Tags

,

IMPLEMENTASI KONSEP VALUE FOR MONEY

sec_13

            Kinerja suatu organisasi dinilai baik jika organisasi yang bersangkutan maupun melaksanakan tugas-tugas dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada standar yang tinggi dengan biaya yang rendah. Secara teknis kinerja yang baik bagi suatu organisasi dicapai ketika administrasi dan penyediaan jasa oleh organisasi yang bersangkutan dilakukan pada tingkat yang ekonomis, efisien, dan efektif. Audit kinerja atau value for money audit meliputi audit ekonomi, efisiensi dan efektivitas.

Substansi Ekonomi, Efisiensi dan Efektivitas

Pengukuran kinerja berdasarkan indikator alokasi biaya (ekonomi dan efisiensi) dan indikator kualitas pelayanan. Dengan demikian teknik ini sering disebut dengan pengukuran 3E yaitu ekonomi, efisiensi, dan efektivitas.

  1. Ekonomi berkaitan dengan hubungan antara pasar dan masukan (cost of input). Pengertian ekonomi (hemat/tepat guna) sering disebut kehematan yang mencakup juga pengelolaan secara hati-hati atau cermat (prudency) dan tidak ada pemborosan. Suatu kegiatan operasional dikatakan ekonomis jika dapat menghilangkan atau mengurangi biaya yang tidak perlu.
  2. Efisiensi (daya guna) mempunyai pengertin yang berhubungan erat dengan konsep produktivitas. Pengukuran efisiensi dilakukan dengan menggunakan perbandingan antara output yang dihasilkan terdapat input yang digunakan (cost of output). Proses kegiatan operasional dapat dikatakan efisien apabila suatu produk atau hasil kerja tertetu dapat dicapai dengan penggunaan sumber daya dan dana yang serendah-rendahnya (spending well). Jadi, pada dasarnya ada pengertian yang serupa antara efisiensi dengan ekonomi karena kedua-duanya menghendaki penghapusan atau penurunan biaya (cost reduction).
  3. Efektivitas (hasil guna) merupakan hubungan antara keluaran dengan tujuan atau sasaran yang harus dicapai. Pengertian efektivitas ini pada dasarnya berhubungan dengan pencapaian tujuan atau target kebijakan. Kegiatan operasional dikatakan efektif apabila proses kegiatan tersebut mencapai tujuan dan sasaran akhir kebijakan (Spending wisely).

Indikator efisiensi dan efektivitas harus digunakan secara bersama-sama. Karena disatu pihak, mungkin pelaksanaannya sudah dilakukan secara ekonomis dan efisien akan tetapi output yang dihasilkan tidak sesuai dengan target yang diharapkan. Sedang dipihak lain, sebuah program dapat dikatakan efektif dalam mencapai tujuan, tetapi mungkin dicapai dengan cara yang tidak ekonomis dan efisien. Jika program dapat dilakukan dengan efisien dan efektif maka program tersebut dapat dikatakan cost-effectiveness.

Ketiga hal tersebut merupakan elemen pokok value for money, namun beberapa sumber berpendapat bahwa ketiga elemen saja belum cukup. Perlu ditambah dua elemen lain yaitu :

  1. Equity : kesempatan sosial yang sama untuk memperoleh pelayanan publik
  2. Equality : pemerataan/kesetaraan penggunaan dana publik dilakukan secara merata.
  3. Input : merupakan sumber daya yang digunakan untuk pelaksanaan suatu kebijakan, program, dan aktivitas.
  4. Output : merupakan hasil yang dicapai dari suatu program, aktivitas, dan kebijakan.
  5. Outcome : adalah dampak yang ditimbulkan dari suatu aktivitas tertentu.

Manfaat implementasi konsep value for money :

  • Meningkatkan efektivitas pelayanan publik, dalam arti pelayanan yang diberikan tepat sasaran
  • Meningkatkan mutu pelayanan publik
  • Menurunkan biaya pelayanan publik karena hilangnya inefisiensi dan terjadinya penghematan dalam penggunaan input.
  • Alokasi belanja yang lebih berorientasi pada kepentingan publik
  • Meningkatkan kesadaran akan uang publik (public costs awareness) sebagai akar pelaksanaan akuntanbilitas publik.
Advertisements