SENI LUKIS KACA

Featured-Image-Glass-Painting

BAB I

PENDAHULUAN

Berbagai jenis seni rupa dari dulu hingga sekarang banyak tumbuh dan berkembang diberbagai daerah wilayah III Cirebon salah satu diantaranya adalah Seni Lukis Kaca, Jenis seni rupa ini sudah barang tentu menggunakan kaca sebagai media karya seninya. Bila kita simak hasil karya seni lukis kaca kita akan merasa kagum akan keindahanya terutama dalam hal teknis memadukan warna pada lukisan serta garis-garis tepi yang menjadikan bentuk lukisan itu sendiri.   Adapun bentuk lukisan yang menjadi obyek lukisan seperti wayang kulit, kaligrafi dan lain-lain, Oleh karenanya tidaklah asing jika karya seni lukisan kaca banyak yang berminat baik pengumpul koleksi seni dari dalam negeri maupun dari manca Negara.

Beda halnya jika kita melukis pada kain kanvas, kayu maupun kertas, lukisan kaca mempunyai tekhnis khusus yang perlu ditekuni dan mempunyai cirri khas yang sangat amat rumit, beberapa Kraton di Kota Cirebon dimana sebagian masyarakat menekuni seni lukis kaca seperti : Kraton Kasepuhan, Kraton Kanoman, Kraton Kecirebonan dan berbagai daerah yang berada diwilayah III Cirebon seperti : Kecamatan Gegesik, Klangenan, Weru, Kapetakan, Sumber dan Susukan.

BAB II

SEJARAH ASAL-USUL SENI LUKIS KACA

Berdasarkan data yang ada pada Sesi Kebudayaan Kandep Dikbud Cirebon, bahwa seni lukis kaca didaerah Cirebon dimulai pada kira-kira abad 18 yaitu tatkala Sultan Cirebon membuat lambing kebesaran Kraton Cirebon, lambing itu berbentuk Harimau ( macan ) yang dilukis bertuliskan huruf arab ( Kaligrafi ) diatas selembar kaca bening.    Lambang Kraton Cirebon itu dikenal dengan sebutan Macan Ali.

Keindahan lukisan kaca tersebut membuat seniman Cirebon mengembangkannya diluar Kraton kira-kira abad ke 19.   Pada awalnya seni lukis kaca diluar Kraton Cirebon terdapat pada bentuk : sandaran kursi, kaca-kaca jendela / pintu kemudian berkembang pada obyek lukisan yang bernafaskan Islami seperti gambar Ka’bah, masjid, burok bahkan lukisan kaca seperti itu oleh masyarakat di pedesaan disebut pigura ( lukisan berbingkai ) sudah barang tentu karya lukisan kaca itu masih sangat sederhan.

Baru pada abad ke 20 seni lukis kaca mulai berkembang dengan tekhnis pengerjaan yang lebih baik. Sasaran yang menjadi obyek lukisannya seperti wayang kulit dan kaligrafi ( Syahadat, Ayat Kursi, orang Sholat dan sebagainya )

BAB III.

TOKOH-TOKOH SENI LUKIS KACA

Kecamatan Gegesik :

  1. Ki Lesek ( Sudarga )
  2. Rostika
  3. Sujana dll.

Kecamatan Klangenan :

  1. Amir
  2. Muhyar ( Alm )
  3. Sugir
  4. Suwaryat

Kecamatan Kapetakan :

  1. R. Said
  2. Pratika Teni
  3. Sujana
  4. Ahmad
  5. Kasbulah
  6. Hasan Basyar

Kecamatan Sumber :

  1. Saleh
  2. Roni

Kecamatan Cirebon Barat :

  1. R. Safferi Hasyim
  2. Suharto
  3. Mulya
  4. Purjadi

Kecamatan Susukan :

  1. Marsito
  2. Sumardi
  3. Supendi

BAB IV

PERALATAN

Alat kerja dan bahan yang dibutuhkan pada seni lukis kaca adalah :

NO ALAT FUNGSI JUMLAH KETERANGAN
1 Kaca Bening Media lukis 1 lembar
2 Cat kayu Pewarna secukupnya
3 Kuas Alat pengecet secukupnya
4 Kertas Sketsa 1 lembar
5 Triplek Pelapis secukupnya
6 Bingkai kayu Pengias tepi 4 bantang
7 Ballpoint/drafido Pembuat sketsa 1 buah
8 Penggaris Pembuat garis 1 buah

BAB V

PROSES PEMBUATAN

Persiapan :

  1. menyiapkan sketsa gambar
  2. menyiapkan kaca
  3. menyiapkan tinta hitam dan kuas

Inti :

  1. meletakan sketsa gambar diatas meja
  2. meletakan kaca diatas sketsa
  3. membuat pola gambar dengan tinta hitam
  4. pengecatan gambar
  5. penyaringan

Penutup :

  1. pemasangan bingkai
  2. pemasangan lapisan triplek

BAB VI

PERKEMBANGAN MASA KINI

 Kehidupan seni lukis kaca bias dikatakan kurang begitu menggembirakan. Padahal jenis seni lukis yang satu ini merupakan bentuk peralihan dari seni lukis pada kertas, kain maupun kayu yang sudah barang tentu sudah ada sejak dulu.   Sebagaimana kita ketahui bahwa hidup matinya suatu jenis kesenian salahsatu diantaranya adalah factor masyarakat penggemar seni itu sendiri.

Beberapa hal yang menjadi faktor pendukung dan penghambat perkembangan seni lukis kaca di wilayah Cirebon sebagai berikut :

Faktor pendukung

  1. Adanya peminat hasil karya lukis kaca meskipun masih terbatas bagi masyarakat yang berkantong tebal.
  2. Mudahnya mencari bahan-bahan untuk kegiatan seni lukis kaca
  3. Adanya kegiatan pameran yang dilaksanakan oleh pemerintah sebagai ajang promosi

Faktor Penghambat

  1. Harga karya seni lukis kaca yang relative mahal yang tak mungkin dijangkau oleh segenap lapisan masyarakat, karena proses pengerjaanya membutuhkan waktu yangrelative lama.
  2. Kurangnya kegiatan promosi sehingga seni lukis kaca kurang dikenal baik oleh masyarakat dalam negeri maupun luar negeri.
  3. Kurangnya minat generasi muda untuk belajar seni lukis kaca yang membutuhkan keuletan dan ketelatenan yang tinggi.

BAB VII

PENGARUH TIMBAL BALIK

Kesenian lain yang mempengaruhi :

  • Pahat kayu, pahat batu, seni ukir wayang kulit, kaligrafi dan seni batik.

Kesenian yang lain dipengaruhi :

  • Seni dekorasi.

Pengaruh terhadap masyarakat / pembangunan :

    1. Seni lukis kaca merupakan suatu wahana lapangan kerja
    2. Menjadi sumber penghidupan bagi seniman
    3. Penunjang sector pariwisata

CONTOH KARYA SENI LUKIS KACA KHAS CIREBON

This slideshow requires JavaScript.