Tags

,

1) 6 Kendala yang dihadapi oleh akuntansi pemerintahan dalam menghasilkan laporan keuangan yang relevan dan dapat diandalkan !
1. Objektivitas
Objektivitas merupakan kendala utama dalam menghasilkan laporan keuangan yang relevan. Laporan keuangan disajikan oleh manajemen untuk melaporkan kinerja yang telah dicapai manajemen selama periode tertentu kepada pihak eksternal yang menjadi stakeholders organisasi. Seringkali terjadi benturan masalah objektivitas laporan kinerja yang disebabkan adanya benturan kepentingan antara kepentingan manajemen dengan kepentingan stakeholders. Manajemen tidak selalu bertindak untuk stakeholders, namun seringkali ia bertindak untuk memaksimumkan kesejahteraan mereka dan mengamankan posisi mereka tanpa memandang bahaya yang ditimbulkan terhadap stakeholders yang lain, seperti karyawan, investor, kreditur dan masyarakat.
2. Konsistensi
Konsistensi mengacu kepada penggunaan metode baru atau teknik akuntansi yang sama untuk menghasilkan laporan keuangan organisasi selama beberapa periode waktu secara berturut-turut. Tujuannya adalah agar laporan keuangan dapat diperbandingkan kinerjanya dari tahun ke tahun. Konsistensi penerapan metode akuntansi merupakan hal yang sangat penting karena organisasi memiliki orientasi jangka panjang (going concern), sedangkan laporan keuangan hanya melaporkan kinerja selama satu periode. Oleh karena itu, agar tidak terjadi keterputusan proses evaluasi kinerja organisasi, maka organisasi itu perlu konsisten dalam menerapkan metode akuntansinya.
3. Daya Banding
Laporan keuangan pemerintah hendaknya dapat diperbandingkan antar periode waktu dan dengan instansi yang sejenis. Daya banding berarti laporan keuangan dapat digunakan untuk membandingkan kinerja organisasi dengan organisasi lainnya yang sejenis. Kendala daya banding terkait dengan objektivitas, karena semakin objektivitas suatu laporan keuangan maka akan semakin tinggi daya bandingnya dengan dasar yang sama dan dapat dihasilkan laporan yang berbeda. Selain itu, daya banding juga terkait dengan konsistensi. Adanya beberapa alternative dalam penggunaan metode akuntansi juga dapat menyulitkan tercapainya aspek daya banding ini.
4. Tepat waktu
Laporan keuangan harus disajikan tepat waktu agar dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi, social, politik, untuk menghindari tertundanya pengambiln keputusan tersebut. Kendala ketepatan waktu penyajian laporan keuangan terkait dengan lama waktu yang dibutuhkan organisasi untuk menghasilkan laporan keuangan. Semakin cepat waktu penyajian laporan keuangan, maka akan semakin baik untuk pengambilan keputusan. Permasalahannya semakin banyak informasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan berbagai informasi tersebut. Laporan keuangan mungkin disajikan tidak tepat waktu sehingga tidak relevan untuk pengambilan keputusan meskipun disajikan lebih awal.
5. Ekonomis dalam penyajian laporan
Penyajian informasi membutuhkan biaya. Semakin banyak informasi yang dibutuhkan semakin besar pula biaya yang dibutuhkan. Kendala ekonomis dalam penyajian laporan keuangan bisa berarti bahwa manfaat yang diperoleh harus lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan laporan keuangan tersebut.
6. Materialitas
Suatu informasi dianggap material apabila mempengaruhi keputusan, atau jika informasi tersebut dihilangkan akan menghasilkan keputusan yang berbeda. Penentuan materialitas memang bersifat pertimbangan subjektif, namun pertimbangan tersebut tidak dapat dilakukan menurut selera pribadi. Pertimbangan yang digunakan merupakan pertimbangan professional judgment yang mendasarkan pada teknik tertentu.


2) Teknik-teknik akuntansi keuangan yang sering dipakai oleh akuntansi sector public khususnya pemerintah!
1. Akuntansi Anggaran
Merupakan teknik akuntansi yang menyajikan jumlah yang dianggarkan dengan jumlah akrual dan dicatat berpasangan (Double entry). Akuntansi anggaran merupakan praktik akuntansi yang banyak digunakan organisasi sector public khususnya pemerintahan, yang mencatat dan menyajikan akun operasi dalam format yang sama dan sejajar dengan anggarannya. Jumlah akun belanja yang dianggarkan dikreditkan terhadap akun yang sesuai kemudian apabila belanja tersebut direalisasikan, maka akun tersebut didebit kembali. Saldo yang ada demikian menunjukkan jumlah anggaran yang belum dibelanjakan. Terkait akuntansi anggaran dapat membandingkan secara sistematik dan kontinu jumlah anggaran dengan realisasi anggaran. Tujuan utama teknik ini adalah menekankan peran anggaran dalam siklus perencanaan, pengendalian, dan akuntabilitas. Salah satu kelemahan teknik akuntansi anggaran adalah teknik ini sangat kompleks. Akan lebih mudah dan lebih komprehensif apabila akun-akun yang ada menunjukkan pendapatan dan biaya actual, dan anggaran menunjukkan pendapatan dan biaya dianggarkan.
2. Akuntansi Komitmen
Akuntansi komitmen adalah sistem akuntansi yang mengakui transaksi dan mencatatnya pada saat order dikeluarkan. Sistem akuntansi akrual mengakui biaya pada saat faktur diterima dan mengakui pendapatan ketika faktur dikeluarkan. Akuntansi komitmen dapat digunakan bersama-sama dengan menggunakan akuntansi kas dan akuntansi akrual. Akuntansi komitmen tersebut hanya menjadi subsistem dari sistem akuntansi utama yang dipakai organisasi. Hal ini berarti bahwa transaksi tidak diakui ketika kas telah diterima atau dibayarkan, dan tidak juga ketika faktur diterima atau dikeluarkan, akan tetapi pada waktu yang lebih awal yaitu ketika order diterima atau dikeluarkan. Tujuan utama akuntansi komitmen adalah untuk pengendalian anggaran. Kelemahannya adalah akan kesulitan dalam mengakui biaya-biaya untuk periode akuntansi yang bersangkutan yang mendasarkan pada order yang dikeluarkan.
3. Akuntansi Dana
Sistem akuntansi pemerintah yang dilakukan dengan menggunakan konsep dana menentukan suatu unit kerja sebagai entitas akuntansi (accounting entitas) dan entitas anggaran (budget entity) yang berdiri sendiri. Penggunaan akuntansi dana merupakan salah satu perbedaan antara utama antara akuntansi pemerintahan dengan akuntansi bisnis. Sistem akuntansi dana adalah metode yang menekankan pada pelaporan pemanfaatan dana, bukan pelaporan itu sendiri. Terdepat 2 jenis dana yang digunakan akuntansi sector public : (1) dana yang dapat dibelanjakan (2) dana yang tidak dapat dibelanjakan.
4. Akuntansi Kas
Penerapan akuntansi kas, pendapatan dicatat pada saat kas diterima dan pengeluaran dicatat pada saat kas dikeluarkan. Kelebihan cash basis adalah mencerminkan pengeluarkan yang rill, actual, dan objektif. Namun GAAP tidak membenarkan pencatatan dengan dasar cash basis karena tidak dapat mencerminkan kinerja yang sesungguhnya. Dengan cash basis tingkat efisiensi dan efektivitas suatu kegiatan, program atau aktivitas tidak dapat diukur dengan baik.
5. Akuntansi Akrual
Akuntansi akrual dianggap lebih baik daripada akuntansi kas. Teknik akuntansi akrual diyakini dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih relevan. Basis akrual membedakan antara penerimaan kas dan hak untuk mendapatkan kas, serta pengeluaran kas dengan kewajiban untuk membayar kas. Oleh karena itu, dengan sistem akrual pendapatan dan biaya diakui pada saat diperoleh atau terjadi tanpa memandang apakah kas tersebut telah diterima atau dikeluarkan.
3) Tujuan dan fungsi laporan keuangan sector public !
1. Kepatuhan dan pengelolaan
Laporan keuangan digunakan untuk memberikan jaminan kepada pengguna laporan keuangan dan pihak otoritas penguasa bahwa pengelolaan sumber daya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan lain yang telah ditetapkan.
2. Akuntabilitas dan pelaporan retrospektif
Laporan keuangan digunakan sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada public. Laporan keuangan digunakan untuk memonitor kerja dan evaluasi manajemen, memberikan dasar untuk mengamati tren antar kurun waktu, pencapaian atas tujuan yang telah ditetapkan, dan membandingkannya dengan kinerja organisasi lain yang sejenis jika ada.
3. Perencanaan dan informasi otorisasi
Laporan keuangan berfungsi untuk memberikan dasar perencanaan kebijakan dan aktivitas dimasa yang akan dating dan memberikan informasi pendukung mengenai otorisasi penggunaan dana.
4. Kelangsungan organisasi
Laporan keuangan berfungsi untuk membantu pengguna dalam menentukan apakah suatu organisasi atau unit kerja dapat meneruskan menyediakan barang dan jasa (pelayanan) dimasa yang akan dating.
5. Hubungan masyarakat
Laporan keuangan berfungsi untuk memberikan kesempatan kepada organisasi untuk mengemukakan pernyataan atas prestasi yang telah dicapai kepada pengguna yang dipengaruhi karyawan dan masyarakat, serta sebagai alat komunikasi dengan public dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
6. Sumber fakta dan gambaran
Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi kepada berbagai kelompok kepentingan yang ingin mengetahui organisasi secara lebih dalam.
4) Perbedaan laporan keuangan yang dihasilkan oleh akuntansi sector swasta dengan akuntansi pemerintah!

Aspek Pembeda Sektor Publik Sektor Komersial
1.       Perbedaan Tujuan ·         Tidak ada perhitungan laba rugi, yang ada surplus atau deficit ·         Terdapat perhitungan laba rugi
·         Tidak ada revaluasi aset ·         Dimungkinkan adanya revaluasi aset
·         Tidak ada penyusutan aset tetap ·         Ada penyusutan aset tetap
·         Perbandingan anggaran terhadap realisasi dari pendapatan dan belanja ·         Perbandingan antara pendapatan dan beban
2.       Masalah Pendapatan ·         Pendapatan tidak bersifat resolusing (tidak dapat diputar lagi untuk belanja tahun yang akan dating) ·         Pendapatan tahun berjana dapat disimpan untuk digunakan pada tahun yang akan datang
·         Sebagian pendapatan diperoleh dari pajak (pungutan) ·         Pendapatan diperoleh dari jual beli barang atau jasa
·         Penerimaan pinjaman dijadikan pendapatan ·         Penerimaan pinjaman dijadikan kewajiban
3.       Masalah Beban ·         Menggunakan istilah expenditure (belanja), dimana didalamnya termasuk : ·         Menggunakan istilah expense (beban/biaya) dimana cakupannya lebih sempit daripada expenditure
ü  Expense (beban/ biaya)
ü  Pembayaran angsuran
ü  Pelunasan Utang
ü  Pembelian Aset Tetap
4.       Masalah Penganggaran ·         Terdapat akuntansi anggaran ·         Tidak terdapat akuntansi anggaran
·         Terdapat rekening anggaran ·         Tidak terdapat rekening anggaran
·         Perbandingan anggaran dan realisasi dilakukan dalam pembukuan ·         Perbandingan anggaran dan realisasi dilakukan diluar pembukuan
5.       Masalah Kepemilikan ·         Tidak terdapat tanda kepemilikan yang bertindak sebagai pemegang kebijakan adalah rakyat selaku pemegang kedaulatan tertinggi ·         Terdapat tanda kepemilikan, yang diwujudkan dalam modal saham, pemegang saham mayoritas dapat bertindak selaku pemegang kebijakan perusahaan
6.       Masalah Basis Akuntansi ·         Basis kas untuk pendapatan dan beban, basis akrual, untuk pengakuan aset, kewajiban dan ekuitas ·         Basis akrual baik untuk pengakuan pendapatan, beban, aset, kewajiban dan ekuitas (modal)
7.       Masalah Sistem Entry yang digunakan ·         Paralel antara single entry dan double entry ·         Double Entry
ü  Single entry untuk pencatatan pembukuan pada bendahara
ü  Double entry untuk pencatatan dengan komputerisasi pada sistem akuntansi pemerintahan

5) Luas pengungkapan yang perlu disampaikan kepada user laporan keuangan akuntansi pemerintah !
Pemerintah harus menentukan kebijakan yang menjelaskan komponen apa saja yang dapat dikategorikan sebagai pendapatan atau biaya operasi yang tepat untuk suatu unit kerja atau kepada pengguna laporan. Adapun hal-hal yang perlu disampaikan sebagai berikut :
a. Focus pengukuran dan dasar akuntansi yang digunakan untuk pembuatan laporan
b. Kebijakan menghapus/menghentikan aktivitas internet unit kerja pada laporan aktivitas
c. Kebijakan kapitalisasi aktiva dan menaksir umur ekonomis aktiva-aktiva tersebut untuk menentukan biaya depresiasinya
d. Deskripsikan mengenai jenis-jenis transaksi yang masuk dalam penerimaan program dan kebijakan untuk mengalokasikan biaya-biaya tidak langsung kepada suatu fungsi atau unit kerja dalam laporan aktivitas
e. Kebijakan pemerintah dalam menentukan pendapatan operasi dan non operasi
f. Pemeirntah harus mengungkapkan secara detail dalam catatan laporan keuangan tentang aset, modal dan utang jangka panjang
6) Sumber keuangan yang dipakai dalam rangka pembiayaan desentralisasi (otonomi 2000) !
a. Pendapatan asli daerah : hasil pajak daerah, retribusi daerah, hasil operasi perusahaan milik daerah, kekayaan daerah, dll.
b. Dana perimbangan : bersumber dari APBN yang dialokasikan ke daerah. Ada dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dan dana bagi hasil
c. Pinjaman daerah
7) Peran pelaporan keuangan akuntansi pemerintah !
1. Akuntabilitas, mempertanggung jawabkan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepada entitas pemerintah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan
2. Manajemen, membantu para pengguna untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan suatu entitas pelapor dalam periode pelaporan sehingga memudahkan fungsi perencanaan, pengelolaan dan pengendalian atas seluruh aset, kewajiban dan ekuitas pemerintah untuk kepentingan masyarakat.
3. Transparansi, memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada masyarakat berdasarkan pertimbangan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggungjawaban pemerintah dalam pengelolaan sumber daya yang dipercayakan kepadanya dan ketaatannya pada peraturan perundang-undangan.
4. Keseimbangan Antargenerasi, membantu para pengguna dalam mengetahui kecukupan penerimaan pemerintah pada periode pelaporan untuk membiayai seluruh pengeluaran yang dialokasikan dan apakah generasi yang akan datang diasumsikan akan ikut menanggung beban pengeluaran tersebut.
5. Evaluasi Kinerja, mengevaluasi kinerja entitas pelapor, terutama dalam penggunaan sumber daya ekonomi yang dikelola pemerintah untuk mencapai kinerja yang direncanakan
8) Pengertian dari keuangan Negara secara umum !
Keuangan Negara = semua hak dan kewajiban Negara yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik Negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut.
9) asas – asas dalam pengelolaan keuangan Negara !
1. Asas tahunan, memberikan persyaratan bahwa anggaran Negara dibuat secara tahunan yang harus mendapat persetujuan dari badan legislative (DPR).
2. Asas universalitas, (kelengkapan) memberikan batasan bahwa tidak diperkenankan terjadinya percampuran antara penerimaan Negara dengan pengeluaran Negara.
3. Asas kesatuan, mempertahankan hak budget dari dewan secara lengkap, berarti semua pengeluaran harus tercantum dalam anggaran. Oleh karena itu, anggaran merupakan anggaran bruto dimana yang dibukukan dalam anggaran adalah jumlah brutonya.
4. Asas spesialitas, mensyaratkan bahwa jenis pengeluaran dimuat dalam mata anggaran tertentu/tersendiri dan diselenggarakan secara konsisten baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Kualitatif = penggunaan anggaran hanya dibenarkan untuk mata anggatan yang telah ditentukan. Kuantitatif = jumlah yang diterapkan pada mata anggaran tertentu adalah batas tertinggi dan tidak boleh dilampaui.
5. Asas akuntabilitas, berorientasi pada hasil, mengandung makna bahwa setiap pengguna anggaran wajib menjawab dan menerangkan kinerja organisasi atas keberhasilan atau kegagalan suatu program yang menjadi tanggung jawabnya.
6. Asas profesionalitas, mengharuskan pengelolaan keuangan Negara ditangani oleh tenaga yang professional.
7. Asas proporsionalitas, pengalokasian anggaran dilaksanakan secara proporsional pada fungsi-fungsi kementrian/lembaga sesuai dengan tingkat prioritas dan tujuan yang ingin dicapai.
8. Asas keterbukaan, dalam pengelolaan keuangan Negara mewajibkan adanya keterbukaan dalam pembahasan, penetapan dan perhitungan anggaran serta atas hasil pengawasan oleh lembaga audit yang idependen.
9. Asas pemeriksaan keuangan, ole badan pemeriksa yang bebas dan mandiri, member kewenangan lebih besar kepada BPK untuk melaksanakan pemeriksaan atas pengelolaan keuangan Negara secara objektif dan independen.

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

Aspek Pembeda

Sektor Publik

Sektor Komersial

1.       Perbedaan Tujuan

·         Tidak ada perhitungan laba rugi, yang ada surplus atau deficit

·         Tidak ada revaluasi aset

·         Tidak ada penyusutan aset tetap

·         Perbandingan anggaran terhadap realisasi dari pendapatan dan belanja

·         Terdapat perhitungan laba rugi

·         Dimungkinkan adanya revaluasi aset

·         Ada penyusutan aset tetap

·         Perbandingan antara pendapatan dan beban

2.       Masalah Pendapatan

·         Pendapatan tidak bersifat resolusing (tidak dapat diputar lagi untuk belanja tahun yang akan dating)

·         Sebagian pendapatan diperoleh dari pajak (pungutan)

·         Penerimaan pinjaman dijadikan pendapatan

·         Pendapatan tahun berjana dapat disimpan untuk digunakan pada tahun yang akan datang

·         Pendapatan diperoleh dari jual beli barang atau jasa

·         Penerimaan pinjaman dijadikan kewajiban

3.       Masalah Beban

·         Menggunakan istilah expenditure (belanja), dimana didalamnya termasuk :

ü  Expense (beban/ biaya)

ü  Pembayaran angsuran

ü  Pelunasan Utang

ü  Pembelian Aset Tetap

·         Menggunakan istilah expense (beban/biaya) dimana cakupannya lebih sempit daripada expenditure

4.       Masalah Penganggaran

·         Terdapat akuntansi anggaran

·         Terdapat rekening anggaran

·         Perbandingan anggaran dan realisasi dilakukan dalam pembukuan

·         Tidak terdapat akuntansi anggaran

·         Tidak terdapat rekening anggaran

·         Perbandingan anggaran dan realisasi dilakukan diluar pembukuan

5.       Masalah Kepemilikan

·         Tidak terdapat tanda kepemilikan yang bertindak sebagai pemegang kebijakan adalah rakyat selaku pemegang kedaulatan tertinggi

·         Terdapat tanda kepemilikan, yang diwujudkan dalam modal saham, pemegang saham mayoritas dapat bertindak selaku pemegang kebijakan perusahaan

6.       Masalah Basis Akuntansi

·         Basis kas untuk pendapatan dan beban, basis akrual, untuk pengakuan aset, kewajiban dan ekuitas

·         Basis akrual baik untuk pengakuan pendapatan, beban, aset, kewajiban dan ekuitas (modal)

7.       Masalah Sistem Entry yang digunakan

·         Paralel antara single entry dan double entry

ü  Single entry untuk pencatatan pembukuan pada bendahara

ü  Double entry untuk pencatatan dengan komputerisasi pada sistem akuntansi pemerintahan

·         Double Entry

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
table.MsoTableLightListAccent1
{mso-style-name:”Light List – Accent 1″;
mso-tstyle-rowband-size:1;
mso-tstyle-colband-size:1;
mso-style-priority:61;
mso-style-unhide:no;
border:solid #4F81BD 1.0pt;
mso-border-themecolor:accent1;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
table.MsoTableLightListAccent1FirstRow
{mso-style-name:”Light List – Accent 1″;
mso-table-condition:first-row;
mso-style-priority:61;
mso-style-unhide:no;
mso-tstyle-shading:#4F81BD;
mso-tstyle-shading-themecolor:accent1;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-bottom:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
line-height:normal;
color:white;
mso-themecolor:background1;
mso-ansi-font-weight:bold;
mso-bidi-font-weight:bold;}
table.MsoTableLightListAccent1LastRow
{mso-style-name:”Light List – Accent 1″;
mso-table-condition:last-row;
mso-style-priority:61;
mso-style-unhide:no;
mso-tstyle-border-top:2.25pt double #4F81BD;
mso-tstyle-border-top-themecolor:accent1;
mso-tstyle-border-left:1.0pt solid #4F81BD;
mso-tstyle-border-left-themecolor:accent1;
mso-tstyle-border-bottom:1.0pt solid #4F81BD;
mso-tstyle-border-bottom-themecolor:accent1;
mso-tstyle-border-right:1.0pt solid #4F81BD;
mso-tstyle-border-right-themecolor:accent1;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-bottom:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
line-height:normal;
mso-ansi-font-weight:bold;
mso-bidi-font-weight:bold;}
table.MsoTableLightListAccent1FirstCol
{mso-style-name:”Light List – Accent 1″;
mso-table-condition:first-column;
mso-style-priority:61;
mso-style-unhide:no;
mso-ansi-font-weight:bold;
mso-bidi-font-weight:bold;}
table.MsoTableLightListAccent1LastCol
{mso-style-name:”Light List – Accent 1″;
mso-table-condition:last-column;
mso-style-priority:61;
mso-style-unhide:no;
mso-ansi-font-weight:bold;
mso-bidi-font-weight:bold;}
table.MsoTableLightListAccent1OddColumn
{mso-style-name:”Light List – Accent 1″;
mso-table-condition:odd-column;
mso-style-priority:61;
mso-style-unhide:no;
mso-tstyle-border-top:1.0pt solid #4F81BD;
mso-tstyle-border-top-themecolor:accent1;
mso-tstyle-border-left:1.0pt solid #4F81BD;
mso-tstyle-border-left-themecolor:accent1;
mso-tstyle-border-bottom:1.0pt solid #4F81BD;
mso-tstyle-border-bottom-themecolor:accent1;
mso-tstyle-border-right:1.0pt solid #4F81BD;
mso-tstyle-border-right-themecolor:accent1;}
table.MsoTableLightListAccent1OddRow
{mso-style-name:”Light List – Accent 1″;
mso-table-condition:odd-row;
mso-style-priority:61;
mso-style-unhide:no;
mso-tstyle-border-top:1.0pt solid #4F81BD;
mso-tstyle-border-top-themecolor:accent1;
mso-tstyle-border-left:1.0pt solid #4F81BD;
mso-tstyle-border-left-themecolor:accent1;
mso-tstyle-border-bottom:1.0pt solid #4F81BD;
mso-tstyle-border-bottom-themecolor:accent1;
mso-tstyle-border-right:1.0pt solid #4F81BD;
mso-tstyle-border-right-themecolor:accent1;}

Advertisements