Tags

Kali ini, saya ingin membahas soal yang menurut saya cukup kompleks dan rumit, bahkan saya pun sulit mencari penjelasan di internet ini. Soal ini diberikan oleh dosen perpajakan UNSWAGATI Cirebon pada saat kuis dan UAS hari ini (Jum’at 10/01/2014). Kita diminta untuk membuat KOREKSI FISKAL dari sebuah laporan laba rugi suatu perusahaan dagang. Untuk lebih jelasnya, mari langsung saja lihat soal ini :

Berikut ini informasi yang berhubungan dengan laporan laba rugi UD USAHA JAYA untuk
yang berakhir tanggal 31 desember 2009
UD USAHA JAYA
LAPORAN LABA RUGI
Untuk periode yang berakhir tgl. 31 Desember 2009
Penjualan Rp 1.575.000.000
Retur Penjualan
Penjualan Neto
Harga Pokok Barang yang Dijual:
Persediaan (awal)
Pembelian Rp 875.000.000
Biaya Angkut Pembelian 10.600.000
Pembelian Neto Rp 885.600.000
Barang Siap Dijual
Persdiaan (akhir)
Laba Kotor
Biaya Usaha:
Biaya Iklan Rp 17.500.000
Biaya Gaji 120.000.000
Biaya Perjalanan 35.000.000
Biaya Depresiasi Kendaraan
Biaya Depresiasi Peralatan
Biaya Depresiasi Gedung
Biaya Listrik 32.500.000
Biaya Pajak Bumi dan Bangunan 7.000.000
Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan 8.000.000
Pajak Penghasilan Pasal 25 15.000.000
Biaya Asuransi Gedung 6.500.000
Biaya Telepon 42.500.000
Biaya Perlengkapan 10.000.000
Biaya Alat Tulis Kantor 6.000.000
Biaya Sewa 10.000.000
Biaya Sumbangan dan Zakat 20.000.000
Biaya Kerugian Piutang
Laba Usaha
Pendapatan Lain-Lain 65.000.000
Laba Bersih

Berikut Adalah

Informasi-Informasi untuk Koreksi Fiskalnya

Informasi tambahan:                    

  1. Penjualan termasuk penjualan kepada cabang di kota lain, seharga Rp425.000.000 yang jika dijual kepada pelanggan seharga Rp500.000.000
  2. Perusahaan mengantisipasi retur penjualan dengan metode cadangan sebesar 8% dari penjualan; retur penjualan yang terjadi selama tahun 2009 sebesar Rp72.500.000
  3. Perusahaan menerapkan metode harga yang terendah antara harga pokok dan harga pasar (LOCOM).                                                                                                       Harga Pokok       Harga Pasar

Persediaan (awal)            Rp200.000.000   Rp212.500.000

Persediaan (akhir)           Rp300.000.000   Rp275.000.000

4.  Biaya Gaji termasuk Rp16.000.000 untuk pembelian beras yang dibagikan kepada karyawan

5.  Biaya Perjalanan, termasuk Rp5.000.000 untuk pembelian tiket isteri pimpinan yang menyertai perjalanan dinas

6.   Kendaraan yang dimiliki perusahaan berupa:

truk dengan harga perolehan Rp200.000.000, menurut akuntansi umur ekonomis 10 tahun, nilai residu Rp10.000.000

Metoda penyusutan baik untuk fiskal maupun akuntansi saldo menurun ganda,             menurut fiskal, kendaraan truk, masuk kelompok 2.

7. Peralatan terdiri atas Peralatan Kantor, dengan harga perolehan Rp180.000.000, umur ekonomis 5 tahun, nilai residu Rp5.000.000; dan peralatan telekomunikasi berupa handphone yang digunakan untuk kegiatan operasional,       10 buah harga perolehan masing-masing Rp3.000.000, nilai residu masing-masing Rp300.000, umur ekonomis 4 tahun.                           Penyusutan menggunakan metode saldo menurun ganda baik untuk kepentingan akuntansi maupun fiskal. Menurut fiskal handphone kelompok 1 dan peralatan kantor masuk kelompok 2.

8. Harga perolehan gedung Rp1.000.000.000, umur ekonomis 25 tahun, nilai residu Rp50.000.000. Menurut akuntansi gedung disusut dengan metode garis lurus, menurut  fiskal merupakan gedung permanen.

9. Biaya Telepon, termasuk pembelian pulsa telepon seluler untuk pimpinan dan bagian pemasaran,  selama tahun 2009 sebesar Rp24.000.000

10. Biaya Sewa dibayar awal tahun 2009 untuk sewa kantor perwakilan luar kota tahun 2009 dan 2010 (dua tahun)

11. Biaya Sumbangan dan Zakat, Rp10.000.000 diserahkan kepada Badan Amil Zakat (yang didirikan oleh pemerintah), bukti lengkap, yang Rp6.000.000 sumbangan untuk hari besar nasional dan Rp4.000.000 untuk yayasan yatim piatu di sekitar perusahaan

12. Biaya Kerugian Piutang, untuk keperluan akuntansi, perusahaan menerapkan metode cadangan sebesar 1% dari penjualan neto, sedang pada periode tersebut piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih sebesar Rp15.000.000

13. Pendapatan Lain-Lain, termasuk Rp20.000.000 bunga deposito dan Rp5.000.000 pendapatan sewa gedung yang digunakan untuk suatu acara dan pajak telah dipotong sesuai peraturan perpajakan

14.  Perusahaan mulai beroperasi awal tahun 2007, semua aktiva tetap digunakan sejak perusahaan beroperasi

Diminta !!

1. Susunlah Laporan Koreksi Fiskal UD Jaya 2012 !

2. Buatlah Tabel Depresiasi Yang Dibutuhkan !

3. Hitunglah PPh Terhutangnya !

Pembahasan :

Untuk menjawab menjawab soal diatas berikut langkah” nya

1. Buat terlebih dahulu Tabel Koreksi Fiskalnya

2. Masukan setiap akun dan nilainya yang diketahui pada Laporan Laba Rugi di soal pada kolom Akun dan Akuntansi yang ada di tabel Koreksi Fiskal

3. Kerjakan satu” informasi tambahan yang ada! (Lebih baik untuk berurutan). Ingat ! Koreksi Fiskal Positif = Menambah Laba, Koreksi Fiskal Negatif = Mengurangi Laba

4. Ketika masuk pada Biaya Depresiasi, buatlah tabel depresiasinya dan untuk efisiensi waktu hitung depresiasi hanya yang dibutuhkan saja. Lihat pada tahun berapa usaha dimulai, dan aktiva tersebut mulai digunakan. Dalam soal ini lihatlah pada informasi tambahan nomor 14. Sehingga kita hanya perlu membuat tabel depresiasi dari tahun 2007 hingga 2009 saja.

Ini adalah Koreksi Fiskal yang telah Jadi :

KOREKSI FISKAL

Untuk periode yang berakhir tgl. 31 Desember 2009

Akun

Akuntansi

Koreksi Fiskal

FISKAL

Positif

Negatif

Penjualan    1.575.000.000

           (1) 75.000.000

   1.650.000.000
Retur Penjualan

      (2) 126.000.000

      (2)   (53.500.000)

         72.500.000
Penjualan Neto    1.449.000.000    1.577.500.000
Harga Pokok Barang yang Dijual:
Persediaan (awal)

      (3) 200.000.000

       200.000.000
Pembelian        875.000.000        875.000.000
Biaya Angkut Pembelian

         10.600.000

         10.600.000
Pembelian Neto        885.600.000        885.600.000
Barang Siap Dijual    1.085.600.000    1.085.600.000
Persdiaan (akhir)

     (3)  275.000.000

       275.000.000
       810.600.000        810.600.000
Laba Kotor        638.400.000        766.900.000
Biaya Usaha:
Biaya Iklan

         17.500.000

         17.500.000
Biaya Gaji        120.000.000

      (4)  (16.000.000)

       104.000.000
Biaya Perjalanan

         35.000.000

      (5)     (5.000.000)

         30.000.000
Biaya Depresiasi Kendaraan

         25.600.000

    (6)   2.525.000

         28.125.000
Biaya Depresiasi Peralatan

         29.670.000

        (7)   (1.486.406)

         28.183.594
Biaya Depresiasi Gedung

         38.000.000

  (8)  12.000.000          50.000.000
Biaya Listrik

         32.500.000

         32.500.000
Biaya Pajak Bumi dan Bangunan

           7.000.000

           7.000.000
Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan

           8.000.000

           8.000.000
Pajak Penghasilan Pasal 25

         15.000.000

     (*)   (15.000.000)                              –
Biaya Asuransi Gedung

           6.500.000

           6.500.000
Biaya Telepon

         42.500.000

     (9)   (18.500.000)          24.000.000
Biaya Perlengkapan

         10.000.000

         10.000.000
Biaya Alat Tulis Kantor

           6.000.000

           6.000.000
Biaya Sewa

         10.000.000

     (10)   (5.000.000)

           5.000.000
Biaya Sumbangan dan Zakat

         20.000.000

       (11) (10.000.000)          10.000.000
Biaya Kerugian Piutang

      (**)   14.490.000

    (12)    510.000

         15.000.000
       437.760.000        381.808.594
Laba Usaha     (^)   200.640.000     (^^)   385.091.406
Pendapatan Lain-Lain

         65.000.000

  (13) (25.000.000)          40.000.000
Laba Bersih     (#)   265.640.000   (#)     425.091.406
Laba Bersih / PKP        425.091.000

(1) Pada Informasi Tambahan “Penjualan termasuk penjualan kepada cabang di kota lain, seharga Rp425.000.000 yang jika dijual kepada pelanggan seharga Rp500.000.000” Jika kita cermati seksama nominal penjualan pada kolom Akuntansi  sebesar Rp 1. 575.000.000 disebutkan sudah termasuk penjualan kepada cabang Rp 425.000.000. Menurut Fiskalnya Penjualan dalam Usaha Dagang adalah penjualan kepada pelanggan bukan kepada cabang. Sehingga nilainya bukan 425.000.000 tetapi 500.000.000. Karena ini 425.000.000 sudah masuk di akun penjualan maka kekurangan yang perlu dikoreksi untuk fiskal adalah 75.000.000 (500.000.000-425.000.000). Rp. 75.000.000 ini akan menambah penjualan pada kolom fiskal, Penjualan Naik maka Laba akan naik untuk itu dimasukan kedalam Koreksi Fiskal Positif.

(2) Pada Informasi tambahan “Perusahaan mengantisipasi retur penjualan dengan metode cadangan sebesar 8% dari penjualan; retur penjualan yang terjadi selama tahun 2009 sebesar Rp72.500.000” Perusahaan membuat cadangan untuk mengantisipasi retur penjualan sebesar 8% dari penjualan, maka 8% x Rp 1.575.000.000 = Rp 126.000.000.  Sedangkan pada faktanya retur yang terjadi hanya sebesar Rp 72.500.000. Nilai 72.500.000 ini lah merupakan jumlah retur penjualan yang akan dicatat pada kolom fiskal. Terdapat selisih sebesar Rp 53.500.000 (126.000.000 – 72.500.000), yang mana mengurangi jumlah nominal retur penjualan. Retur penjualan yang turun, maka akan memperbesar penjualan, Penjualan meningkat maka Laba akan meningkat, untuk itulah dimasukan pada kolom koreksi fiskal positif.

*Penjualan Neto hasil dari Penjualan dikurangi dengan Retur Penjualan*

(3)  Perusahaan menerapkan metode harga yang terendah antara harga pokok dan harga pasar (LOCOM).                                                                                                                          Harga Pokok         Harga Pasar

Persediaan (awal)            Rp200.000.000   Rp212.500.000

Persediaan (akhir)           Rp300.000.000   Rp275.000.000

Jelas sekali pada informasi diatas bahwa persediaan awal dan akhir ditetapkan dengan harga terendah antara harga pasar dan harga pokoknya. Sehingga Persediaan awal ditetapkan sebesar Rp 200.000.000 sedangkan persediaan akhir ditetapkan sebesar Rp 275.000.000.

*Ada satu variasi lagi dalam informasi tentang persediaan selain yang ada disoal diatas, yaitu seperti dibawah ini

Tanggal          Transaksi                        Biaya/unit    Harga jual/unit

1 Januari          Saldo 5 potong                              Rp. 35.000

3 Januari          Pembelian 12 potong                 Rp. 36.000

5 Januari          Penjualan 10 potong                                                      Rp. 45.000

6 Januari          Pembelian 10 potong                 Rp. 37.000

10 Januari        Penjualan 8 potong                                                        Rp. 45.000

14 Januari        Penjualan 5 potong                                                        Rp. 45.000

20 Januari        Pembelian 10 potong                 Rp. 37.500

25 Januari        Penjualan 8 potong                                                        Rp. 47.000

Hitung persediaan akhir menggunakan metode FIFO (Bisa diganti LIFO  dan Average). Dari sini kita bisa mengetahui tentang nilai Persediaan Awal (lihat dari Saldo (unitxbiaya)) Pembelian (Totalkan semua pembelian yang terjadi) Sedangkan Persediaan Akhir kita harus mehitungnya dengan membuat tabel persediaan seperti ini

 PD. Anugerah (Konveksi)
 Kartu Persediaan Barang Dagangan : Pakaian
FIFO
Tanggal  Pembelian  Penjualan  Saldo
 Unit  harga pokok  total  unit  harga jual  total  unit  harga pokok  total
01-Jan                 5                35.000    175.000
03-Jan               12      36.000    432.000                 5                35.000    175.000
              12                36.000    432.000
              17                71.000    607.000
05-Jan                 5       35.000,0    175.000                 7                36.000    252.000
                5       36.000,0    180.000
              10       71.000,0    355.000
06-Jan               10      37.000    370.000                 7                36.000    252.000
              10                37.000    370.000
              17                73.000    622.000
10-Jan                 7       36.000,0    252.000                 9                37.000    333.000
                1       37.000,0      37.000
                8       73.000,0    289.000
14-Jan                 5       37.000,0    185.000                 4                37.000    148.000
20-Jan               10      37.500    375.000                 4                37.000    148.000
              10                37.500    375.000
              14                74.500    523.000
25-Jan                 4       37.000,0    148.000                 6                37.500    225.000
                4       37.500,0    150.000
                8       74.500,0    298.000

Oke balik lagi ke soal!

*Penjualan Neto didapat dari (Pembelian + Biaya Angkut Pembelian)

*BTUD / Barang Tersedia Untuk Dijual didapat dari (Persediaan awal + Pembelian Neto)

*HPP didapat dari (BTUD – Persediaan Akhir)

*Laba Kotor didapat dari (Penjualan Neto – HPP)

(4) Biaya Gaji termasuk Rp16.000.000 untuk pembelian beras yang dibagikan kepada karyawan. Pembelian beras ini menurut Fiskal tidak boleh dimasukkan dalam biaya gaji, dalam soal ini berarti biaya gaji harus di kurangkan Sebanyak Rp 16.000.000. Hal ini berpengaruh terhadap biaya gaji yang menurun sehingga laba akan meningkat, Laba meningkat merupakan koreksi fiskal positif “untuk itu di taruh pada kolom fiskal positif sebesar (Rp 16.000.000)

(5) Biaya Perjalanan, termasuk Rp5.000.000 untuk pembelian tiket isteri pimpinan yang menyertai perjalanan dinas. Biaya pembelian tiket istri, menurut fiskal tidak termasuk dalam kegiatan perusahaan sehingga hatus dikurangkan dari Biaya Perjalanan. Sehingga biaya perjalanan dikurangkan sebesar (Rp 5.000.000), karna biaya menurun maka laba akan meningkat, hal ini berarti koreksi fiskal positif maka di taruh pada kolom koreksi fiskal positif.

(6) . Kendaraan yang dimiliki perusahaan berupa:
truk dengan harga perolehan Rp200.000.000, menurut akuntansi umur ekonomis 10 tahun, nilai residu Rp10.000.000
Metoda penyusutan baik untuk fiskal maupun akuntansi saldo menurun ganda, menurut fiskal, kendaraan truk, masuk kelompok 2.
(7) Peralatan terdiri atas Peralatan Kantor, dengan harga perolehan Rp180.000.000, umur ekonomis 5 tahun, nilai residu Rp5.000.000; dan peralatan telekomunikasi berupa handphone yang digunakan untuk kegiatan operasional, 10 buah harga perolehan masing-masing Rp3.000.000, nilai residu masing-masing Rp300.000, umur ekonomis 4 tahun. Penyusutan menggunakan metode saldo menurun ganda baik untuk kepentingan akuntansi maupun fiskal. Menurut fiskal handphone kelompok 1 dan peralatan kantor masuk kelompok 2.
(8) Harga perolehan gedung Rp1.000.000.000, umur ekonomis 25 tahun, nilai residu Rp50.000.000. Menurut akuntansi gedung disusut dengan metode garis lurus, menurut fiskal merupakan gedung permanen.

6-7-8 Perhitungan Depresiasinya sebagai berikut —> Kunci KF <—

(*) Pajak penghasilan Pasal 25 pada fiskal harus di nol kan , beban pajak penghasilan menjadi nol, sehingga laba meningkat. Laba meningkat berarti koreksi fiskal positif.

(9) Biaya Telepon, termasuk pembelian pulsa telepon seluler untuk pimpinan dan bagian pemasaran, selama tahun 2009 sebesar Rp24.000.000. Ternyata biaya telepon setelah dinilai pada fiskal sebesar Rp 24.000.000 sehingga biaya telepon pada akuntansi harus dikurangkan sebesar (Rp 18.500.000) . Biaya telepon yang turun, mengakibatkan laba meningkat, sehingga termasuk koreksi fiskal positif.

(10) Biaya Sewa dibayar awal tahun 2009 untuk sewa kantor perwakilan luar kota tahun 2009 dan 2010 (dua tahun). Biaya sewa pada akuntansi ternyata adalah biaya sewa untuk tahun 2009 dan 2010, sedangkan kita akan membuat koreksi fiskal untuk tahun 2009 saja. Sehingga total biaya sewa pada akuntansi (Rp10.000.000) harus di bagi 2tahun, berarti masing-masing tahun sebesar Rp 5.000.000. Biaya sewa untuk koreksi fiskal tahun 2009 harus dikurangkan (Rp 5.000.000). Biaya berkurang mengakibatkan laba bertambah, sehingga hal ini termasuk koreksi fiskal positif.

(11)  Biaya Sumbangan dan Zakat, Rp10.000.000 diserahkan kepada Badan Amil Zakat (yang didirikan oleh pemerintah), bukti lengkap, yang Rp6.000.000 sumbangan untuk hari besar nasional dan Rp4.000.000 untuk yayasan yatim piatu di sekitar perusahaan. Pada fiskal ternyata biaya sumbangan zakat hanya diakui Rp 10.000.000 sehingga biaya sumbangan pada akuntansi harus dikurangkan sebesar (Rp 10.000.000) dari saldo awal Rp 20.000.000. Biaya berkurang mengakibatkan laba meningkat, sehingga hal ini termasuk kedalam koreksi fiskal positif.

(**) berdasarkan soal nomor 12 biaya kerugian piutang pada akuntansi dinilai sebesar 1% dari penjualan neto. Sehingga 1% x Rp 1.449.000.000 = Rp 14.490.000

(12) Biaya Kerugian Piutang, untuk keperluan akuntansi, perusahaan menerapkan metode cadangan sebesar 1% dari penjualan neto, sedang pada periode tersebut piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih sebesar Rp15.000.000 . Pada kenyataan ternyata piutang yang tak tertagih seharusnya Rp 15.000.000 sehingga harus ditambahkan dari saldo biaya kerugian piutang pada akuntansi  sebesar Rp 510.000 dari nilai awal Rp 14.490.000 . Biaya bertambah mengakibatkan laba menurun, sehingga hal ini termasuk kedalam koreksi fiskal negatif.

(^) dan (^^), Laba Usaha = Laba Kotor – Biaya Usaha

(13) Pendapatan Lain-Lain, termasuk Rp20.000.000 bunga deposito dan Rp5.000.000 pendapatan sewa gedung yang digunakan untuk suatu acara dan pajak telah dipotong sesuai peraturan perpajakan. Menurut fiskal bunga deposito dan pendapatan sewa gedung yang digunakan untuk suatu acara tidak termasuk kedalam pendapatan lain-lain, sehingga harus dikurangkan. Pendapatan lain-lain berkurang mengakibatkan laba berkurang, sehingga termasuk kedalam koreksi fiskal negatif.

(#) Laba bersih = Laba Usaha + Pendapatan Lain-lain

(14) perhitungan fasilitas PPh terutang sesuai SE-66/PJ/2010

Peredaran bruto (PB) = penjualan bruto = 1.575.000.000, maka PB ≤ 4,8M (Jawaban soal ini)
PPh terutang 59,512,740

Jika PB pada soal ini = 10M, maka 4,8M < PB ≤ 50M
PKP memperoleh fasilitas 204,043,680
PKP tanpa fasilitas 221,047,726
PPh terutang 90,459,479

Jika PB pada soal ini = 60M, maka PB > 50M
PPh terutang 119,025,480

CATATAN :

Karna kurang jelas tabel”nya yang panjang bisa di lihat download disini –> Perpajakan 2-Pertemuan ke-15 dan Kunci KF