Tags

MALAIKAT DALAM NARASI ALQURAN

JUMLAH DAN TUGAS MALAIKAT

Dikutip dari : Tabloid Hidayah

“Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan, dan malaikat-malaikat yang terbang dengan kencangnya, dan malaikat-malaikat yang menyebarkan rahmat (Tuhan) dengan seluas-luasnya, serta malaikat-malaikat yang membedakan antara yang hak dan bathil dengan sejelas-jelasnya, dan malaikat-malaikat yang menyampaikan wahyu dalam rangka menolak dalih atau memberi peringatan” (Q.S. Al-Mursalaat : 77)

Berapakah Jumlah Malaikat?

Mengupas tugas-tugas malaikat berarti juga menyinggung bilangannya. Sebab, makhluk yang selalu kudus ini memang dianugerahi Allah SWT kewenangan dan kelebihan sendiri-sendiri untuk menjalankan perintah-Nya. “Tiada satu pun diantara kamu (malaikat) melaikan mempunyai kedudukan yang tertentu” Demikian penuturan malaikat yang diabadikan dalam Al-Quran, surah As-Shaffaat, ayat 164. Dan sejatinya jumlah malaikat itu tidak dapat diketahui secara pasti kecuali oleh Allah SWT sendiri. “Dan tidak ada yang mengetahui tentara (malaikat) Tuhanmu melainkan Dia sendiri….” (Q.S. Al-Mudatsir : 31)

Kendati demikian, pada beberapa ayat atau hadist banyak informasi yang menerangkan jumlah malaikat dalam bilangan-bilangan tertentu, meski keterangan dalam nash itu tetap tidak dapat dijadikan tolak ukur ketepatan bilangan malaikat. Dalam Al-Quran, misalnya firman-firman sebagai berikut : “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu diatas (kepala) mereka”. (Q.S. Al-Haaqah : 17) “Diatasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)” (Q.S. Al-Mudatsir : 30) atau juga firman, “Sesungguhnya kami benar-benar bershaf-shaf (dalam menunaikan perintah Allah)”. (Q.S. As-Shafat : 165)

Sementara dalam Al-Hadist, sabda-sabda Nabi yang menunjukan hal tersebut diantaranya; “Neraka jahanam pada hari kiamat memiliki tujuh puluh ribu kendali, setiap kendali ditarik oleh tujuh puluh ribu malaikat”. (H.R.Muslim) atau juga sabda yang berbunyi, “Ini adalah Al-Bait Al-Ma’mur, setiap hari tujuh puluh ribu malaikat shalat disana, dan yang telah shalat tidak lagi kembali sesudahnya”. (H.R.Bukhari)

Beragam Tugas Malaikat

Pada hakekatnya, sebagai utusan Allah, malaikat mempunyai dua tugas besar. Yaitu pertama, sebagai pengatur ekosistem tata surya dan kedua, sebagai penyampai pesan-pesan-Nya kepada manusia pilihan, Nabi dan Rasul. Dan, tugas kedua ini, menurut Afif Abdul Fattah Thabbrah, sebagaimana dikatakan Ahmad Banzi dalam Malaikat di Antara Kita : Pandangan Muhammad Abduh Tentang Dunia Malaikat, merupakan tugas pokok malaikat. Pembebanan dua tugas pokok tersebut, sesungguhnya adalah suatu pelayanan dan perlindungan bagi kehidupan manusia, baik dikehidupan dunia maupun di akhirat kelak. Karena itu, secara global (ijmali), sebagaimana layaknya jumlah malaikat, tugas dan fungsi malaikat pun tidak bisa diketahui secara pasti oleh manusia. Kendati demikian, secara terperinci (tafshili) berdasarkan keterangan yang jelas-jelas disebutkan dalam Al-Quran, eksistensi tugas malaikat dengan gambalang diuraikan sebagai berikut.

Diantaranya ; pertama, Jibril yang didalam Al-Quran sering disebut Ruh Al-Amin atau Ruh Al-Qudus. Tugasnya menyampaikan wahyu ilahi kepada para Nabi dan Rasul-Nya. “Dan sesungguhnya Al-Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam. Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril).” (Q.S. Asy-Syu’ara : 193) Dalam ayat lain juga dikatakan, “Katakanlah : “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Quran itu dari Tuhanmu dengan benar untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (Q.S. An-Nah : 102) Selain Jibril as. Bertugas menyampaikan wahyu kepada Rasul, ia juga sering kali bertugas menyampaikan ajaran-ajaran agama melalui Nabi Muhammad kepada sahabat-sahabat beliau.

Kedua, Mikail yang bertugas menurunkan hujan dan mendermakan rezeki sesuai apa yang diperintahkan Allah. Memang, secara tegas, Al-Quran tidak menyinggung fungsi malaikat Mikail, tetapi dari As-Sunnah diperoleh informasi ihwal tugasnya tersebut. Seperti hadis Ibnu Abbas yang diriwayatkan Ath-Thabrani. Rasulullah saw berkata kepada malaikat Jibril, “Apakah gerangan tugas yang dibebankan kepada Mikail?” Malaikat Jibril menjawab, “ia ditugaskan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan menurunkan air hujan.”

Ketiga, Israfil. Malaikat ini bertugas membentuk manusia berdasarkan tiupan sangkakala Allah. Ada tiga tiupan yang ditugaskan Allah kepada Israfil, yaitu tiupan kehidupan (nafkhah al-faza’), tiupan kematian (nafkhah al-sha,aq), dan tiuppan kebangkitan kembali (nafkhah al-qiyam) menuju Tuhan Penguasa Alam. Ketiga malaikat diatas merupakan kepala para malaikat. Begitu Abdul Hamid Kisyik diambil berdasarkan do’a Rasulullah saw yang menyebutkan tiga malaikat dalam kata-katanya. Bunyinya, “Ya Allah! Rabb Jibril, Mikail dan Israfil, Pencipta langit dan bumi serta Yang Mengetahui hal-hal gaib dan nyata, Engkau menghakimi berbagai pertentangan dan perselisihan yang terjadi diantara hamba-hamba-Mu. Berilah aku petunjuk tentang kebenaran yang dipertentangkan didalamnya dengan izin-Mu.”

Keempat, Izra’il yang bertugas mencabut ruh. Malaikat yang satu ini sering juga disebut dengan malak al-maut (malaikat kematian). “Katakanlah : Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.” (Q.S. As-Sajadah : 11) Dalam menunaikan tugasnya, malaikat ini mempunyai banyak pembantu, yang datang kepada manusia untuk mencabut ruh sesuai dengan amalnya.

Kelima, Malik yang bertugas sebagai pempinan malaikat penjaga neraka. “Mereka berseru: “Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja” Dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal (dineraka ini).” (Q.S. Az-Zukhruf : 77)

Keenam, malaikat Ridwan yang bertugas sebagai pimpinan malaikat penjaga surga. “Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Tuhannya dibawa kedalam surga berombong-rombong (pula). Sehingga apabila mereka sampai kesurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal didalammnya. (Q.S. Az-Zumar : 73)

Ketujuh, Munkar dan Nakir. Dua malaikat ini adalah penjaga kubur. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Jika mayat telah dikuburkan, ia akan didatangi dua orang malaikat berwarna hitam dan biru tua. Yang pertama disebut Munkar dan yang kedua disebut Nakir…” (H.R. Tirmidzi)

Kedelapan, malaikat hafazhah, yaitu malaikat yang bertugas mencatat amal manusia yang baik maupun buruk. Malaikat ini disebut pula dengan malaikat Raqib, yang bertugas mencatat amal baik manusia, dan malaikat ‘Atid yang bertugas mencatat amal buruk manusia. “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melaikan ada didekatnya Roqibun ‘Atiid”. (Q.S. Qaff: 18)

Menurut sebagian ulama, sebagaimana dilansir Prof. M. Quraish Shihab dalam buku Yang Tersembunyi : Jin, Iblis, Setan dan Malaikat dalam Al-Quran As-Sunnah serta Wawasan Pemikiran Ulama Masa Lalu dan Masa Kini, kata Raqibun ‘ Atiid dalam ayat tersebut dipahami sebagai “pengawas yang selalu hadir”. Dua malaikat pencatat amal manusia ini senantiasa saling “komunikasi” tentang perbuatan manusia, yakni tentang apa dan bagaimana seharusnya ditulis atau dihukumi.

Dikatakan dalam hadits Nabi saw, “Malaikat pencatat kebaikan berada disamping kanan, dan malaikat pencatat keburukan berada disamping kiri. Malaikat pencatat kebaikan adalah pimpinan bagi malaikat pencatat keburukan. Apabila seseorang itu berbuat satu kebaikan, maka malaikat samping kanan akan mencatat sepuluh kebaikan padanya, tetapi jika berbuat satu keburukan dan malaikat samping kiri hendak mencatatnya, maka malaikat samping kanan (pencatat kebaikan) menginstruksikan kepada malaikat samping kiri (pencatat keburukan), “Tangguhkanlah!” Lalu malaikat samping kiri menangguhkan (pencatatan amal kejelekan itu) selama tujuh jam. Jika orang itu memohon ampunan (istighfar) kepada Allah maka tidaklah dicatat baginya kejelekan itu, tetapi jika tidak istighfar maka dicatat baginya satu kejelekan.” (H.R. Baghdadi, dari sahabat Abu Umamah)

Kesembilan, malaikat penjaga manusia diwaktu diam dan bergerak, diwaktu tidur dan bangun, siang dan malam, dan disegala keadaan. Malaikat-malaikat ini disebut Al-Mu’aqqibat (malaikat penjaga). “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya secara bergiliran, dimuka dan dibelakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah…” (Q.S. Ar-Ra’d : 10-11)

Imam Mujahid berkata, “Tidak ada seorang hamba pun kecuali ia memiliki malaikat yang ditugaskan menjaga dirinya dalam tidur maupun sadarnya dari (kejahatan) jin, manusia dan singa. Tidak ada sesuatu pun yang mendatanginya kecuali mengatakan kepadanya bahwa malaikat ada dibelakangnya, melaikan bila sesuatu itu memang diizinkan Allah SWT, maka niscaya akan mengenainya.”

Kesepuluh, malaikat pemberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin ketika mereka meninggal dunia dan pada hari kiamat. Sebagaimana firman Allah dalam surag Fushsilat ayat 30-32, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah, ‘kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan),’janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan diakhirat…”

Demikianlah sekelumit nama-nama malaikat dan tugasnya yang disebutkan dalam Al-Quran dan As-Sunnah. Meskipun begitu, para ulama memahami adanya malaikat yang berfungsi dalam mengurusi berbagai hal atau persoalan. Misalnya, ada malaikat penjaga rahim ibu disaat hamil, malaikat penjaga ‘Arsy dan penurunan azab, malaikat penjaga majelis ta’lim atau majelis zikir, dan lain-lainnya. Semua malaikat tersebut adalah cuplikan kecil dari segenap malaikat Allah, yang tak mungkin dieja oleh kekuatan analisis pikir dan zikir manusa, karena keluasan dan kebesaran hanya ada pada kewenangan-Nya.