bahasa Perancis disebut administration.

Karena itu, banyak sudah orang memberikan arti pada istilah manajemen ini, mulau pengertian yang amat sederhana, sebagaimana tersebut diatas sampai dengan pengertian yang rinci. Beberapa pengertian itu dapat dikutipkan sebagiannya sebagai berikut.

Misalnya, manajemen adalah proses pengambilan keputusan. Ini merupakan definisi yang paling sederhana, meskipun bukan secara bahasa. Definisi yang lebih lengkap diberikan oleh Federick Winslow Taylor, yang merupakan bapak manajemen yaitu :

Suatu percobaan yang sunggu-sungguh untuk menghadapi setiap persoalan yang timbul dalam pimpinan perusahaan (dan organisasi lain) atau setiap system kerjasama manusia dengan sikap dan jiwa seorang sarjana dan dengan menggunakan alat-alat perumusan, analisis, pengukuran, dan percobaan serta pembuktian.

Selain definisi tersebut diatas, ada beberapa definisi manajemen menurut generasi Taylor selanjutnya dari para ahli lain. Sebagaimana dikatakan Georgy Terry, bahwa manajemen adalah pencapaian tujuan tertentu dengan menggunakan bantuan orang lain.

Menurut James A.F Stoner dalam buku manajemen dikatakan bahwa management (manajemen) adalah proses perencanaan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan tertentu yang sudah ditetapkan. (Stoner, Freeman, Gilbert JR., 1996 : 7)

Manajemen juga dapat dikatakan sebagai suatu proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan-tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian pada orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya. (Nickels, McHugh and McHugh, 1997)

Menurut Hani Handoko (dalam Darsono Wisadirana, 2008 : 104), memberikan pengertian manajemen sebagai proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunaan sumber daya – sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Masih banyak lagi definisi yang diberikan para ahli lain, namun secara umum memiliki pengertian yang hampir sama, dan jika ada perbedaan, perbedaan itu akibat titik berat pandangan yang berbeda. Dari definisi diatas, kiranya akan sudah dapat disimpulkan apa sebenarnya manajemen itu.

Dari definisi tersebut diatas, akan dapat dijabarkan kegiatan-kegiatan atau fungsi manajemen ini sebagai suatu aktivis dalam mencapai suatu hasil organisasi. Hal ini tercermin dari berbagai fungsi yang satu dengan yang lainnya, Memang dijumpai adanya variasi karena cara melihat kegiatan manajemen yang berbeda. Namun jika direnungkan dan dibandingkan fungsi yang satu dengan yang lainnya melalui pengertian-pengertian atau sisi kegiatan menurut versi masing-masing ahli hampir sama.

B.     Manajemen Sebagai Ilmu

Pada perkembangannya, manajemen yang tadinya merupakan sesuatu yang biasa dilakukan oleh kebanyakan seseorang, kini menjadi suatu ilmu khusus atau sebuah keahlian. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan manajemen itu sendirir berkenaan dengan sebuah perusahaan yang ingin manju selalu berusaha mendapatkan cara-cara efisien mengelola produktivitas dan pada saat yang sama menurunkan biaya produksi. Sebelum 1880, pengelolaan perusahaan pada umumnya dipandang suatu cara yang biasa, apa adanya, jika tidak dianggap suatu seni. Tetapi sekitar 1885, Frederick W Taylor (1856 – 1945) merupakan salah seoarng yang pertama kali mempelajari metode kerja.

Sejak permunculan bukunya tahun 1911, Taylor (dalam Basu Swastha dan Ibu Sukotjo, 1998 : 87) telah dikenal sebagai bapak dari gerakan manajemen ilmiah. Buku yang diterbitkannya berjudul The Principle of Scientific Management. Dalam bukunya, Taylor mengemukakan beberapa prinsip manajemen ilmiah untuk melakukan pekerjaan dengan efisien. Prinsip-prinsip tersebut adalah :

Prinsip 1 : Semua pekerjaan dapat diobservasu dan dianalisis guna menentukan satu cara terbaik untuk menyelesaikannya.

Prinsip 2 : Orang yang tepat untuk memangku jabatan dapat dipilih dan dilatih secara ilmiah.

Prinsip 3 : Kita dapat menjamin bahwa cara terbaik tersebut diikuti dengan menggaji pemegang jabatan dengan dasar insentif, yaitu menyamakan gaji dengan hasil kerjanya.

Prinsip 4 : Menempatkan manajer dalam perencanaan, persiapan dan pemeriksaan pekerjaan.

Sebelum Taylor menjadi teknisi pimpinan di Midvale Steel Company, ia merintis karirnya dari sebagai buruh biasa. Ia telah mengadakan beberapa eksperimennya untuk menentukan standar kerja. Dalam salah satu eksperimennya, ia melatih seorang buruh pengambil bahan besi ontase dari 12,5 ton menjadi 47,5 ton perhari. Taylor juga mempelopori penelitian tentang pengukuran waktu-kerja. Menurut dia, pengolahan yang menghemat tenaga kerja atau produksi masa akan kurang berarti jika pengelolaannya tidak dapat terus melakukan perbaikan atau penyempurnaan dari segi teknis.

Penelitian dan buku dari Taylor itu telah membuktikan bahwa manajemen dapat dipelajari secara ilmiah oleh siapapun. Ternyata minat masyarakat untuk mempelajari manajemen semakin besar. Oleh karena itu pula, Profesor Oei Liang Lee (dalam Basu Swastha 1998 : 82), memberikan penjelasan rinci tentang pengertian manajemen “sebagai suatu ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasikan, serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan

C.    Manajemen Sebagai Seni dan Profesi

Selain manajemen sebagai bagian dari ilmu dan seni, manajemen juga dapat dikategorikan sebagai suatu profesi. Meskipun tidak jarang kadang ditengah kehidupan masyarakat sehari-hari masih terdengar ungkapan bahwa juru parker, supir bus, penjual baso, pedagang keliling sebagai suatu profesi. Salah kaprah memang, namun itu terjadi karena terminology profesi bagi kalangan luas dalam masyarakat diterjemahkan sebagai mata pencaharian atau pekerjaan.

Pada umumnya, profesi memang suatu jenis pekerjaan yang menjadi sumber menimba nafkah. Namun jika tidak dicermati ciri-cirinya, kita akan menemukan bahwa ia tidak sama artinya dengan pekerjaan pada umumnya. Seperti halnya dalam mengambil sebuah keputusan bagi seorang manajer dalam suatu manajemen perusahaan.

Karena itu, banyak usaha telah dilakukan untuk mengklasifikasikan manajemen sebagai suatu profesi. Darsono Wisadirana dalam bulu Kapita Selekta Kewirausahaan, memerinci karakteristik atau criteria dalam menentukan manajemen sebagai suatu profesi sebagai berikut :

  1. Para profesi membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum. Adanya pendidikan, kursu-kursus, dan program-program latihan formal menunjukan bahwa ada prinsip-prinsip manajemen tertentu yang dapat diandalkan.
  2. Para professional mendapatkan status mereka karena mencapai standar prestasi kerja tertentu, bukan karena favoritism atau karena suku bangsa atau agamanya dan criteria politik atau sosial lainnya.
  3. Para professional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat, dengan disiplin untuk mereka yang menjadi kliennya.

Adapun manajemen telah berkembang menjadi bidang yang semakin professional melalui perkembangan yang menyolok program-program latihan manajemen di universitas-universitas ataupun lembaga-lembaga manajemen swasta, dan melalui pengembangan para eksekutif organisasi (perusahaan).

Dengan demikian, menjadi seorang professional atau manajer professional berarti harus mempunyai kemampuan memecahkan masalah-masalah teknis dan etis dalam kaitannya dengan profesinya, yang merefleksikan kesadaran moral profesinya dan tanggung jawab keahliannya terhadap klien dan masyarakat luas. Dan seberapa jauh hal ini dilaksanakan akan menentukan seberapa tinggi tingkat profesionalitasnya. (Rissard Pehiadang, dkk., 1997 : 14)

D.    Manajemen dan Manajer

Sesuai dengan pengertian dan definisi-definisi diatas, pada dasarnya manajemen merupakan suatu proses mengenai perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengendalian dalam organisasi. Sedang, manajer adalah orang yang bertanggung jawab terhadap proses ini agar selalu berjalan dengan baik.

Husein Umar (2000 : 24-7), menjelaskan tugas-tugas manajer secara rinci tentang aspek-aspek yang dilakukan para manajer sebagai berikut :

  1. Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain,
  2. Manajer bertanggung jawab dan bertangung gugat,
  3. Manajer menyelaraskan tujuan yang saling bertentangan dan menentukan prioritas,
  4. Manajer berpikir secara analitis dan konseptual,
  5. Manajer adalah penengah (mediator),
  6. Manajer adalah politikus,
  7. Manajer adalah diplomat, dan
  8. Manajer pengambil keputusan yang sukar.

Berbeda dengan Husein Umar, ketika memberikan istilah pada penanggung jawab manajemen yaitu manajer meskipun dalam pengertian sama, Buchari Alma (2001 : 134), lebih memilih istilah eksekutif dari pada manajer.

Eksekutif ialah seseorang yang bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan orang lain yang ada dibawah pengawasannya. Dia adalah perantara antara perintah yang diberikan oleh administrasi dan pekerja. Eksekutif pun juga berperan sebagai seorang supervisor, ia harus mahir menerjemahkan policy perusahaan dan juga mampu membuat keputusan. Sebagai pembuat keputusan, seorang manajer atau eksekutif harus memiliki pengertian dan kemampuan dalam beberapa skill atau keterampilan khusus, yaitu :

  1. a.      Technical skills,
  2. b.      Human tealtion skills,
  3. c.       Conceptual skills,
  4. d.      Decision making skills, dan
  5. e.       Time management skills.

Kelima kemampuan keterampilan itulah yang harus ada pada seorang manajer atau eksekutif. Karena itu, untuk mencapai posisi ini seseorang harus :

1)      Mau bekerja keras (capacity for hardwork),

2)      Pandai bekerja sama dengan orang lain (getting things done with and through people),

3)      Penampilan yang baik (good appearance),

4)      Yakin (self confidence),

5)      Pandai membuat keputusan (making sound decision),

6)      Berpendidikan (college educationa),

7)      Ambisi untuk maju (ambition drive),

8)      Pandai berkomunikasi (ability to communicate).

Hal ini sebagaimana yang dicirikan oleh Husein Umar tersebut diatas. Namun demikian, untuk mencapai karir seperti itu biasanya secara normal harus melalui beberapa tahapan atau tingkatan-tingkatan manajemen / manajerial, sebagaimana yang akan diuraikan dibawah ini.

E.     Tingkatan Manajemen dan Manajer

Tingkatan manajemen dalam suatu organisasi memberikan gambaran tentang adanya pembagian golongan manajer. Manajer dalam suatu organisasi akan dibagi menjadi tiga golongan atau tingkatan yang berbeda, yaitu :

  1. Top level manager, ini berhubungan dengan pengambilan keputusan yang menyangkut perencanaan strategis (strategic decision making), seperti menetapkan tujuan perusahaan, membuat perencanaan dan mengatur strategi guna mencapai tujuan,
  2. Middle level manager, ini berhubungan dengan keputusan yang bersifat taktis (tactical decision making) guna melaksanakan strategi yan telah ditetapkan oleh top manager. Misalnya, merencanakan modal kerja, penjadwalan proses produksi, mengatur anggaran keuangan, mengatur tenaga kerja,
  3. Lower level manager, ini menyangkut masalah operasional, melaksanakan kegiatan pekerjaan dan selesai pada waktunya. Ia berhubungan dengan pekerjaan harian, menjaga kelancaran pekerjaan, menyiapkan surat-surat penjualan, pengiriman barang, dan sebagainya.

Pada tingkat manajer rendah (lower), para manajer ini akan banyak melaksanakan fungsi manajemen operatif. Semakin tinggi tingkatannya, mereka menjadi lebih banyak terlibat dengan kegiatan manajemen administrative. Tidak ada posisi manajer yang hanya melaksanakan salah satu tugas dari dua tugas manajemen. Setiap manajer akan melaksanakan dua tugas yaitu tugas operatif dan tugas administrative.

Advertisements