Tags

,

AUDIT LAPORAN KEUANGAN PT SEPATU BATA Tbk

TAHUN 2012 – ITEM PENGUNGKAPAN BERKAITAN DENGAN PENJUALAN

[ PSAK 2 , PSAK 14 , PSAK 23 , PSAK 60 ]

 Logo_Unswagati

KELOMPOK :

ALLAN M.Z.K       [111040101]

ANITA MULIA       [111040107]

EPI LINAH            [111040109]

IRA YULIANI        [111040124]

TURINI                 [111040131]

PROGRAM STUDI EKONOMI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

Laporan Keuangan PT Sepatu Bata Tbk :  BATA_LK Audit 2012

No

Item Pengungkapan Skor  
  I PSAK No 23 (Pendapatan/Penjualan)    
1 a) kebijakan akuntansi yang digunakan untuk pengakuan 1 hal 14
    pendapatan,  termasuk  metode  yang  digunakan  untuk
    menentukan  tingkat  penyelesaian  transaksi  yang
    melibatkan pemberian jasa; (hal 12)
2 b) jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang
    diakui  selama  periode  tersebut,  termasuk  pendapatan
    yang berasal dari: (hal 12)
    (i) penjualan barang;
    (ii) penjualan jasa;
    (iii) bunga;
    (iv) royalti;
    (v) dividen; dan 1 hal 2
3 c) jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang
    atau jasa yang tercakup dalam setiap kategori signifikan
    dari pendapatan. (hal 12) 1 hal 9
  II PSAK No 14 (Persediaan)
4 a) kebijakan akuntansi yang digunakan dalam
    pengukuran persediaan, termasuk rumus biaya yang
    digunakan; (hal 11) 1 hal 9
5 b) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai
    tercatat menurut klasifikasi yang sesuai bagi entitas; (hal 11) 1 hal 34
6 c) jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan nilai
    wajar dikurangi biaya untuk menjual; (hal 12) 1 hal 10
7 d) jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama
    periode berjalan; (hal 12) 1 hal 34
8 e) jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai
    pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai
    beban dalam periode berjalan sebagaimana dijelaskan
    pada paragraf 32; (hal 12) 1 hal 34
9 f) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan
    nilai yang diakui sebagai pengurang jumlah
    persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode
    berjalan sebagaimana dijelaskan pada paragraf 32; (hal 12) 1 hal 34
10 g) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan
    nilai persediaan yang diturunkan sebagaimana
    dijelaskan pada paragraf 32; dan (hal 12) 1 hal 34
11 h) nilai tercatat persediaan yang diperuntukkan sebagai
    jaminan kewajiban. (hal 12) 0
  III PSAK No 2 ( Laporan Arus Kas – Kas dan Setara Kas )
12 a) Entitas mengungkapkan komponen kas dan setara
    kas serta menyajikan rekonsiliasi jumlah tersebut dalam
    laporan arus kas dengan pos yang sama yang disajikan dalam
    laporan posisi keuangan. (hal 16) 1 hal 32
 

 

13 

 

b)

 

Entitas mengungkapkan jumlah saldo kas dan setara    kas yang signifikan yang tidak dapat digunakan oleh grup    usaha, beserta komentar manajemen.  (hal 16)0  IVPSAK No 14 ( Persediaan – Biaya Persediaan / HPP )  14a)Biaya persediaan harus meliputi semua biaya    pembelian, biaya konversi, dan biaya lain yang timbul    sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat    ini. (hal 4)1hal 3615VPSAK No 60 ( Instrumen Keuangan Pengungkapan – Resiko Kredit/Kerugian Piutang )    Entitas  mengungkapkan  berdasarkan  kelompok    instrumen keuangan: (18 )  16a)jumlah  yang  paling  mewakili  nilai  maksimal  eksposur    risiko  kredit  pada  akhir  periode  pelaporan  tanpa    memperhitungkan agunan yang dimiliki atau peningkatan    kualitas  kredit  (credit  enhancement)  lain  (misalnya    penyelesaian secara neto yang tidak menenuhi syarat saling    hapus sesuai dengan PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen    Keuangan: Penyajian);0 17b)mengacu ke jumlah yang diungkapkan dalam butir (a),    uraian  dari  agunan  yang  dimiliki  sebagai  jaminan  dan    peningkatan kualitas kredit lainnya;0 18c)informasi mengenai kualitas kredit dari aset keuangan yang    belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai;    dan1hal 3319d)jumlah tercatat aset keuangan yang belum jatuh tempo atau    tidak mengalami penurunan nilai yang telah dinegosiasi     1hal 33  PSAK No 60 (Instrumen Keuangan Pengungkapan – Penyisihan Kerugian Kredit / Cadangan Kerugian Piutang)  20a)Ketika  aset  keuangan  mengalami  penurunan  nilai    karena kerugian kredit dan entitas mencatat penurunan nilai    dalam pos terpisah (misalnya pos penyisihan digunakan untuk    mencatat  penurunan  nilai  individual  atau  pos  serupa  yang    digunakan untuk mencatat penurunan nilai kolektif atas aset    keuangan) daripada secara langsung mengurangi nilai tercatat    aset keuangan, maka entitas mengungkapkan suatu rekonsiliasi    perubahan  pada  akun  tersebut  selama  periode  untuk  setiap    kelompok aset keuangan. (hal 8 )1hal 32- 3320Total Skor16

Perhitungan nilai pengungkapan PT Sepatu Bata pada laporan keuangan tahun 2012 :

cats

Kesimpulan : Wajar dengan pengecualian bahwa nilai pada akun persediaan “dalam catatan laporan keuangan nilai tercatat persediaan yang diperuntukkan sebagai jaminan tidak ada” , akun kas dan setara kas “dalam catatan laporan keuangan tidak dijelaskan jumlah saldo kas dan setara kas yang signifikan yang tidak dapat digunakan oleh grup usaha beserta komentar manajemennya”, akun piutang “dalam catatan laporan keuangan tidak di informasikan jumlah yang paling mewakili nilai maksimal dari risiko kredit (piutang)”serta “tidak adanya uraian dari agunan”.

Perbandingan antara hasil diatas dengan opini auditor yang ada pada laporan keuangan : Terdapat perbedaan, disisi hasil diatas bahwa pada laporan keuangan PT Sepatu Bata Tbk mendapat predikat wajar dengan pengecualian, sedangkan pada sisi opini auditor di laporan keuangan mengatakan bahwa laporan keuangan disusun secara wajar dalam semua material.

Faktor apa yang menentukan opini seorang auditor :

Faktor-Faktor yang Mempengeruhi Opini Auditor

 

Opini audit merupakan suatu simbol kepercayaan publik terhadap kredibilitas dan kehandalan informasi yang terkandung dalam suatu laporan keuangan. Dalam perkembangannya, peran opini audit menjadi penting dalam kaitannya dengan citra perusahaan di mata para pengguna laporan keuangan, diantaranya para pemegang saham, investor, kreditor, pemerintah, dan masyarakat umum.

Pada tahap akhir penugasannya, auditor harus menerbitkan Audit Report (Laporan Auditor). Berdasarkan bentuknya Audit Report ada 2 jenis[1]: (1) Laporan Auditor Bentuk Baku dan (2) Laporan Auditor modifikasi dari Laporan Auditor Bentuk Baku (dapat berupa modifikasi kata atau penambahan explanatory paragraph).

Laporan bentuk baku dengan unqualified opinion digunakan apabila terdapat keadaan berikut:

  • Seluruh (empat) basic financial statements tercakup dalam laporan keuangan yang diaudit
  • Ketiga Standar Umum telah dilaksanakan secara sepenuhnya.
  • Bukti audit yang memadai telah dikumpulkan dan ketiga Standar Pekerjaan
  • Lapangan telah dilaksanakan oleh Auditor Laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan SAK/GAAP dan dilaksanakan secara konsisten.
  • Tidak ada kondisi yang memerlukan paragraf penjelas (explanatory paragraph) atau modifikasi kalimat (modified wording) dalam laporan

Kondisi tertentu dalam pelaksanaan audit memerlukan variasi tertentu dari laporan auditor bentuk baku. Salah satunya adalah ketika sebagian penugasan audit dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik Lain. Apabila penugasan kita melibatkan auditor lain, maka terdapat beberapa alternatif tanggung jawab yang dapat kita ambil, yaitu:
1. Mengambil Tanggung Jawab

  • Kita sebagai auditor utama akan mengambil tanggung jawab dari Auditor lain dan tidak ada referensi yang dibuat untuk auditor lain apabila: (i) auditor lain mengaudit proporsi yang tidak material, (ii) auditor lain tsb sangat terkenal atau disupervisi secara ketat, atau (iii) auditor utama melakukan review yang mendalam terhadap pekerjaan auditor lain.
  • Laporan audit bentuk baku diterbitkan

2. Membagi Tanggung Jawab

  • Apabila kita sebagai auditor utama dapat memutuskan untuk membagi tanggung jawab apabila: (i) proporsi yang diaudit auditor lain cukup material, atau (ii) review terhadap pekerjaan auditor lain tidak dapat dilakukan.
  • Auditor lain juga bertanggungjawab apabila terjadi tuntutan hukum atas hasil audit
  • Dilakukan modifikasi pada ketiga paragraf Laporan Audit bentuk baku

3. Tidak Mau Mengambil Tanggung Jawab

  • Apabila kita sebagai auditor utama tidak mau mengambil tanggung jawab atas hasil audit yang dilakukan oleh auditor lain
  • Opini wajar dengan pengecualian (qualified) atau tidak memberi pendapat (disclaimer) dapat diberikan, tergantung tingkat materialitas scope yang diperiksa auditor lain

Untuk alternatif kedua, dimana auditor utama mau membagi tanggung jawab dengan auditor lain yang yang mengaudit sebagian laporan keuangan, maka Laporan Audit Bentuk Baku dengan Modifikasi Kata harus diberikan.

Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi opini audit,[2] diantaranya adalah: perubahan dalam dewan direksi, komite audit, dan kondisi kesehatan keuangan perusahaan. Dewan direksi mewakili pihak manajemen merupakan pihak yang bertanggung jawab atas pelaporan keuangan perusahaan, termasuk kecukupan pengungkapan-pengungkapan yang
diperlukan, salah satunya mengenai rencana-rencana manajemen untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan kelangsungan hidup perusahaan. Dalam penyusunan laporan keuangan, dewan direksi dapat dibantu oleh komite audit. Salah satu tugas komite audit adalah memastikan bahwa asumsi going concern diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan, dan pengungkapan-pengungkapan yang diperlukan telah cukup diungkapkan. Kinerja dewan direksi dan komite audit dalam proses penyusunan laporan keuangan sebagaimana telah dipaparkan akan mempengaruhi auditor dalam memberikan opini going concern. Selain itu, proses pernyataan opini auditor juga dapat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan keuangan perusahaan yang diaudit, karena selain memperhatikan kesesuaian penyajian laporan keuangan dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum, auditor juga harus mempertimbangkan masalah kesangsian terhadap kelangsungan hidup perusahaan.

 

Jenis-jenis opini yang lazim diberikan oleh auditor ketika mengaudit laporan keuangan adalah: Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion), Wajar Tanpa Pengecualian dengan bahasa penjelasan (Unqulified Opinion with explanatory language), Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion), Tidak Wajar (Adverse Opinion), dan Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer Opinion). Masing-masing opini diberikan sesuai dengan kriteria tertentu yang diketemukan selama proses audit. Pendapat auditor yang dituangkan dalam laporan audit paling umum adalah laporan audit standar yang unqualified, yang biasa juga disebut laporan standar bentuk pendek. Bentuk laporan ini digunakan apabila terdapat keadaan berikut:[3]

 

ü   Bukti audit yang dibutuhkan telah terkumpul secara mencukupi dan auditor telah menjalankan tugasnya sedemikian rupa, sehingga ia dapat memastikan bahwa ketiga standar pelaksanaan kerja lapangan telah ditaati;

 

ü  Ketiga standar umum telah diikuti sepenuhnya dalam perikatan kerja;

 

ü       Laporan keuangan yang diaudit disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang lazim yang berlaku di Indonesia yang diterapkan pula secara konsisten pada laporan-laporan sebelumnya. Demikian pula penjelasan yang mencukupi telah disertakan pada catatan kaki dan bagian-bagian lain dari laporan keuangan;

 

ü          Tidak terdapat ketidakpastian yang cukup berarti (no material uncertainties) mengenai perkembangan di masa mendatang yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya atau dipecahkan secara memuaskan.

 

Menurut SPAP (PSA 29 SA Seksi508) ada 5 jenis pendapat akuntan, yaitu:

1. Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)

Akan diberikan oleh akuntan publik jika auditor telah melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan standar auditing yang telah ditetapkan, dan telah mengumpulkan bahan-bahan pembuktian yang cukup untuk mendukung opininya, serta tidak menemukan adanya kesalahan material atau penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum.

2. Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan bahasa penjelasan (Unqulified Opinion with explanatory language.

Akan diberikan oleh akuntan publik jika terdapat keadaan yang mengharuskan auditor menambahkan paragraf penjelasan dalam laporan audit, meskipun tidak mempengaruhi pendapat wajar tanpa pengecualian yang dinyatakan oleh auditor.

Misal:

  •   Pendapat sebagian didasarkan atas laporan auditor independen lain
  •  Adanya keadaan-keadaan yang luar biasa.
  • Diantara dua periode akan terdapat suatu perubahan material dalam penggunaan prinsip akuntansi atau dalam metode penerapannya.
  • Keadaan yang berhubungan dengan laporan audit atas laporan keuangan komparatif.
  • Data keuangan kuartalan yang diharuskan oleh BAPEPAM, namun tidak disajikan atau tidak review.
  1. Pendapat Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion)

Laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, kecuali untuk dampak hal berkaitan dengan yang dikecualikan yang pendapat ini diberikan bilamana:

 

  • Ketiadaan bukti kompeten yang cukup atau adanya pembatasan terhadap lingkup audit, dan ia berkesimpulan bahwa ia tidak dapat menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian, dan ia berkesimpulan tidak menyatakan tidak memberikan pendapat.

 

  • Auditor yakin, atas dasar auditnya, bahwa laporan keuangan berisi penyimpangan dari SAK, yang berdampak material, dan ia berkesimpulan untuk tidak menyatakan pendapat tidak wajar.

 

  1. Pendapat Tidak Wajar (Adverse Opinion)

Laporan keuangan menyajikan secara tidak wajar posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Pendapat ini diberikan bila menurut pertimbangan auditor, laporan keuangan secara keseluruhan tidak disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Auditor harus menjelaskan dalam paragraf terpisah sebelum paragraf pendapat dalam laporannya, seperti semua alasan yang mendukung pendapat tidak wajar dan dampak utama hal yang menyebabkan pemberian pendapat tidak wajar terhadap posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas.

 

  1. Pendapat Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer Opinion)

Suatu pernyataan tidak memberikan pendapat menyatakan bahwa auditor tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan. Auditor dapat tidak menyatakan suatu pendapat bilamana ia tidak dapat merumuskan atau tidak merumuskan suatu pendapat tentang kewajaran laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum di Indonesia. Jika auditor tidak melaksanakan audit yang lingkupnya memadai untuk memungkinkannya memberikan pendapat atas laporan keuangan.