Tags

AKUNTANSI (Accounting) :

Proses mengidentifikasi, mengukur, mencatat, dan mengkomunikasikan serta melaporkan transaksi-transaksi yang terjadi dalam suatu organisasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan”

Konsep Dasar Akuntansi :

  1. Konsep Kesatuan Usaha, adalah konsep yang menganggap bahwa badan atau organisasi harus dipandang sebagai kesatuan hukum tersendiri, yang berarti bahwa didalam suatu usaha/perusahaan harus ada pemisahan antara keuangan milik perusahaan dengan keuangan milik pemilik/direksi.
  2. Kesinambungan, yaitu bahwa proses akuntansi dilakukan secara bertahap dan beurutan. Mulai dari jurnal hingga akhirnya menciptakan sebuah laporan keuangan.
  3. Pengukuran Nilai Uang, adalah bahwa pengukuran dalam akuntansi diukur dalam satuan mata uang tertentu.
  4. Harga Perolehan, merupakan jumlah uang yang harus kita keluarkan untuk memperoleh sesuatu (barang/jasa). Bisa disebut juga dengan Biaya yang kita korbankan.
  5. Periode Akuntansi, merupakan waktu berkala untuk melaporkan laporan keuangan perusahaan. Pada umumnya yang digunakan adalah periode 3bulanan, 6bulanan, atau 1tahunan. Mengapa laporan keuangan harus dilaporkan secara berkala? Yaitu untuk melihat bagaimana kinerja perusahaan pada masa yang lalu, serta untuk menentukan strategi-strategi apa yang akan manajemen pilih untuk keberlangsungan perusahaan dimasa yang akan datang.
  6. Dasar Akrual, Perusahaan harus menyusun laporan keuangan atas dasar aktual, kecuali laporan arus kas. Aktual adalah bahwa aktiva, kewajiban, ekuiti, penghasilan, dan beban diakui pada saat kejadian bukan saat kas atau setara kas diterima dan dibayarkan.

Pemakai Informasi Akuntansi :

  1. Pihak Internal
  2. Manajemen Perusahaan
  3. Pimpinan perusahaan
  4. Para Manajer perusahaan
  5. Pihak Eksternal
  6. Investor
  7. Kreditur
  8. Pemerintah
  9. Karyawan
  10. Masyarakat

Kegunaan Informasi Akuntansi Bagi Para Pemakai :

  1. Pihak Internal. Bagi pihak internal informasi akuntansi berguna sebagai dasar acuan dalam melakukan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan perusahaan.
  2. Bagi pihak eksternal.
  3. Investor : Informasi akuntansi berguna untuk menentukan apakah mereka akan menanamkan, membeli, menahan atau bahkan menjual saham mereka didalam perusahaan.
  4. Kreditur : Informasi akuntansi berguna untuk menentukan apakah akan memberikan atau menolak pemberian kredit/pinjaman kepada perusahaan. Kreditur akan melihat bagaimana tingkat kemampuan perusahaan peminjam untuk melakukan pembayaran hutang beserta bunganya pada saat telah jatuh tempo.
  5. Pemerintah : Informasi akuntansi berguna untuk mengatur aktivitas perusahaan, sebagai dasar penyusunan statistik pendapatan nasional, dan yang paling terlihat jelas adalah sebagai acuan pemerintah dalam melakukan penarikan pajak dari perusahaan tersebut.
  6. Karyawan : Informasi akuntansi berguna untuk melihat bagaimana prospek perusahaan kedepan, apakah akan ada kemungkinan untuk kenaikan imbalan/gaji , dsb
  7. Masyarakat : Informasi akuntansi membantu para masyarakat untuk mengetahui tren apa yang sedang terjadi dalam dunia ekonomi dan keuangan.

Akuntansi Sebagai Informasi

Kualitas Informasi Akuntansi :

  1. Dapat dipahami
  2. Relevan
  3. Materialitas
  4. Keandalan
  5. Penyajian Jujur
  6. Substansial
  7. Netralitas
  8. Pertimbangan Sehat
  9. Lengkap
  10. Dapat Dibandingkan
  11. Tepat Waktu

Macam-macam bidang akuntansi :

  1. Akuntansi Keuangan , bidang akuntansi yang pekerjaannya mencatat transaksi-transaksi keuangan serta menghasilkan suatu laporan keuangan.
  2. Akuntansi Auditing (Pemeriksaan), bidang akuntansi ini pekerjaannya adalah melakukan pemeriksaan terhadap catatan-catatan transaksi keuangan yang terjadi, hal ini dilakukan untuk melihat apakah laporan keuangan telah dibuat dengan tepat atau justru terdapat kesalahan-kesalahan yang baik disengaja ataupun tidak.
  3. Akuntansi Biaya, bidang akuntansi ini pekerjaannya menitikberatkan pada pengendalian biaya serta menentukan harga pokok produksi secara tepat.
  4. Akuntansi Manajemen, bidang akuntansi ini pekerjaannya menafsirkan atau menganalisis data informasi akuntansi untuk lebih lanjut dikembangkan menjadi informasi baru yang bersifat proyeksi untuk masa yang akan datang.
  5. Akuntansi Perpajakan, bidang akuntansi ini pekerjaannya melaksanakan peraturan perpajakan, perencanaan pajak, pelaksanaan administrasi perpajakan, dan mewakili perusahaan sebagai wajib pajak dihadapan kantor pajak.
  6. Akuntansi Anggaran, bidang akuntansi ini pekerjaannya melakukan perencanaan kegiatan usaha, menyusun anggaran, serta melakukan perbandingan antara anggaran dengan aktualisasinya.
  7. Akuntansi Pendidikan, bidang akuntansi yang kegiatannya memberikan pengajaran atau pembelajaran di bidang akuntansi.
  8. Akuntansi Pemerintah, bidang akuntansi yang pekerjaannya didalam lembaga-lembaga pemerintahan.
  9. Sistem Akutansi, bidang akuntansi yang kegiatannya adalah melakukan pengembangan, penelitian, serta pembuatan sistem akuntansi.
  10. Akuntansi Internasional, bidang akuntansi yang diterapkan pada perusahaan-perusahaan yang berskala internasional, yang kegiatannya mencakup lintas negara.

Profesi Akuntan :

Akuntan adalah sebutan untuk seseorang yang bekerja pada bidang akuntansi. Profesi akuntan ini dibagi menjadi beberapa kelompok :

  1. Akuntan Publik/ Akuntan Independen. Akuntan yang termasuk dalam golongan ini adalah mereka yang bekerja pada kantor-kantor akuntan publik yang bekerja diluar perusahaan klien untuk memberikan jasa pemeriksaan (Audit), jasa konsultan manajemen pada.
  2. Akuntan Intern/Internal. Akuntan ini merupakan mereka yang bekerja didalam suatu perusahaan tertentu.
  3. Akuntan Pemerintah. Akuntan ini bekerja pada lembaga-lembaga pemerintahan seperti contoh BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan).
  4. Akuntan Pendidik. Akuntan ini bekerja pada bidang pendidikan, memberikan pengajaran dan pembelajaran tentang akuntansi.

LAPORAN KEUANGAN

Tujuan Laporan Keuangan : adalah untuk menyediakan informasi berkaitan dengan posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan, sehingga bermanfaat bagi para pemakai laporan keuangan.

Fungsi Laporan Keuangan : adalah untuk mengetahui berbagai macam kondisi keuangan perusahaan.

Empat karaktersistik pokok yang harus dimiliki oleh Laporan Keuangan :

  1. Dapat dipahami
  2. Relevan. Sesuai dengan kebutuhan
  3. Keandalan. Laporan keuangan benar, tidak ada kesalahan, dan tidak menyesatkan
  4. Dapat diperbandingkan. Laporan keuangan harus dapat diperbandingkan dari waktu ke waktu sehingga dapat mengetahui perkembangan kondisi keuangan perusahaan dari masa ke masa.
  5. Terkadang ada beberapa buku yang menambahkan, bahwa Laporan Keuangan haruslah Konsisten. Artinya adalah laporan keuangan haruslah menggunakan perlakuan akuntansi (prinsip akuntansi) yang sama dan tidak berubah-ubah. Laporan keuangan yang tidak konsisten akan sangat menyulitkan untuk dipahami oleh para pemakainya.

Laporan keuangan terdiri dari :

  1. Neraca / Laporan Posisi Keuangan à Harta, Hutang, dan Modal

2 Bentuk Penyusunan Neraca :

  1. Bentuk Stafel = Neraca berbentuk lajur
  2. Bentuk T-Account = Neraca disusun seperti huruf T (Harta diposisi kiri, Hutang dan Modal diposisi kanan
  3. Laporan Laba Rugi à Pendapatan dan Beban

2 Bentuk penyusunan laporan laba rugi :

  1. Bentuk Tunggal (Single Step)
  2. Bentuk Ganda (Multiple Step)
  3. Laporan Perubahan Modal

Laporan yang berisi perubahan yang terjadi pada modal perusahaan.

  1. Laporan Arus Kas

Laporan yang berisi tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan pada periode waktu tertentu.

Arus Kas dapat dikelompokkan berdasarkan aktivitasnya menjadi 3 :

  1. Aktivitas Operasi = Arus kas bersumber dari hasil operasi/kegiatan utama perusahaan, misal produksi, penjualan atau pemberian jasa
  2. Aktivitas Investasi = Arus kas bersumber dari aktivitas yang menghasilkan manfaat dimasa yang akan datang, contoh : penjualan surat berharga,penjualan aktiva tetap
  3. Aktivitas Pembiayaan = Penambahan atau pengurangan saldo kas akibat dari adanya penambahan modal atau pengambilan modal oleh pemilik
  4. Catatan atas Laporan Keuangan

Penggolongan Akun

Penggolongan akun dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yaitu sebagai berikut :

  1. Akun rill / Neraca
  2. Akun nominal / Laba Rugi

Pengkodean Akun

Kode akun adalah pemberian tanda / nomor tertentu dengan memakai angka huruf atau kombinasi angka dan huruf pada setiap akun.

Jenis-jenis kode akun :

  1. Kode Numeral
  2. Kode kelompok

Contoh : Kelompok harta diberi nomor 1, kelompok hutang dengan nomor 2, kelompok modal dengan nomor 3, kelompok pendapatan dengan nomor 4, kelompok beban dengan nomor 5.

  1. Kode Blok

Contoh : Kelompok harta diberi nomor 100 sampai dengan 1999

Kelompok Hutang diberi nomor 200 sampai dengan 299

Kelompok modal diberi nomor 300 sampai dengan 399

Kelompok pendapatan diberi nomor 400 sampai dengan 499

Kelompok beban diberi nomor 500 sampai dengan 599

  1. Kode Desimal
  2. Kode Muemonik

Akun harta dengan kode H, akun utang dengan kode U, dan akun modal dengan huruf M

  1. Kode Kombinasi huruf dan angka

Contoh : Kas [ HL. 101 ] Piutang Usaha [ HL. 103 ] dsb

Advertisements