Tags

,

BAB I

HAKIKAT MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Oleh : Drs. Moekijat

  1. Pendahuluan

Menurut David A. DeCenzo dan Stephen P.Robbins, Personnel Management itu sama dengan Human Resource Management. Mereka menulis sebuah buku berjudul Personnel / Human Resource Management.

Menurut Terry L. Leap dan Michael D. Crino, Personnel Management juga sama dengan Human Resource Management. Buku mereka diberi judul Personnel/Human Resource Management.

Menurut William B. Werther, Jr. Dan Keith Davis, Human Resource and Personnel Management, 1996 : 8

… HR Management, which is also commonl callad personnel management.

… Manajemen sumber daya manusia, yang biasa juga disebut manajemen personalia atau manajemen kepegawaian.

David J. Cherrington dalam bukunya The Management of Human Resource, 1995:5, menjelaskan istilah Personnel Management dan Human Resource Management sebagai berikut :

The terms personnel management and human resource management refer to the same processes. Human Resource Management is a modern term that emerged during the 1970s and won final accpetance in 1989 when the American Society for Personnel Administration (ASPA) voted to change its ame to the Society for Human Resource Management (SHRM). Both terms, however, refer to the same thing; the personnel who work for a company represent that company’s most important asset, all managers should be vitally concerned with human resource management. Futhermore, in one sense, all managers are huma resource managers because they share with human resource specialists the responsibility for ost HR functions.

Changing the name from personnel management to human resource management was more than a simple name change. The change was a symbolic recognition of the expanding role human resource management plays in creating competitive companies. One of the central objectives of this text is to explain how human resource activities must fit the mission and structure of each organization. Each organization represents a unique situation and each organization needs to develop human resource functions consistent with that situation

Istilah manajemen personalia dan manajemen sumber daya manusia menunjukan proses yang sama. Manajemen SDM adalah suatu istilah modern yang muncul selama tahun 1970-an dan mendapat penerimaan penuh pada tahun 1989 ketika ASPA memutuskan mengubah namanya menjadi SHRM. Akan tetapi kedua istilah tersebut menunjukkan hal yang sama; pegawai-pegawai yang bekerja untuk suatu perusahaan menunjukkan SDM dari perusahaan tersebut. Oleh karena SDM merupakan modal organisasi yang sangat penting, maka semua manajer akan banyak berhubungan dengan manajemen SDM. Selanjutnya pada dasarnya, semua manajer adalah manajer SDM, karena mereka bersama-sama dengan para pakar SDM mempunyai tanggung jawab atas kebanyakan fungsi SDM.

Perubahan nama manajemen personalia/kepegawaian menjadi manajemen SDM adalah lebih daripada hanya perubahan nama. Perubahan ini merupakan pengakuan simbolis peranan yang meluas yang dimiliki oleh manajemen SDM dalam menciptakan perusahaan yang kompetitif. Salah satu tujuan utama teks ini adalah untuk menjelaskan bagaimana kegiatan SDM harus disesuaikan dengan tugas dan struktur dari tiap organisasi. Tiap organisasi menunjukkan suatu situasi khusus dan tiap organisasi perlu mengembangkan fungsi-fungsi SDM sesuai dengan situasi tersebut.

  1. Definisi Human Resource Management
  2. David A. DeCenzo dan Stephen P. Robbins, Personnel/Human Resource Management, tanpa tahun, halm 617.

Human Resource Management (HRM). A proses consisting of the acquisition, development, motivation, and maintenance of human resources.

Manajemen sumber daya manusia (MSDM). Suatu proses terdiri atas penerimaan, pengembangan, motivasi, dan pemeliharaan sumber daya manusia.

  1. R. Wayne Mondy dan Robert M. Noe, Human Resource Management, 1993:4.

Human resource management (HRM) is the utilization of human resources to achieve organizational objective.

Manajemen sumber daya manusia adalah pemanfaatan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan organisasi.

  1. R. Wayne Mondy dan Robert M. Noe, Human Resource Management, 1993:G-5.

Human resource management (HRM) : Utilization of the firm’s human resources to achieve organizational objectives.

Manajemen sumber daya manusia (MSDM) : Pemanfaatan sumber daya manusia perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi.

  1. George T. Milkovich dan John W. Boudreau, Human Resource Management, 1991:2.

Human resource management is a series of decisions about the employment relationship that influence the effectiveness of employees and organizations.

Manajemen sumber daya manusia adalah serangkaian keputusan tentang hubungan kerja yang mempengaruhi kefektifan pegawai dan organisasi.

  1. William F. Glueck, Personnel : A diagnostic approach, 1982:11.

Personnel/Human resource management is the set of activities in all organizations intended to influence the effectiveness of human resources and organizations.

Manajemen personalia/sumber daya manusia adalah serangkaian kegiatan dalam semua organisasi yang dimaksudkan untuk mempengaruhi kefektifan sumberdaya manusia dan organisasi.

  1. Terry L. Leap and Michael D. Crino, Personnel/Human Resource Management, 1990:5.

Personnel/human resource management is a staff function whose primary role, as previously stated, is to help the organization achieve its goals.

Manajemen personalia/sumber daya manusia adalah fungsi staf yang peranan utamanya, seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, adalah membantu organisasi mencapai sasarannya.

  1. John M. Ivancevich, et al, Management, 1989:519.

Human resource management can be defined as the process of accomplishing organizational objectives by acquiring, retaining, terminating, developing, and properly using the human resources in an organization.

Manajemen sumber daya manusia dapat didefinisikan sebagai proses pencapaian tujuan organisasi melalui mendapatkan, mempertahannkan, memberhentikan, mengembangkan, dan menggunakan/memanfaatkan sumber daya manusia dalam suatu organisasi dengan sebaik-baiknya.

 

  1. Human Resources

Menurut Andrew F. Sikula, istilah “human resources” itu sama dengan istilah “personnel”, juga sama dengan istilah “manpower”. Ia menulis sebagai beikut :

  1. Andrew F. Sikula, Personnel Administration and Human Resources Management, 1981, Preface.

The personnel or human resources of an organization are its most important and valuable assets.

  1. Andrew F. Sikula, Personnel Administration and Human Resources Management, 1981:6.

Personnel Administration is the implementation of human resources (manpower) by and within an enterprise.

Menurut George F. Milkovich dan John W. Boudreau, istilah “human resources” itu sama dengan istilah “employees”. Mereka menulis :

… emplyees – the resources – are particularly important (Human Resource Management, 1991:2)

Menurut Terry L. Leap dan Michael D. Crino, istilah “human resources” itu sama dengan istilah “people”. Mereka menulis sebagai berikut :

Terry L. Leap dan Michael D. Crino, Personnel/Human Resource Management, 1990:4.

This book proposes that people (human resources) play a vital role in the success of an organization.

Adapun definisi human resources adalah :

William B. Werther, Jr. Dan Keith Davis, Human Resources and Personnel Management, 1996:596.

Human resources are the people who are ready, willing, and able to contribute to organizational goals.

Sumber daya manusia adalah orang-orang yang siap, mau dan mampu memberi sumbangan kepada tercapainya sasaran organisasi.

  1. Fungsi – Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
  2. R. Wayne Mondy dan Robert M. Noe, Human Resource Management, 1993:6.

… six functional areas are associated with effective human resource management : human resource planning, recruitment, and selection; human resource development; compensation and benefits; safety and health; employee and labor relations; and human resource reseacrh.

.. enam bidang fungsional dihubungkan dengan manajemen sumber daya manusia yang efektif : perencanaan sumber daya manusia, penarikan tenaga kerja, dan seleksi; pengembangan sumber daya manusia; kompensasi dan tunjangan; keselamatan dan kesehatan kerja; hubungan antar pegawai dan hubungan ketenagakerjaan; dan riset sumber daya manusia.

  1. David J. Cherrington, The Management of Human Resources, 1995:11.

The major functions of a human resource departement include : (1) Staffing, (2) performance evaluations, (3) compensation and bnefits, (4) training and development, (5) employee relations, (6) safety and health, (7) personnel research.

Fungsi – fungsi suatu bagian sumber daya manusia yang penting meliputi : (1) penyusunan tenaga kerja, (2) evaluasi pelaksanaan pekerjaan, (3) kompensas dan tunjangan, (4) pelatihan dan pegembangan, (5) hubungan antar pegawai, (6) keselamatan dan kesehatan kerja, dan (7) riset kepegawaian.

  1. Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia
  2. R. Wayne Mondy dan Robert M. Noe, Human Resource Management, 1993:4.

Bassically, managers get things done through the effort of others, which requires effective human resource management.

Pada dasarnya. Manajer-manajer itu mencapai sesuatu melalui kegiatan orang-orang lain, yang memerlukan manajemen sumber daya manusia yang efektif.

  1. William R. Werther, Jr., dan Keith Davis, Human Resources and Personnel Management, 1993:11.

Human resource management is important because without gains in employee productivity organizations eventually stagnate and fail.

Manajemen sumber daya manusia itu penting karena tanpa keuntungan dalam produktivitas pegawai, organisasi pada akhirnya akan tidak mendapat kemajuan dan gagal.

  1. Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia

Menurut William B. Werther, Jr. Dan Keith Davis, Human Resources and Personnel Management, 1996:9, manajemen sumber daya manusia mempunyai empat tujuan : tujuan organisasional, tujuan fungisonal, tujuan kemasyarakatan dan tujuan perseorangan.

  1. Tujuan Organisaional

Tujuan organisasional adalah untuk mengetahui bahwa manejemen sumber daya manusia itu diadakan guna menambah dan meningkatkan keefektifan organisasi. Meskipun Departemen Sumber Daya Manusia yang formal dibentuk untuk membantu para manajer, manajer-manajer tetap bertanggung jawab atas pelaksanaa pekerjaan pegawai. Departemen Sumber Daya Manusia diadakan untuk membantu manajer-manajer mencapai tujuan organisasi. Manajemen sumber daya manusia bukanlah tujuan yang terakhir; manajemen sumber daya manusia hanya merupakan suatu alat untuk membantu manajer-manajer yang menghadapi masalah-masalah sumber daya manusia.

  1. Tujuan Fungsional

Tujuan fungsional adalah untuk memelihara bantuan Departemen Sumber Daya Manusia pada suatu tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Sumber daya akan sia-sia apabila manajemen sumber daya manusia kurang mengetahui tuntutan organisasi.

  1. Tujuan Kemasyarakatan

Tujuan kemasyarakatan adalah agar mau mendengarkan/menanggapi kebutuhan-kebutuhan dan tantangan-tantangan masyarakat sambil mengurangi sebanyak-banyaknya pengaruh negatif dan tuntutan-tuntutan demikian terhadap organisasi. Kegagalan organisasi menggunakan sumber dayanya untuk kepentingan masyarakat dengan cara layak dapat mengakibatkan pembatasan-pembatasan. Misalnya, masyarakat dapat membatasi keputusan-keputusan sumber daya manusia melalui undang-undang yang berhubungan dengan diskriminasi, keamanan/keselamatan kerja, dan bidang-bidang lain yang berhubungan dengan masyarakat.

  1. Tujuan Perseorangan

Tujuan perseorangan adalah untuk membantu pegawai-pegawai dalam mencapai sasaran-sasaran pribadi mereka, paling tidak sepanjang sasaran-sasaran tersebut menambah sumbangan perseorangan kepada organisasi. Tujuan perseorangan dari pegawai-pegawai harus dipenuhi apabila para karyawan perlu dipelihara, dipertahankan, dan dimotivasi. Apabila tidak, maka prestasi dan kepuasan pegawai akan menurun dan pegawai-pegawai mungkin keluar dari organisasi.

Tidak setiap keputusan sumber daya manusia dapat memenuhi tujuan organisasional, tujuan fungsional, tujuan kemasyarakatan, dan tujuan perseorangan ini pada setiap waktu. Akan tetapi tujuan-tujuan ini dapat dipergunakan sebagai suatu alat untuk mengecek keputusan-keputusan. Makin banyak tujuan-tujuan ini dipenuhi oleh departemen, makin besar pula sumbangannya kepada organisasi dan kebutuhan pegawai.

  1. Ruang Lingkup Pembahasan

Ruang lingkup pembahasan manajemen sumber daya manusia meliputi kegiatan berikut :

  1. Hakekat manajemen sumber daya manusia
  2. Analisis jabatan dan analisis beban kerja
  3. Penilaian jabatan
  4. Klasifikasi jabatan
  5. Kompensasi
  6. Penarikan tenaga kerja dan sumbernya
  7. Seleksi
  8. Induksi dan pelatihan
  9. Perencanaan karir
  10. Penilaian kecakapan pegawai
  11. Penyesuaian jabatan
  12. Pengawasan
  13. Moril dan disiplin
  14. Keselamatan dan kesehatan kerja
  15. Pelayanan pegawai
  16. Motivasi
Advertisements