Tags

, ,

MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

 

Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman, suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu.untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu.

Pentingnya Manajemen Resiko Keuangan :

  • Pertumbuhan jasa manajemen resiko yang cepat menunjukan bahwa manajemen dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan mengendalikan resiko keuangan.
  • Adanya harapan yang besar dari investor pihak-pihak berkepentingan lainya, agar manajer keuangan mampu mengidentifikasikan dan mengelola resiko pasar yang dihadapi secara aktif

Daftar Istilah Penting:

  1. Accounting risk (risiko akuntansi): Risiko bahwa perlakuan akuntansi yang lebih disukai atas suatu transaksi tidak tersedia.
  2. Balance sheet hedge (lindung nilai neraca): Mengurangi eksposur valutaasing yang dihadapi dengan membedakan berbagai aktiva dan kewajiban luar negeri suatu perusahaan.
  3. Counterparty (pihak lawan): Individu/lembaga yang terpengaruh dengan suatu transaksi.
  4. Credit risk (risiko kredit): Risiko bahwa pihak lawan mengalami gagal bayar atas kewajibannya.
  5. Derivatife (derivatif): Perjanjian kontraktual yang menimbulkan hak atau kewajiban khusus dengan nilai yang berasal dari instrument atau komoditas keuangan lainnya.
  6. Economic exposure(eksposur ekonomi): Pengaruh perubahan kurs valuta asing terhadap biaya dan pendapatan perusahaan di masa depan.
    1. Exposure management (manajemen eksposur): Penyusunan struktur dalam perusahaan untuk meminimalkan pengaruh buruk perubahan kurs terhadap laba.
    2. Foreign currency commitment (komitmen mata uang asing): Komitmen penjualan/pembelian perusahaan yang berdenominasi dalam mata uang asing.
    3. Inflation differential (perbedaan inflasi): Perbedaan dalam laju inflasi antar dua negara atau lebih.
    4. Liquidity risk (risiko likuiditas): Ketidakmampuan untuk melakukan perdagangan suatu instrument keuangan dengan tepat waktu.
    5. Market discontinuities (diskontinuitas pasar): Perubahan nilai pasar secara mendadak dan signifikan.
    6. Market risk (risiko pasar): Risiko kerugian akibat perubahan tak terduga dalam harga valuta asing, kredit komoditas, dan ekuitas.
    7. Net exposed asset position (risiko potensial posisi aktiva bersih): Kelebihan posisi aktiva terhadap posisi kewajiban (juga disebut sebagai posisi positif).
    8. Net exposed liability position (risiko potensial posisi kewajiban bersih): Kelebihan posisi kewajiban terhadap posisi aktiva (juga disebut sebagai posisi negatif).
  7. Net investment (investasi bersih): Suatu posisi aktiva atau kewajiban bersih   yang terjadi pada suatu perusahaan.
  8. National amount (jumlah nasional): Jumlah pokok yang dinyatakan dalam kontrak untuk menentukan penyelesaian.
  9. Operational hedge (lindung nilai operasional): Perlindungan risiko valutaasing yang memfokuskan pada variabel yang mempengaruhi pendapatan dan beban suatu perusahaan dalam mata uang asing.
  10. Option (opsi): Hak (bukan kewajiban) untuk membeli atau menjual suatu kontrak keuangan sebesar harga yang ditentukan sebelum atau pada saat tanggal tertentu di masa datang.
  11. Regulatory risk (risiko regulator): Risiko bahwa suatu undang-undang public akan membatasi maksud penggunaan suatu produk keuangan.
  12. Risk mapping (pemetaan risiko): Mengamati hubungan temporal berbagai  risiko pasar dengan berbagai variabel laporan keuangan yang mempengaruhi nilai perusahaan dan menganalisis kemungkinan terjadinya.
  13. Structural hedges (lindung nilai struktural): Pemilihan atau relokasi operasi untuk mengurangi keseluruhan eksposur valuta asing suatuperusahaan.
  14. Tax risk (risiko pajak): Risiko bahwa tidak adanya perlakuan pajak yang diinginkan.
  15. Translation exposure (eksposur translasi): Mengukur pengaruh dalam mata uang induk perusahaan atas perubahan valuta asing terhadap aktiva, kewajiban, pendapatan, dan beban dalam mata uang asing.
  16. Transaction potential risk (risiko potensial transaksi): Keuntungan atau kerugian valuta asing yang timbul dari penyelesaian atau konversi transaksi dalam mata uang asing.
  17. Value at risk (nilai atas risiko): Risiko kerugian atas portofolio perdagangan suatu perusahaan yang disebabkan oleh perubahan dalam kondisi pasar.
  18. Value driver (pemicu nilai): Akun-akun neraca dan laporan laba rugi yang mempengaruhi nilai perusahaan.
  19. TUJUAN MANAJEMEN RESIKO

Tujuan utama manajemen resiko keuangan adalah untuk meminimalkan potensi kerugian yang timbul dari perubahan tak terduga dalam harga mata uang, tingkat suku bunga, komoditas, harga sekuritas. Resiko yang dihadapi ini disebut sebagai resiko pasar. Disini resiko pasar terdapat dalam berbagai bentuk:

  • Resiko Likuiditas : timbul karena tidak semua produk manajemen resiko keuangan dapat diperdagangkan secara bebas.
  • Diskontinuitas Pasar : mengacu pada resiko bahwa pasar tidak selalu menimbulkan perubahan harga secara bertahap.
  • Resiko Kredit : Merupakan kemungkinan bahwa pihak lawan dalam kontrak manajemen resiko tidak dapat memenuhi kewajibannya.
  • Resiko Regulasi : Resiko yang timbul karena pihak otoritas public melarang penggunaan suatu produk keuangan untuk tujuan tertentu.
  • Resiko Pajak : Merupakan resiko bahwa transaksi hedge (lindung nilai) tertentu tidak dapat memperoleh perlakuan pajak yang diinginkan.
  • Resiko Akuntansi : Merupakan peluang suatu transaksi hedge (lindung nilai) tidak dapat dicatat sebagai bagian dari transaksi yang hendak dihedge.
  1. ALASAN MENGELOLA RESIKO KEUANGAN

Mengendalikan resiko keuangan dapat meningkatkan nilai perusahaan, karena investor menyukai manajer keuangan yang mampu mengidentifikasi dan mengelola resiko pasar. Stabilitas aliran kas bisa meminimalkan kejutan laba, sehingga ekspektasi arus kas naik. Stabilitas laba mengurangi resiko gagal bayar & kebangkrutan. Manajemen eksposur yang aktif membuat perusahaan bisa konsentrasi pada resiko bisnis utama. Misal, perusahaan manufaktur dapat terlindung dari resiko suku bunga dan mata uang dengan berkonsentrasi pada produksi & pemasaran. Pemberi pinjaman (kreditur), karyawan dan pelanggan juga bisa memperoleh manfaat dari manajemen eksposur.

Peranan Akuntansi

Akuntansi manajemen memiliki peranan yang penting dalam proses resiko manajemen, yaitu :

1)      Mengidentifikasi pengaruh buruk pasar

2)      Mengkuantifikasi keseimbangan yang berhubungan dengan strategi respon resiko alternative

3)      Mengukur potensi yang dihadapi perusahaan terhadap resiko tertentu

4)      Mencatat produk hedge (lindung nilai) tertentu dan mengevaluasi efektifitas program hedge (lindung nilai)

Mengidentifikasi Risiko Pasar

J. P. Morgan mengembangkan kerangka dasar untuk mengidentifikasi berbagai jenis resiko pasar yang disebut dengan kubus pemetaan resiko. Kerangka ini menunjukkan hubungan berbagai macam resiko pasar terhadap pemicu nilai suatu perusahaan dan pesaingnya.

Pemicu nilai ini mengacu pada kondisi keuangan dan pos-pos kinerja operasi keuangan utama yang mempengaruhi nilai suatu perusahaan. Resiko pasar mencakup resiko kurs valuta asing dan suku bunga serta resiko harga komoditas dan sekuritas. Dimensi ketiga dari kubus pemetaan resiko melihat hubungan antara resiko pasar dan pemicu nilai untuk masing-masing pesaing utama perusahaan.

Penjelasan :

Baris pertama kubus eksposur (pengaruh buruk) yang dihadapi mana-jemen yaitu resiko suku bunga yang mempengaruhi pendapatan perusahaan dengan cara penjualan kredit yang umumnya ditagih setelah melewati periode tertentu (yaitu 30, 60 atau 90).

Peningkatan suku bunga sebelum piutang ditagih akan mengurangi imbalan perusahaan dari penjualan. Penjualan kredit dalam mata uang asing akan menghasilkan pendapatan yang lebih rendah dari pada yang diharapkan dalam mata uang induk perusahaan seandainya mata uang asing tersebut kehilangan nilainya sebelum penagihan. Harga komoditas yang berfluktuasi dapat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan.

Sedangkan dimensi ketiga kubus pengaruh buruk manajemen melihat bagaimana pengruh buruk yang dihadapi pesaing (seperti resiko pasar) dapat mempengaruhi perusahaan. Yang dimana disebut resiko kompetitif mata uang yang dihadapi.

Menguantifikasi Penyeimbangan

Peran lain dalam proses manajemen resiko meliputi proses kuantifikasi penyeimbangan yang berkaitan dengan alternative strategi respon resiko. Dimana manajemen lebih suka untuk mempertahankan beberapa resiko yang dihadapi dibandingkan harus melakukan hedge (lindung nilai) apabila biaya perlindungan resiko dirasakan lebih tinggi dari pada manfaatnya.

Disini akuntan harus mengukur manfaat dari hedge dan dibandingkan dengan biaya ditambah biaya kesempatan berupa keuntungan yang hilang yang berasal dari spekulasi pergerakan pasar.

Mengukur potensi yang dihadapi perusahaan terhadap resiko tertentu

Potensi terhadap resiko valas timbul apabila perubahan kurs valas juga mengubah nilai aktiva bersih, laba dan arus kas suatu perusahaan. Pengukuran akuntansi tradisional terhadap potensi resiko valas ini berpusat pada dua jenis potensi resiko : translasi dan transaksi.

1)      Potensi Resiko Translasi

2)      Potensi Resiko Transaksi

Potensi resiko translasi

Potensi resiko translasi mengukur pengaruh perubahan kurs valas terhadap nilai ekuivalen mata uang domestic atas aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing yang dimiliki oleh perusahaan.

Karena jumlah dalam mata uang asing umumnya ditranslasikan kedalam nilai ekuivalen mata uang domestic untuk tujuan pengawasan manajemen atau pelaporan keuangan eksternal, pengaruh translasi ini menimbulkan dampak langsung terhadap laba yang dilaporkan. Aktiva atau kewajiban dalam mata uang asing menghadapi potensi resiko kurs jika suatu perubahan dalam kurs menyebabkan nilai ekuivalen dalam mata uang induk perusahaan berubah. Berdasarkan definisi ini, pos-pos neraca dalam mata uang asing yang terpapar esiko kurs adalah pos-pos yang ditranslasikan berdasarkan kurs kini (dan bukan kurs histories). Dengan demikian, potensi resiko translasi diukur berdasarkan perbedaan antara aktiva dan kewajiban perusahaan dalam mata uang asing yang terpapar.

Kelebihan antara aktiva terpapar resiko dengan kewajiban terpapar (yaitu pos-pos dalam mata uang asing yang ditranslasikan berdasarkan kurs kini) menyebabkan timbulnya posisi aktiva terpapar bersih. Posisi ini sering kali disebut potensi resiko positif. Devaluasi mata uang asing relative terhadap mata uang pelaporan menimbulkan kerugian translasi. Revaluasi mata uang asing menghasilkan keuntungan translasi. Sebaliknya, jika perusahaan memiliki posisi kewajiban terpapar bersih atau potensi resiko negative apabila kewajiban terpapar melebihi aktiva terpapar. Dalam kasus ini, devaluasi mata uang asing menyebabkan timbulnya keuntungan translasi. Revaluasi mata uang asing menyebabkan kerugian translasi.

Format pelaporan potensi resiko multi mata uang menawarkan banyak keuntungan bila dibandingkan format pelaporan mata uang tunggal. Dalam satu sisi informasi yang disediakan jauh lbih lengkap.

 

Pos-pos yang ditranslasikan berdasarkan kurs kini Pos-pos yang ditranslasikan berdasarkan kurs historis Total Potensi Resiko
Kategori dalam laporan laba rugi Mata uang local(jumlah) Mata uang asing(jumlah) Kurs konversi Nilai ekuivalen lokal Mata uang local(jumlah) Mata uang asing(jumlah) Kurs konversi Nilai ekuivalen lokal
Pendapatan (menurut kategori)Dikurangi :

Biaya Penjualan (menurut kategori)

Laba Kotor
Dikurangi :Beban (menurut kategori)

Laba sebelum beban bunga dan pajak

Laba sebelum pajak
Pajak
Laba Bersih
Posisi potensi resiko positif bersih
Posisi dilindungi bersih
Posisi tak terlindungi bersih

 

Laporan multi mata uang juga memungkinkan induk perusahaan untuk menggabungkan laporan potensi resiko yang serupa dari seluruh anak perusahaan luar negerinya dan melakukan analisis secara terus menerus potensi resiko translasi di seluruh dunia berdasarkan mata uang nasional.

Potensi resiko transaksi

Potensi resiko transaksi berkaitan dengan keuntungan dan kerugian nilai tukar valuta asing yang timbul dari penyelesaian transaksi yang ber-denominasi dalam mata uang asing. Keuntungan dan kerugian transaksi memiliki dampak langsung terhadap arus kas.

Laporan potensi resiko transaksi multi mata uang untuk anak perusahaan berisi pos-pos yang umumnya tidak muncul dalam laporan keuangan konven-sional tetapi menimbulkan keuntungan dan kerugian transaksi, seperti kontrak forward mata uang asing,  komitmen pembelian dan penjualan masa depan dan sewa guna usaha jangka panjang.

Laporan potensi resiko ini tidak memasukkan pos-pos yang tidak secara langsung berkaitan dengan transaksi mata uang asing (seperti kas ditangan). Laporan potensi resiko transaksi juga memiliki sudut pandang yang berbeda dari laporan potensi resiko translasi. Laporan resiko translasi menggunakan sudut pandang induk perusahaan.

  1. POTENSI RESIKO AKUNTANSI VERSUS EKONOMI

Penyusunan laporan arus kas multi mata uang membantu dalam meng-awasi penerimaan dan pengeluaran kas untuk masing-masing mata uang yang digunakan dalam kegiatan usaha. Laporan arus kas multi mata uang mene-kankan potensi resiko yang dihasilkan oleh perubahan kurs selama periode anggaran yang berlaku. Penerimaan kas untuk masing-masing mata uang nasional meliputi penerimaan penjualan kredit sekarang dan yang akan dilakukan di masa depan, penjualan aktiva dan kegiatan lain yang menghasilkan uang tunai. Pengeluaran kas multi mata uang berupa pengeluaran untuk kewajiban kini dan yang akan dilakukan di masa depan, jasa pinjaman, dan pembelian tunai lainnya.

Istilah potensi resiko ekonomi menunjukkan bahwa perubahan kurs mempengaruhi posisi kompetitif perusahaan dengan mengubah harga masukan dan keluaran perusahaan relative terhadap harga competitor luar negeri. Potensi resiko ekonomi atau operasi sedikit terkait atau tidak memiliki kaitan dengan potensi resiko translasi atau transaksi. Dengan demikian, pengelolaan atas potensi resiko semacam itu memerlukan teknologi lindung nilai yang lebih bersifat strategis dan bukan taktis. Teknologi yang lebih baru ini mencakup opsi pilihan lindung nilai berikut ini :

  1. Perusahaan dapat memilih untuk lindung nilai structural yang mencakup pemilihan atau relokasi tempat menufaktur untuk mengurangi potensi resiko operasi usaha secara keseluruhan. Namun, demikian tindakan seperti ini mungkin mengorbankan skala ekonomi yang sudah ada, yang dapat mengurangi perkiraan tingkat imbalan usaha.
  2. Induk perusahaan dapat mengambil pendekatan portofolio untuk pengurangan resiko dengan memilih jenis-jenis usaha yang dapat mengurangi potensi resiko yang dihadapi. Dengan demikian, potensi resiko operasi yang dihadapi perusahaan secara keseluruhan dapat diminimalkan. Strategi ini memerlukan pengamatan yang seksama atas hasil operasi masing-masing unit usaha setelah dikoreksi terhadap pengaruh potensi resiko operasi.

Istilah potensi resiko ekonomi atau operasi menempatkan beban yang baru pada akuntan manajemen. Pengukuran potensi resiko operasi yang tepat memerlukan pemahaman struktur pasar dimana perusahaan dan pesaingnya melakukan kegiatan usaha, serta pengaruh kurs riil (sebagai kebalikan dari nominal). Pengaruh ini sukar untuk diukur. Karena potensi resiko operasi cenderung berada dalam periode waktu yang lama, ketidak pastian dalam hal dapat diukur atau tidak, dan tidak berdasarkan pada komitmen secara terbuka, maka akuntan harus menyediakan informasi yang mencakup berbagai fungsi operasi dan periode waktu.

Strategi Perlindungan mencakup :

1)      Lindung Nilai Neraca

Dapat mengurangi potensi resiko yang dihadapi perusahaan dalam menyesuaikan tingkatan dan nilai denominasi moneter aktiva dan kewajiban perusahaan yang terpapar.

2)      Lindung Nilai Operasional

Bentuk perlindungan resiko ini berfokus pada variabel – variabel yang mempengaruhi pendapatan dan beban dalam mata uang asing.

3)      Lindung Nilai Struktural

Lindung nilai ini mencakup relokasi tempat manufaktur untuk   mengurangi potensi risiko yang dihadapi perusahaan.

4)      Lindung Nilai Kontraktural

Lindung nilai kontraktural ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada para manajer dalam mengelola potensi risiko valuta asing yang dihadapi.

Akuntansi Untuk Produk Lindung Nilai (HEDGE)

Produk lidung nilai kontraktual merupakan kontrak atau instrument keuangan yang memungkinkan penggunaannya untuk meminimalkan, meng-hilangkan, atau paling tidak mengalihkan resiko pasar pada pihak lain. Produk ini mencakup antara lain kontrak forward, future, swap, opsi, dan gabungan dari ketiganya, tetapi tidak terbatas hanya pada keempat hal ini.

Isu akuntansi yang berkaitan dengan produk lindung nilai (hedge) valas berkaitan dengan pengakuan, pengukuran dan pengungkapan. Pengakuan berpusat pada apakah instrument lindung nilai harus diakui sebagai aktiva atau kewajiban didalam laporan keuangan.

1)      Kontrak Forward Valas

Keuntungan/Kerugian Diskon/Premium
Transaksi mata uang asing yang belum terselesaikan Diakui dalam laba kini Diakui dalam laba kini
Komitmen mata uang asing yang dapat diidentifikasikan Diakui dalam laba kini Diakui dalam laba kini
Posisi Aktiva (Kewajiban) bersih terpapar
a. Mata uang asing adalah mata uang fungsional Diungkapkan dalam komponen ekuitas konsolidasi secara terpisah Perlakuan yang sama seperti keuntungan/fungsional kerugian terkait, atau laba kini
b. Mata uang induk peusahaan adalah mata uang fungsional Diakui dalam laba kini Diakui dalam laba kini
Spekulasi Diakui dalam laba kini N/A

 

Kontrak forward mengimbangi resiko keuntungan atau kerugian transaksi karena kurs berfluktuasi diantara tanggal transaksi dan tanggal penyelesaian. Kontrak forward juga melindungi nilai antisipasi utang atau piutang dalam mata uang asing dan dapat digunakan untuk berspekulasi dalam mata uang asing. Kontrak ini tidak diperdagangkan pada bursa efek. Kontrak forward valuta merupakan perjanjian untuk mengirimkan atau menerima jumlah mata uang tertentu yang dipertukarkan dengan mata uang domestik, pada suatu tanggal di masa mendatang, berdasarkan kurs tetap (kurs forward).

Perbedaan antara kurs forward dan kurs spot yang berlaku pada tanggal kontrak menimbulkan adanya premium (apabila kurs forward > kurs spot) atau diskon (kurs forward < kurs spot). Kontrak forward juga menimbulkan kerugian atau keuntungan transaksi apabila kurs pada tanggal transaksi berbeda dari kurs yang berlaku pada tanggal laporan keuangan.

2)      Future Keuangan

Future merupakan komitmen untuk membeli dan menyerahkan sejumlah mata uang asing pada suatu tanggal tertentu dimasa depan dengan harga yang sudah ditentukan. Future juga digunakan untuk penyelesaian tunai selain penye-rahan dan dapat dibatalkan sebelum pengiriman dengan melakukan kontrak. Perjanjian future merupakan  kontrak dalam bentuk standar, yang berisi provisi standar yang berkaitan dengan ukuran dan tanggal pengiriman, dan dinilai berdasarkan nilai pasar. Kerugian atas kontrak future menimbulkan margin (margin call), sedangkan keuntungan menimbulkan pembayaran tunai. Kontrak ini juga dapat digunakan untuk berspekulasi dalam antisipasi pergerakan harga dan untuk memanfaatkan anomaly jangka pendek dalam penetapan harga kontrak future.

3)      Opsi Mata Uang

Opsi mata uang memberikan hak kepada pembeli untuk membeli (call) atau menjual (put) suatu mata uang dari pihak penjual (pembuat) berdasarkan harga (eksekusi) tertentu pada atau sebelum tanggal kadaluarsa (eksekusi) yang telah ditentukan.

Pembeli opsi call membayar premium untuk opsi dan manfaatnya jika harga aktiva yang mendasari lebih tinggi daripada harga eksekusi pada saat jatuh tempo. Pembeli opsi put memperoleh manfaat jika harga menurun dibawah harga eksekusi saat tanggal kadaluarsa.

Opsi mata uang juga dapat digunakan untuk mengelola laba. Untuk membatasi resiko penurunan nilai, pembeli dapat memperoleh bull call spread. Strategi perdagangan ini mencakup membeli call dan secara bersamaan menjual call yang serupa dengan harga eksekusi yang lebih tinggi. Premium yang dibayarkan atas eksekusi call yang lebih rendah sebagian akan diimbangi dengan jumlah yang diterima dari penjualan call yang berharga lebih tinggi. Profit maksimum yang diperoleh adalah perbedaan antara harga eksekusi dikurangi premium bersih. Premium bersih sebenarnya adalah angka maksimum kerugian potensial terhadap selisih (spread), dengan mengabaikan biaya transaksi.

4)      Swap Mata Uang

Swap mata uang mencakup pertukaran saat ini dan dimasa depan atas dua mata uang yang berbeda berdasarkan kurs yang telah ditentukan sebelumnya. Swap mata uang memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan akses terhadap pasar modal yang sebelum tidak dapat diakses dengan biaya yang relative rendah.

  1. MASALAH AKUNTANSI DAN PENGENDALIAN, TERKAIT DENGAN MANAJEMEN RESIKO NILAI TUKAR MATA UANG ASING

Meskipun risiko terhadap nilai tukar mata uang asing telah dilakukan mitigasi, namun demikian, beberapa perusahaan multinasional masih saja mendapat kendala. Beberapa kendala yang dihadapi oleh perusahaan multinasional umumnya, adalah sebagai berikut:

  • kendala lingkungan, yang dapat dilihat dari karakteristik yang berbeda dari setiap negara. Kondisi ekonomi luar negeri dapat mempengaruhi arus kas perusahaan multinasional
  • kendala regulasi, berupa perbedaan risiko setiap negara yang ada, seperti: pajak, aturan-aturan konversi valuta serta peraturan lain yang dapat mempengaruhi arus kas anak perusahaan.
  • kendala etika, yang digambarkan sebagai suatu praktik bisnis yang bervariasi di setiap negara.

Dalam melakukan perdagangan internasional, sebagian besar bisnis internasional meminta pertukaran satu valuta dengan valuta yang lain untuk melakukan pembayaran. Karena nilai tukar terus berfluktuasi, jumlah kas yang dibutuhkan untuk melakukan pembayaran juga tidak pasti. Konsekuensinya, jumlah unit valuta negara asal yang dibutuhkan untuk membayar dapat pula berubah walaupun pemasoknya tidak mengubah harga.

Pengendalian keuangan yang efektif adalah dengan sistem evaluasi kinerja.

Sistem evaluasi kinerja terbukti bermanfaat dalam berbagai sektor. Sektor ini mencakup, tetapi tidak terbatas pada, bagian treasury perusahaan, pembelian dan anak perusahaan luar negeri. Kontrol terhadap bagian treasuryperusahaan mencakup pengukuran kinerja seluruh program manajemen risiko nilai tukar, mengidentifikasikan lindung nilai yang digunakan, dan pelaporan hasil lindung nilai. System evaluasi tersebut juga mencakup dokumentasi atas bagaimana dan sejauh apa bagian treasury perusahaan membantu unit usaha lainya dalam organisasi itu.