Tags

,

Dasar-dasar Intelegensi Bisnis : Basis Data dan Manajemen Informasi

Ditujukan sebagai tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen

 Logo_Unswagati

KELOMPOK :

ALLAN M.Z.K (111040101)

FITRI FAWZIA FAJRY (111040104)

IIP SHOFIANAH (111040117)

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam penulisan selanjutnya.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

 

                                                                                                Cirebon, Maret 2012

 

                                                                                                            Penyusun

BAB 1

PENDAHULUAN

 

basis data (bahasa Inggrisdatabase), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.

Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

 

BAB 2

Dasar-dasar Intelegensi Bisnis : Basis Data dan Manajemen Informasi

 

  1. Mengorganisasikan Data dalam Lingkungan File Tradisional

Sebuah sistem informasi yang efektif menyediakan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan bagi para penggunanya. Informasi yang akurat tidak memiliki kesalahan. Informasi yang tepat waktu dapat dipakai oleh pembuat keputusan ketika dibutuhkan. Informasi yang relevan artinyainformasi itu sangat berguna dan tepat untuk jenis pekerjaan dan keputusan yang membutuhkannya.

  1. Prinsip-prinsip sistem manajemen basis data danfitur basis data relasional

            Sistem manajemen basis data (database management system-DBMS) terdiri atas peranti lunak yang memungkinkan dilakukannya pemusatan data dan manajemen data sehingga kegiatan bisnis mempunyai sumber yang konsisten untuk semua data yang dibutuhkan. Fitur yang paling penting dari DBMS adalah kemampuannya memisahkan tampilan data secara logis dan fisik. Pengguna bekerja dengan tampilan logis. DBMS mencari informasi sehingga pengguna tidak perlu memikirkan lokasi fisiknya. Basis data relasional adalah metode utama untuk mengorganisasikan dan memelihara data dalam sistem informasi saat ini. Basis data relasional menyusun data ke dalam tabel dua dimensi dengan baris dan kolom yang disebut relasi.

  1. Prinsip-prinsip yang pentingdalam perancangan basis data

Mendesain basis data membutuhkan rancangan logis dan rancangan fisik.Rancangan logis memodelkan basis data dari sebuah perspektif bisnis.Model data organisasi seharusnya menggambarkan proses-proses bisnis dan kebutuhan pengambilan keputusan yang penting.

Basis data relasional yang dirancang dengan baik tidak akan mempunyai hubungan banyak ke banyak, dan semua atribut untuk entitas tertentu hanya akan digunakan pada entitas itu. Rancangan basis data juga memerhatikan apakah seluruh basis data atau sebagian dari basis data dapat didistribusikan kepada lebih dari satu lokasi untuk meningkatkan respons dan memperkecil kerentanan dan mengurangi biaya. Terdapat dua jenis utama dari basis data terdistribusi: basis data yang direplikasidan basis data terpartisi.

  1. Mengevaluasiberbagaiperangkatdantekhnologipenyediaaninformasidari basis datauntukmeningkatkankinerjabisnisdan proses pengambilankeputusan

            alat yang tangguh tersedia untuk menganalisis dan mengakses informasi di dalam basis data. Gudang data menggabungkan data saat ini dan data terdahulu dari berbagai sistem operasional yang berbeda dalam sebuah basis data pusat yang dirancang untuk pelaporan dan analisis. Gudang data mendukung analisis data multidimensi, juga dikenal sebagai pemrosesan analitis online (online analytical processing-OLAP). OLAP merepresentasikan hubungan diantara data seperti struktur multidimensi, yang dapat dilihat sebagai kubus data dan kubus didalam kubus data, sehingga analisis data yang lebih rumit dapat dilakukan.

  1. Menilaiperankebijakaninformasi,administrasidata,danpenjaminankualitasdata dalammanajemensumberdaya data organisasional

Mengembangkanlingkungan basis data membutuhkankebijakandanproseduruntukmengelola data organisasidanjuga model data dantekhnologi basis data yang baik. Kebijakan informasi yang formal mengelola pemeliharaan, distribusi, danpenggunaaninformasididalamorganisasi.Data yang tidakakurat, tidaklengkap, atau tidak konsisten dapat menimbulkan masalah operasional dan keuangan yang serius untuk bisnis karena dapat menciptakan ketidaktepatan dalam harga produk, rekening pelanggan, dan data persediaan, yang dapat berlanjut pada diambilnya keputusan yang salah untuk bertindak. Hal ini meliputi penggunaan standar data secara keseluruhan perusahaan, basis data yang dirancang untuk meminimalisasikan inkonsistensi dan redundansi data, audit kualitas data, dan peranti lunak pembersihan data.

  1. KonsepPengorganisasian File                    

a)      Masalah dengan Lingkungan File Tradisional

            Pada kebanyakan organisasi, file data dan sistem cenderung bertumbh secara mandiri tanpa rencana menyeluruh untuk perusahaan. Akuntansi, keuangan, manufaktur, sumber daya manusia, juga penjualan dan pemasaran, semuanya berkembang dengan sistem dan file datanya sendiri. Contoh melalui pendekatan tradisional terhadap pemrosesan suatu informasi. Suatu aplikasi membutuhkan file dan program computer sendiri untuk dapat bekerja.

Sebagai contoh aplikasi yang menggunakan pendekatan tradisional :

1)      Departemen SDM mempunyai file master personalia, file penggajian, file asuransi kesehatan, file pensiun, file daftar alamat.

2)      Departemen Keuangan mempunyai file penggajian, file pensiun, file daftar utama karyawan untuk kegiatanpembayaran gaji.

 

b)     RedundansidanInkonsistensi

Redundasi data merupakanadanyaduplikasi data dalambeberapa file data yang samadisimpan didalamlebihdarisatulokasi. Redundasi data terjadikelompok yang berbeda di dalamsuatuorgainisasimendapatkan data yang samasecaraindependendanmenyimpannyasecaraindependenjuga. Redundasi data menghabiskantempatpenyimpanan data danmenimbulkaninkonsistensi data, dalamartiatribut yang samamungkinnilai yang berbeda.

ContohRedundasiyaitu:

  • Didalamsistem yang menggunakan input indentitasmahasiswatapi di sistem yang lainmenginputnyamenggunakanindentitassaja.
  • Padasistempengkodean yang berbeda ,misanyapadatokopakaianmengguanakankode yang berbedapadapenjualan, persediaan, dansistemproduksidengankode yang digunakanuntukmengkodeukuran pakaian yang dijualkepelanggan.

c)      Ketergantungan Program Data

Ketergantungan program data mengacupadapasangan data yang tersimpandalam file dan program tertentu. Perubahanpadasuatuprogram ,jugamempengaruhiperubahan file danjuga data. Karena file merupakankumpulan data yang  telahdikumpulkan.

d)     KurangnyaFleksibilitas

Sistem file yang tradisionaldapatmengirimjadwalrutinsetelahdilakukanpemrograman yang ekstensif, tetapitidakdapatmengirimlaporankhususatautidakmeresponkebutuhaninformasi yang tidakdiantisipasitepatwaktu. Informasi yang dibutuhkanolehpermintaankhusustersimpan di suatutempatdalamsuatusistem, tetapiterlalumahaluntukdicari.

e)      Keamanan yang buruk

Karenakendalipada data danpengelolaan yang kurang, akseskepadadanpenyebarandarisuatuinformasimungkindapatdilakukan.Manajemenmungkindapatmengetahuisiapa yang sedangmengaksesataubahkanmembuatperubahanpada data organisasi.

f)       KekurangandalamPembagiandanKetersediaan Data

Informasitidakdapatmengalirdenganbebasmelintasidaerahfungsional yang berbeda-bedaataubagian yang berbedadariorganisasi.Jikapenggunamenemukannilai yang berbedadaripotonganinformasiyangsama, dalamduasistem yang berbeda ,penggunatidakakanmenggunakansisteminikarenamerekatidakmempercayaiketepatan data.

 

2. Pendekatan Basis Data terhadap Pengolahan Data

Basis data (database) adalah sekumpulan data organisasi untuk melayani banyak aplikasi secara efisien dengan memusatkan data dan mengendalikan redundansi data.

a2

Penggunaanpendekatantradisionaluntuk mengajukanpengolahanmendorongsetiap areafungsional dalamperusahaanuntuk mengembangkanaplikasi khususdan file.Setiap aplikasimembutuhkanfile dataunik yangkemungkinan menjadisubsetdari filemaster.Inisubset darimemimpinmaster fileuntukredundansidata daninkonsistensi,tidak fleksibelpengolahan, danpenyimpanan sumber dayayang terbuang.

3. Sistem Manajemen Basis Data

Sistem manajemen basis data (database management system-DBMS) adalah peranti lunak yang memudahkan orgnisasi untuk memusatkan data, mengola data secara efisien, dan menyediakan akses data bagi program aplikasi. DBMS bertindak sebagai antarmuka antara program aplikasi dan file data fisik.

  • Bagaimana DBMS MenyelesaikanMasalah pada Lingkungan File Tradisional

DBMS memperkecil rendundansi dan inkonsistensi data dengan meminimalisasi file-file terpisah yang berisi data yang sama. DBMS mungkin tidak dapat membuat perusahaan dapat menghilangkan rendundansi data seluruhnya, tetapi dapat membantu mengendalikan rendundasi tersebut. Meskipun organisasi memang menghendaki adanya beberapa rendundansi data, menggunakan DBMS dapat menghilangkan inkonsistensi data karena DBMS dapat membantu organisasi memastikan bahwa setiap data yang sama mempunyai nilai yang sama. DBMS memisahkan program dari data, membuat data dapat berdiri sendiri. Akses dan ketersediaan informasi akan meningkat dan biaya pengembangan program dan pemeliharaannya dikurangi karena pengguna dan programer dapat membuat permintaan (query)khusus didalam basis data. DBMS memudahkan organisasi untuk mengola data, penggunaannya, dan keamanannya secara terpusat.

  • DBMS Relasional

Jenis DBMS yang paling populer dewasa ini untuk PC juga untuk komputer yang lebih besar dan mainframe adalah DBMS relasional (relational DBMS). Basis data relasional merepresentasikan data seperti tabel dua dimensi (yang disebut relasi). Setiaptabelberisiatributdanentitasnya .misalnya Microsoft Acessmeruapakan DBMS Relasionaluntuksistem desktop, sedangkan DB2, Oracle Databasedan Microsoft SQL Server meruakan DBMS Relasional mainframe besar.

  • Operasi DBMS Relasional

Menghubungkanlebihmudahuntukmengirim data yang dibutuhkanpengguna, asalkanduatabelberbagielemen data yang sama. Jikainginmencarinamadanalamatdaripemasokdalam basis inimembutuhkanduainformasitabelpemasokdansukucadang.

  • DBMS Hierarkis dan Jaringan

Sebuah DBMS hierarkis memodelkan hubungan satu ke banyak, sementara DBMS jaringan memodelkan hubungan banyak ke banyak. DBMS hierarkis dan jaringan sudah tidak ada lagi digunakan untuk membangun aplikasi basis data yang baru. Keduanya lebih tidak fleksibel dibandingkan dengan DBMS relasionaldan tidak mendukung bahasa alami dan khusus-seperti permintaan informasi.

  • DBMS Berorientasi Objek

Aplikasi ini membutuhkan basis data yang dapat menyimpan dan mengambil kembali record yang tidakhanya berisi nomor atau karakter, tetapi juga gambar, foto, suara dan video. DBMS yang dirancang untuk mengorganisasikan data yang terstruktur ke dalam baris dan kolomtidak cocok untuk aplikasi multuimedia.

 

4. Pendekatan Basis Data Terhadap Pengelolaan Data

Teknologi basis data banyak masalah dalam organisasi file trandisional. Basis data (database) adalah sekumpulan data organisasi digunakan untuk melayani aplikasi secara efisien dengan memusatkan data dan mengendalikan redundasi data.

a3

GAMBAR BASIS DATA MANUSIA DENGAN BEBERAPA TAMPILAN

 

Sebuahsumber dayamanusia basis data menyediakanpandangan yang berbedadata,tergantung pada kebutuhaninformasipengguna.Ilustrasiberikut adalahdua pandanganmungkin,salah satubungake spesialismanfaat dansalah satuyang menarik bagianggotadepartemen penggajianperusahaan.

 

5. Kapabilitas Sistem Manajemen Basis Data

DBMS menyertakan kapabilitas dan perangkat untuk mengorganisasikan, mengelola, dan mengakses data dalam basis data. Hal yang paling penting adalah kapabilitas definisi datanya, kamus datanya, dan bahasa manipulasi datanya.

DBMS mempunyai kapabilitas definisi data (data definition) untuk menentukan struktur dari isi basis data. Ini akan digunakan untuk membuat tabel data dan untuk mendefinisikan karakteristik field dalamsetiap tabel. Informasi tentang basis data ini akan didokumentasikan dalam kamus data. Kamus data adalah file otomatis atau manual yang menyimpan definisi dari elmen-elmen data dan karakteristiknya.

  1. Permintaan (Querying) dan Pelaporan

DBMS menyertakan perangkat untukmengaksesdan memanipulasi informasi dalam basis data. Kebanyakan DBMS mempunyai bahasa khusus yang disebut bahasa manipulasi data yang digunakan untuk menambahkan, mengganti,menghapus, dan mengambil kembali data di dalam basis data. Bahasa ini berisi perintah-perintah yang memungkinkan pengguna dan pakar pemrograman mengambildata dari basis data untuk memenuhi permintaan informasi dan mengembangkan berbagai aplikasi.

  1. Merancang Basis Data

Untukmerancang basis data harusmemahamidiantara data, jenis data yang akandipelihara data dalam basis data, bagaimana data akandigunakan ,danbagaimanaorganisasiakanperluberubahuntukmengelola data dariperspektifkeseluruhanperusahaan.

Dalam Perancangan Basis data memerlukan antaralain :

1)      Rancangan konseptual berisi logis dari sebuah basis data

2)      Rancangan fisik berisi bagaimana basis data sebenarnya tersusun dalam perangkat penyimpanan data dengan akses langsung.

 

  1. Normalisasi dan Diagram Hubungan Relasi Entitas

Rancangan basis data konseptual menggambarkan bagaimana elemen data dalam basis data di kelompokan. Pproses perancangan mengidentifikasi hubungan diantara elemen-elemen data dan cara yang paling efisien dalam mengelompokan elemen-elemen data menjadi satu untukmenjumpaikebutuhan informasi bisnis.

  1. Mendistribusikan Basis Data

Rancangan basis data juga mempertimbangka/ bagaima data didistribusikan. Sistem informasi dapat dirancang dengan basis data terpusat yang digunakan sebuah prosesor pusat atau banyak prosesor dalam jaringan klien/server. Kemungkinan lainnya, basis data dapat didistribusikan. Basis data terdistribusi adalah basis data yang tersimpan dalam lebih dari satu lokasi fisik.

 

6. Menggunakan Basis Data untukMeninkatkanKinerjaBisnisdan ProsesPengambilanKeputusan

Menggunakan basis data untukmelacaktransaksidasardanjugadigunakanuntukmenyediakaninforamsi yang akanmembantuperusahaanmenjalankanbisnissecaraefisiendanmembantumanajerdankaryawanuntukpengambilankeputusan yang lebihbaik

vGudang Data

Jika anda bekerja dalam perusahaan besar, untukmendapatkan informasi ini mungkin sulit karena data kebanyakan dipelihara dalam sistem yang terpisah, seperti penjualan, manufaktur, atau akuntansi. Banyak sistem ini adalah turunan dari sistem yang lebih tua yang menggunakan teknologi manajemen data yang sudah kadaluarsa atau sistem dimana informasi sulit diakses oleh pengguna.

  1. Apakah Gudang Data Itu?

Gudang data adalah basis data yang menyimpan data yang sekarang dan terdahulu yang mungkin diminati oleh para pembuat keputusan di seluruh perusahaan. Datanya muncul dari banyak sistem transaksi operasional inti, seperti sistem penjualan, akun pelanggan, dan manufaktur, serta mungkin meliputi data dari transaksi web. Gudang data menggabungkan dan menstandarkan informasi dari basis data operasional yang berbeda sehingga informasi dapat digunakan di seluruh perusahaan untuk analisis dan pembuatan  keputusan manajemen.

  1. Data Mart

Data mart adalah subset dari gudang data yang di dalamnya terdapat ringkasan atau porsi data perusahaan yang sangat terfokus ditempatkan dalam basis data terpisah untuk suatu populasi atau pengguna tertentu. Data mart biasanya berfokus pada suatu area subjek atau lini bisnis, maka sudah bisa dibuat dengan lebih cepat dan lebih hemat daripada gudang data keseluruhan perusahaan.

vPemrosesanAnalitis Online (online analytical processing-OLAP)

Online analytical processing-OLAP mendukung analisis data multidimensi,memudahkan pengguna untuk melihat data yang sama dengan cara yang berbeda dari berbagai dimensi. Setiap aspek dari informasi-produk,harga,biaya, daerah, atau waktu mewakili sebuah dimensi yang berbeda.

  1. Penggalian Data

Penggalian data lebih digerakkan oleh penemuan. Penggalian data menyediakan pengetahuan tentang data perusahaan yang tidak dapat diperoleh dengan OLAP, dengan cara menemukan pola dan hubungan yang tersembunyi dalam basis data yang besar dan menyimpulkan aturan untuk memprediksi perilaku di masa depan. Pola dan aturan digunakan untuk memandu proses pengambilan keputusan dan meramalkan dampak keputusan tersebut.

vBasis Data dan Web

Basis data merupakan fakta mengenai suatu objek seperti manusia, benda, peristiwa, konsep, keadaan dan sebagainya yang dapat dicatat dan mempunyai arti secara implisit. Data dapat dinyatakan dalam bentuk angka, karakter atau simbol, sehingga bila datadikumpulkan dan saling berhubungan.Basis Data (Database) di aplikasi Web samasepertipadapemakaian basis data tersebut di aplikasi desktop.Basis data yang banyak dipakai di aplikasi web adalah model client/server.

7. Basis Data DNA : Senjata untuk Memerangi Kriminalitas atau Ancaman terhadap Kebebasan

  1. Apasajakeuntungandari basis data DNA ?

Keuntungannya dengan adanya gudang data base DNA aparat yang berwenang lebih mudah untuk mendeteksi kemungkinan para pelaku kriminalitas yang telah melakukan kejahatan atau tindak-tindak kriminalitas lainnya dengan cepat sehingga para kriminal dalam melakukanaksinyaberpikirdua kali untukmelakukansuatukriminalitaskarenaresikonyalebihbesardandenganharapandapatmengurangitindakkejahatan yang terjadi selama ini.sehingga kejahatan jarang terjadi.

  1. Masalahapa yang dimiliki basis data DNA ?

Basis data memilikikelemahan tidak bisa mendeteksi secara pasti siapa yang melakukan kejahatan.Karena DNA yang diteliti hanya meneliti siapa-siapa yang ditemui atau bersama korban sebelum kejahatan itu terjadi. Pada cara sistem basis data DNA ini, seseorang yang tidak bersalah bisa saja menjadi tersangka atau saksi karena tempat-tempat yang dilalui atau dikunjungi atau malah tempat korban ditemukan merupakan tempat umum, yang kebetulan DNA yang ditemukan ditempat tersebut adalah DNA orang yang tidakbersangkutandenganperkara.

  1. Siapa yang harusmenjadi bagian dalam basis data DNA nasional ?

Yang harusmenjadi basis data DNA adalah seluruh waraga negara karena bisa saja pelaku kriminal datang dari orang-orang yang belum pernah melakukan tindak kejahatan.Semakin banyak data DNA yang dimiliki maka pencarian pelaku kriminal bisa lebih mudah.Bahkan warga negara asing yang datang baik itu turis, maupun untuk urusan bisnis harus di identifikasi DNAnya agar mengurangi resiko kerusuhan danterorisme yang seringterjadiselamaini.

  1. Siapa yang seharusnyadapatmemanfaatkan basis data DNA ?

Yang dapatmemanfaatkan basis data ini adalah pihak-pihak yang berwenang seperti departemen kepolisian, departemen pertahanan dan keamanan suatu negara karena hal ini bersifat rahasia.

 

8. Penggalian Data

Lebih digerakkan oleh penemuan, menyediakan pengetahuan tentang dat perusahaan yang tidak dapat diperoleh dengan OLAP , dengan cara menemukan pola dan hubungan yang tersembunyi dalam basis datayang besar dan menyimpulkan aturan untuk memprediksi perilaku di masa depan.

Jenis informasi yang dapat diperoleh dalam penggalian data :

a)      Asosiasi meruapakan kemunculan yang dihubungkan dengan sebuah kejadian.

b)      Dalam sekuen, kejadian dihubungkan dengan waktu.

c)      Klasifikasi dengan menggali pola yang menggambarkan kelompokyang beranggotakan sesuatudenagn memerikasa anggota-anggota yang ada dalam kelompok tersebut yang sudah diklasifikasikan dengan menyimpulkanserangkaian aturan.

d)     Kluster mengklasifikasi ketika kelompok tidak teridentifikasi

e)      Ramalan menggunakan prediksi yang berbeda.

 

9. Mengelola Sumber Data

Menentukan Kebijakan Informasi

Dengan menentukan aturan-aturan oraganisasi dalam pembagian, penyebaran, perolehan standarisasi, klasifikasi, dan penyimpanan dari informasi.Kebijakan informasi menjelaskan prosedur dan akuntabilitas yang spesifik, mengidentifikasi inforamsi dapat saling dibagikan dimana inforamsi dapat didistribusikan, siapa yang yang bertanggung jawab memperbarui dan memelihara informasi.

Memastikan Kualitas Data

Basis data dan kebijakan informasi dirancang dengan baik akan berlanjut pada jaminan bahwa perusahaan akan memiliki informasi yang dibutuhkan. Informasi yang digunakan sebagai data dapat diandalkan dan mempunyai kualitas yang baik yang berguna bagi perusahaan untuk pengambilan keputusan.

  1. Menerapkan prinsip-prinsip yang penting dalam perancangan basis data

Mendesain basis data membutuhkan rancangan logis dan rancangan fisik. Rancangan logis memodelkan basis data dari setiap perspektif bisnis. Model data organisasi sehariusnyaa menggambarkan proses-proses bisnis dan kebutukan pengambilan keputusan yang penting. Proses pembuatan data yang penting . proses pembuatan data yang penting , stabil, flexible dan adabtif dari sekelompok data yang rumit ketika merancang basis data tang relasional disebut normalisasi . basis data relasional yang dirancang dengan baik tidak akan mempunyai hubungan yang banyak. Dan semua atribut untuk entitas tertentu hanya akan digunakan pada entitas itu. Diagram relasi entitas menggambarkan secara grafis hubungan antarentitas dalam basis data relasional . rancangan basis data juga memperhatikan apakah sebuah basis data atau sebagian dari basis data dapat didistribusikan kepada lebih dari satu lokasi untuk meningkatkan respons dan memperkecil kerentanan dan mengurangi biaya. Terdapat dua jenis utama dari basis data terdistribusi : basis data yang tereplikasi dan basis data yang terpartisi.

 

11. Mengevaluasi berbagai perangkat dan tehknologi penyediaan informasi dari basis data untuk meningkatkankinerja bisnis dan pengambilan keputusan.

Berbagai alat yang tangguh tersedia untuk menganalisa dan mengakses informasi didalam basis data. Gudang data mengambungkan data saat ini dengan data yang terdahulu dari beerbagai system operasionalyang berbeda dalam sebuah basis data pusat yang dirancang untuk pelaporan dan analisis. Gudang data medukung analisis data multidimensi, juga dikenal sebagai pemrosesan analitis online (online analytical processing ___OLAP). OLAP mereprentasikan hubungan diantara data seperti struktur multidimensi , yang dapat dilihat sebagai kubus data dan kubus didalam kubus data, sehingga analisis data yang sangat rumit dapat dilakukan. Penggalian data menganalisis kelompok data yang lebih besar, termasu isi dari gudang data, untuk mencari pola dan aturan yang dapat digunakan untuk mempredidksi perilaku dimasa yang akan datang atau masa depan dan memandu proses pengambilan keputusan . basis data pada umumnya dapat dihubungkan lewat middleware ke web atau antarmukaweb untuk memfalisitasi akses pengguna ke data internal perusahaan.

 

12. Menilai peran kebijakan informasi, administrasi data, dan penjaminan kualitas data dalam manajemen sumber daya data organisasional.

Mengembangkan lingkungan basis data membutuhkan kebijakan da prosedur untuk mengelola data organisasi dan juga model data dan tekhnologi basis data yang baik. Kebijakan informasi yang formal mengelola pemeliharaan, distribusi dan pengguna informasi disalam organisasi . dalam perusahaan besar , administrasi data formal bertanggung jawab atas kebijakan informasi , dan juga perencanaan data , pengembanga kamus data , dan pemantauan penggunaan data dalam perusahaan.

Data yang tidak akurat, tidak lengkap, atau tidak konsisten menimbulkan masalah operasional dan keuangan yang serius untuk bisnis karena dapat menciptakan ketidaktepatan dalam harga produk , rekening pelanggan, dan data persediaan, yang dapat berlanjut pada diambilnya keputusa yang salah dalam bertindak . perusahaan harus mengambil langkah khusus untuk menjamin tingginya kualitas data yang dimilikinya. Hal ini meliputi penggunaan standar data secara keseluruhan perusahaan, basis data yang dirancang untuk meminimalisasikan inkonsistensi dan redundansi data, audit kualitas data , dan piranti lunak pembersih data.

 

13. DMBS

Sistem Manajemen Basis-Data (Data Base Management System / DBMS) adalah perangkat lunak sistem yang memungkinkan para pemakai membuat, memelihara, mengontrol, dan meng-akses basis data dengan cara praktis dan efisien. DBMS dapat digunakan untuk meng-akomodasikan berbagai macam pemakai yang memiliki kebutuhan akses yang berbeda-beda. DBMS pada umumnya menyediakan fasilitas atau fitur-fitur yang memungkinkan data dapat diakses dengan mudah, aman, dan cepat. Beberapa fitur yang secara umum tersedia adalah:

  • Keamanan : DBMS menyediakan sistem pengamanan data sehingga tidak mudah diakses oleh orang yang tidak memiliki hak akses.
  • Independensi : DBMS menjamin independensi antara data dan program, data tidak bergantung pada program yang meng-akses-nya, karena struktur data-nya dirancang berdasarkan kebutuhan informasi, bukan berdasarkan struktur program. Sebaliknya program juga tidak bergantung pada data, sehingga walaupun struktur data diubah, program tidak perlu berubah.
  • Konkruensi / data sharing : data dapat diakses secara bersamaan oleh beberapa pengguna karena manajemen data dilaksanakan oleh DBMS.
  • Integritas : DBMS mengelola file-file data serta relasi-nya dengan tujuan agar data selalu dalam keadaan valid dan konsisten
  • Pemulihan : DBMS menyediakan fasilitas untuk memulihkan kembali file-file data ke keadaan semula sebelum terjadi-nya kesalahan (error) atau gangguan baik kesalahan perangkat keras maupun kegagalan perangkat lunak.
  • Kamus / katalog sistem : DBMS menyediakan fasilitas kamus data atau katalog sistem yang menjelaskan deskripsi dari field-field data yang terkandung dalam basisdata.
  • Perangkat Produktivitas : DBMS menyediakan sejumlah perangkat produktivitas sehingga memudahkan para pengguna untuk menarik manfaat dari database, misalnya report generatorquery generator(pembangkit query / pencarian informasi). (pembangkit laporan) dan

Sistem Manajemen Basis-Data (DBMS) memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan pengelolaan data tanpa DBMS, walaupun tidak terlepas dari beberapa kelemahan.

Keunggulan DBMS antara lain sbb:

  • Mengurangi duplikasi data atau data redundancy
  • Menjaga konsistensi dan integritas data
  • Meningkatkan keamanan data
  • Meningkatkan effisiensi dan effektivitas penggunaan data
  • Meningkatkan produktivitas para pengguna data
  • Memudahkan pengguna dalam menggali informasi dari kumpulan data
  • Meningkatkan pemeliharaan data melalui independensi data
  • Meningkatkan pemakaian bersama dari data
  • Meningkatkan layanan backup dan recovery data
  • Mengurangi konflik antar pengguna data

Kelemahan DBMS antara lain sbb:

  • Memerlukan suatu skill tertentu untuk bisa melakukan administrasi dan manajemen database agar dapat diperoleh struktur dan relasi data yang optimal
  • Memerlukan kapasitas penyimpanan baik eksternal (disk) maupun internal (memory) agar DBMS dapat bekerja cepat dan efisien.
  • Harga DBMS yang handal biasanya sangat mahal
  • Kebutuhan akan sumber daya (resources) biasanya cukup tinggi
  • Konversi dari sistem lama ke sistem DBMS terkadang sangat mahal, disamping biaya pengadaan perangkat keras dan perangkat lunak, diperlukan pula biaya pelatihan.
  • Apabila DBMS gagal menjalankan misinya maka tingkat kegagalan menjadi lebih tinggi karena banyak pengguna yang bergantung pada sistem ini.

Berikut ini disajikan tabel beberapa DBMS yang terkenal.

DBMS Perusahaan
Access Microsoft Corporation
DB2 IBM
Informix IBM
Ingress Computer Associate
mySQL The MySQL Company
Oracle Oracle Corporation
Postgres SQL Postgres
Sybase Sybase Inc.
Visual dBase Borland
Visual FoxPro FoxPro Corporation

DBMS untuk model data berbasis objek biasanya dinamakan sebagai Object Oriented Data Base Management System (OODBMS). Beberapa OODBMS yang terkenal adalah sebagai berikut:

OODBMS Perusahaan
Gemstone Gemstone System
Matisse ADB Inc.
Versant Versant
Jeevan W3 Apps.
Vision Insyte
Objectivity Objectivity Inc.
ObjectStone Object Design Inc.
Poet Poet Software.

 

Perlu ditambahkan disini bahwa beberapa DBMS berbasis objek sebenarnya tetap menggunakan file data relasional biasa, dengan kata lain, programnya berbasis objek tetapi datanya masih model relasional biasa. Software seperti ini biasanya disebut sebagai Object Oriented Relational DataBase Management System (OORDBMS), misalnya Visual dBase.

Arsitektur DBMS

Salah satu tujuan dari DBMS adalah untuk menyediakan sarana antar muka (interface) dalam meng-akses data secara efisien tanpa harus melihat kerumitan atau detail tentang cara data direkam dan dipelihara. DBMS memiliki arsitektur untuk melakukan abstraksi dari data sehingga dapat diperoleh independensi data-program.

Pada tahun 1975, badan standarisasi nasional Amerika ANSI-SPARC (American National Standards Institute – Standards Planning and Requirements Committee) menetapkan tiga level abstraksi dalam database, yaitu:

  1. Level Eksternal (external level) atau Level Pandangan (view level)
  2. Level Konseptual (conceptual level)
  3. Level Internal (internal level) atau Level Fisik (physical level)

Level Eksternal adalah level yang berhubungan langsung dengan pengguna database. Pada level ini pengguna (user) hanya bisa melihat struktur data sesuai dengan keperluannya sehingga setiap user bisa memiliki pandangan (view) yang berbeda dari user lainnya. Pada level ini pula dimungkinkan pandangan user berbeda dengan representasi fisik dari data, misalkan untuk data hari secara fisik data direkam dalam bentuk kode (1, 2, 3, dst) sedang user melihat data dalam bentuk teks nama hari (Ahad, Senin, Selasa, …). Data yang dilihat oleh user seakan-akan berasal dari satu file, secara fisik mungkin diambil dari beberapa file yang berelasi.

Level Konseptual adalah level dari para administrator database, pada level ini didefinisikan hubungan antar data secara logik, sehingga diperlukan struktur data secara lengkap. Para administrator database memahami bagaimana satu view dijabarkan dari beberapa file data, demikian pula pada saat perancangan database mereka dapat saja membagi data menjadi beberapa file agar dapat diakses dan disimpan secara efisien.

Level Internal adalah level dimana data disimpan secara fisik dalam bentuk kode, teks, angka, bit. Pada level ini didefinisikan allokasi ruang penyimpanan data, deskripsi data dalam penyimpanan, kompressi data (agar lebih hemat), dan enkripsi data (agar lebih aman).

Agar independensi data dapat dicapai maka disediakan pemetaan antar lapisan (level), yatiu pemetaan eksternal-konseptual dan pemetaan konseptual-internal. Pada pemetaan eksternal-konseptual, DBMS dapat memetakan field-field data dari user-view ke dalam struktur data yang sesungguhnya. Pada pemetaan konseptual-internal, DBMS dapat menemukan rekaman fisik dari data yang didefinisikan pada struktur logik.

 

BAB 3

PENUTUP

 

Sistem manajemen basis data (database management system-DBMS) terdiri atas peranti lunak yang memungkinkan dilakukannya pemusatan data dan manajemen data sehingga kegiatan bisnis mempunyai sumber yang konsisten untuk semua data yang dibutuhkan. Fitur yang paling penting dari DBMS adalah kemampuannya memisahkan tampilan data secara logis dan fisik. Pengguna bekerja dengan tampilan logis. DBMS mencari informasi sehingga pengguna tidak perlu memikirkan lokasi fisiknya. Basis data relasional adalah metode utama untuk mengorganisasikan dan memelihara data dalam sistem informasi saat ini. Basis data relasional menyusun data ke dalam tabel dua dimensi dengan baris dan kolom yang disebut relasi.

 

Daftar Pustaka :

Loudon, Kenneth C; Jane P. Laudon.2005.Sistem Informasi Manajemen :  Mengelola Perusahaan Digital.Penerbit Andi : Yogyakarta

http://chinthaoktowanti.blogspot.com/2009/01/bab-6-dasar-dasar-intelegensi-bisnis.html

http://2008akmala.wordpress.com/2009/11/15/bab-6-dasar-dasar-intelegensi-bisnis-basis-data-dan-manajemen-informasi/