Tags

DASAR – DASAR MANAJEMEN – PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN

oleh : Dr. Hj. Retina Sri Sedjati, Apt., MM

A.    Teori Manajemen

Perkembangan teori manajemen sampai pada saat ini telah berkembang dengan pesat. Tapi sampai detik ini pula belum ada suatu teori yang bersifat umum ataupun berupa kumpulan-kumpulan hukum bagi manajemen yang diterapkan dalam berbagi situasi dan kondisi. Para manajemen banyak mengalami dan menjumpai pandangan-pandangan tentang manajemen, yang berbeda adalah dalam penerapannya.

Berdasarkan teori manajemen terdapat tiga aliran pemikiran manajemen dan dua pendekatannya. Tiga aliran pemikiran manajemen sebagai berikut :

  1. Aliran klasik yang terbagi dalam manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik.
  2. Aliran hubungan manusiawi, disebut sebagai aliran neoklasik atau pasca klasik.
  3. Aliran manajemen modern.

Adapun penjelasan dari masing-masing aliran pemikiran dan pendekatan manajemen sebagai berikut :

a.      Aliran Klasik

Ada dua tokoh manajemen yang mengawali munculnya manajemen, yaitu :

  1. Robert Owen (1771-1858)

Dimulai pada awal tahun 1800-an sebagai manajer pabrik pemintalan kapas di New Lanark, Skotlandia. Robert Owen mencurahkan perhatiannya pada penggunaan factor produksi mesin dan factor produksi tenaga kerja. Dari hasil pengamatannya disimpulkan bahwa, bilamana terhadap mesin diadakan suatu perawatan yang baik akan memberikan keuntungan kepada perusahaan, demikian pula halnya pada tenaga kerja, apabila tenaga kerja dipelihara dan dirawat (dalam arti adanya perhatian baik kompensasi, kesehatan, tunjangan dan lain sebagainya) oleh pimpinan perusahaan akan memberikan keuntungan kepada perusahaan. Selanjutnya dikatakan bahwa kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan dipengaruhi oleh situasi ekstren dan intern dari pekerjaan. Atas hasil penelitiannya Robert Owen dikenal sebagai Bapak Manajemen Personalia.

  1. Charles Babage (1792-1871)

Charles Babbage adalah seorang professor matematika dari Inggris yang menaruh perhatian dan minat pada bidang manajemen. Dia dipercaya bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada proses kerja akan menaikan produktivitas dari tenaga kerja menurunkan biaya, karena pekerjaan-pekerjaan dilakukan secara efektif dan efisien. Dia menganjurkan agar para manajer bertukar pengalaman dan dalam penerapan prinsip-prinsip manajemen. Pembagian kerja (devision of labour), mempunyai beberapa keunggulan, yaitu :

  • Waktu yang diperlukan untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang baru.
  • Banyaknya waktu yang terbuang bila seseorang berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain akan menghambat kemajuan dan ketrampilan pekerja, untuk itu diperlukan spesialisasi dalam pekerjaannya.
  • Kecakapan dan keahlian seseorang bertambah karena seorang pekerja bekerja terus menerus dalam tugasnya.
  • Adanya perhatian pada pekerjaannya sehingga dapat meresapi alat-alatnya karena perhatiannya pada itu-itu saja.

Kontribusi lain dari Charles Babbage yaitu mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan antara para pekerja dengan pemilik perusahaan, juga membuat skema perencanaan pembagian keuntungan.

Dari aliran klasik ini, maka, muncullah pemikiran (mazhab) atau teori manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik. Adapun tokoh-tokoh dari aliran manajemen ilmiah antara lain Frederick Winslow Taylor, Frank dan Lilian Gilbreth, Henry L. Gantt dan Harrington Emerson.

  1. Frederick Winslow Taylor

Pertama kali manajemen ilmiah atau manajemen yang menggunakan ilmu pengetahuan dibahas, pada sekitar tahun 1900-an. Taylor adalah manajer dan penasihat perusahaan dan merupakan salah seorang tokoh terbesar manajemen. Taylor dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah (scientific management).

Hasil penelitian dan analisanya ditetapkan beberapa prinsip yang menggantikan prinsip lama yaitu system coba-coba atau yang lebih dikenal dengan nama system trial and error. Hakekat pertama daripada manajemen ilmiah yaitu A great mental revolution, karena hal ini menyangkut manajer dan karyawan. Hakekat yang kedua yaitu penerapan ilmu pengetahuan untuk menghilangkan system coba-coba dalam setiap unsure pekerjaan.

Taylor mengemukakan empat prinsip Scientific Management, yaitu :

  1. Menghilangkan system coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan disetiap unsur-unsur kegiaran.
  2. Memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.
  3. Setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan didalam menjalankan tugasnya.
  4. Harus dijalin kerjasama yang baik antara pimpinan dengan pekerja.

Hal yang menarik dari pendapat Taylor salah satunya adalah mengenai posisi manajer. Dimana manajer adalah pelayan bagi bawahannya yang bertentangan dengan pendapat sebelumnya yang mengatakan bahwa bawahan adalah pelayan manajer. Oleh Taylor ini dinamakan studu gerak dan waktu (Time and a motion study).

  1. Henry Laurance Gantt (1861-1919)

Henry merupakan asisten dari Taylor, dia berdiri sendiri sebagai seorang konsultan, dimana titik perhatiannya pada unsur manusia dalam menaikkan produktivitas kerjanya. Adapun gagasan yang dicetuskannya yaitu :

  1. Kerjasama yang saling menguntungkan antara manajer dan tenaga kerja untuk mencapai tujuan bersama.
  2. Mengadakan seleksi ilmiah terhadap tenaga kerja.
  3. Pembayaran upah pegawai dengan menggunakan system bonus.
  4. Menggunakan instruksi kerja yang terperinci.
  5. Mary Parker Follett (1868-1933)

Follett menjembatani antara teori klasik dan hubungan manusiawi, dimana pemikiran Follett pada teori klasik tapi memperkenalkan unsur-unsur hubungan manusiawi. Dia menerapkan psikologi dalam perusahaan, industry dan pemerintahan. Konflik yang terjadi dalam perusahaan dapat dibuat konstruktif dengan menggunakan proses integrasi.

Sedangkan teori organisasi klasik merupakan bagian dari aliran klasik lainnya yang lebih mendasarkan pada penerapan operasional suatu organisasi. Tokoh-tokoh teori organisasi klasik antara lain yaitu : Henry Fayol, James D. Mooney, Mary Parker Follett dan Chaster I. Bernard.

  1. Henry Fayol (1841-1925)

Fayol adalah seoarng industrialis Perancis. Fayol mengatakan bahwa teori dan teknik administrasi merupakan dasar pengelolaan organisasi yang kompleks, ini diungkapkan dalam bukunya yang berjudul Administration Industrielle et General atau General and Industrial Management, yang ditulis pada tahun 1908 oleh Constance Storrs.

Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur yaitu : perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasikan dan pengawasan, fungsi ini dikenal sebagai fungsi onalisme.

Fayol selanjutnya membagi enam kegiatan manajemen, yaitu 1) Teknik Produksi dan Manufakturing Produk, 2) Komersial, 3) Keuangan, 4) Keamanan, 5) Akuntansi dan 6) Manajerial.

Henry Fayol juga mengemukakan 14 prinsip manajemen, yaitu :

  • Devision of Work dengan adanya spesialisasi dalam pekerjaan.
  • Authirity and Responsibility atau wewenang yaitu hak untuk member perintah dan kekuasaan untuk meminta dipatuhi,
  • Dicipline, yaitu melakukan apa yang sudah menjadi persetujuan bersama,
  • Unity of Command, Setiap bawahan hanya menerima instruksi dari seorang atasan saja untuk menghilangkan kebingungan dan saling lempar tanggung jawab,
  • Unity of Direction adalah One head and one plan or a group or activities having the same objective. Seluruh kegiatan dalam organisasi yang mempunyai tujuan sama harus diarahkan oleh seorang manajer.
  • Subordination of Individual Interest to Generale Interest. Kepentingan seseorang tidak boleh diatas kepentingan bersama atau organisasi.
  • Renumeration. Gaji bagi pegawai merupakan harga servis atau layanan yang diberikan, kompensasi.
  • Centralization. Standarisasi dan desentralisasi merupakan pembagian kekuasaan.
  • Sealar Chain (garis wewenang). Jalan yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dari dan kembali ke kekuasaan terakhir.
  • Order. Disini berlaku setiap tempat untuk setiap orang dan setiap orang pada tempatnya berdasarkan pada kemampuan.
  • Equity. Persamaan perlakuan dalam organisasi.
  • Stability of Tonure of Personel. Seorang pegawai memerlukan penyesuaian untuk mengerjakan pekerjaan barunya agar dapat berhasil dengan baik.
  • Initiative. Bawahan diberi kekuasaan dan kebebasan didalam mengeluarkan pendapatnya, menjalankan dan menyelesaikan rencanannya.
  • Esprit the Corps. Persatuan adalah keleluasaan, pelaksanaan operasi organisasi perlumemiliki kebanggaan, keharmonisan dan kesetiaan dari para anggotanya yang tercermin dalam semangat korps.
  1. Mary Parker Follett (1868-1933)

Follett menjembatani antara teori klasik dan hubungan manusiawi, dimana pemikiran Follett pada teori klasik tapi memperkenalkan unsur-unsur hubungan manusiawi. Dia menerapkan psikologi dalam perusahaan, industru dan pemerintahan. Konflik yang terjadi dalam perusahaan dapat dibuat konstruktif dengan menggunakan proses integrasi.

b.      Aliran Hubungan Manusiawi/Neo Klasik

Aliran timbul karena pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi produksi dan keselarasan kerja. Para pakar mencoba melengkapi organisasi klasik dengan pandangan sosiologi dan psikologi. Tokoh-tokoh aliran hubungan manusiawi antara lain Hugo Munsterberg dan Elton Mayo.

  1. Hugo Munsterberg (1862-1916)

Hugo merupakan pencetus psikologi industry sehingga dikenal sebagai bapak psikologi industry. Bukunya yaitu Psikology dan Industrial Efficiensy, menguraikan bahwa untuk mencapai tujuan produktivitas harus melakukan tiga cara pertama penemuan best possible person, kedua penciptaan best possible work dan ketiga penggunaan best possible effect.

  1. Elton Mayo

Terkenal dengan percobaan-percobaan Howt-horne, dimana hubungan manusiawi menggambarkan manajer bertemu atau berinteraksi dengan bawahan. Bila moral dan efisiensi kerja memburuk, maka hubungan manusiawi dalam organisasi juga akan buruk.

c.       Aliran Hubungan Modern/Ilmu Pengetahuan

Aliran hubungan modern dalam pengembangannya dibagi menjadi dua. Pertama, aliran hubungan manusiawi (perilaku organisasi), dan kedua, berdasar pada manajemen ilmiah dan operasi.

Aliran hubungan manusiawi atau disebut pula dengan perilaku organisasi disebarkan oleh tokoh-tokoh sebagai berikut :

  1. Douglas McGregor
  2. Frederick Herzberg
  3. Chris Argiris
  4. Edgar Schein
  5. Abraham Maslow
  6. Robert Blak dan Jane Mounton
  7. Rensistlikert
  8. Fred Feidler

Daripada itu, aliran hubungan manusia atau perilaku organisasi mempunyai prinsip sebagai berikut :

  1. Manajemen tidak dapat dipandang sebagai proses teknik secara ketat (peranan, prosedur dan prinsip).
  2. Manajemen harus sistematis, pendekatannya harus dengan pertimbangan konservatif.
  3. Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi.
  4. Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan
  5. B.     Pendekatan Manajemen

Selain teori-teori manajemen sebagaimana tersebut diatas, juga terdapat sisi lain dari teori manajemen yaitu dua pendekatan manajemen sebagaimana akan dijelaskan :

1.      Pendekatan Sistem

Pendekatan ini memandang organisasi sebagai satu kesatuan yang saling berinteraksi yang tak terpisahkan. Organisasi merupakan bagian dari lingkungan eksternal dalam pengertian luas. Sebagai suatu pendekatan system manajemen meliputi system umum dan system khusus serta analisis tertutup maupun terbuka.

Pendekatan system umum meliputi konsep-konsep organisasi formal dan teknis, filosofis dan sosio psikologis. Analisis system manajemen spesifik meliputi struktur organisasi, desain pekerjaan serta pengawasan.

Secara praktis dan pragmatis, pendekatan system menawarkan suatu alat untuk melihat kegiatan intern dan ekstern dari perusahaan. Pendekatan system ini berkaitan dengan masalah-masalah yang melibatkan semua komponen secara bersama-bersama. Dalam pemasaran, misalnya, mengambil keputusan tentang harga memerlukan pertimbangan menyangkut pengaruh pada kesan produk (product image), penualan unit, jaringan distribusi, dan seterusnya.

Jadi pendekatan system merupakan metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah bisnis dengan mengidentifikasi bagian-bagian utama dari suatu masalah dan hubungan mereka.

2.      Pendekatan Kontingensi

Pendekatan kontingensi digunakan untuk menjembatani celah antara teori dan praktek senyatanya. Biasanya antara teori dengan praktek tidak saling mendukung tapi bertentangan dan bersebgrangan, maka harus memperhatikan lingkungan sekitarnya, Kondisi lingkunagn akan memerlukan aplikasi konsep dan teknik manajemen yang berbeda.

Advertisements