Tags

Laba dan Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Laba

images (2)

Pengertian Laba (Earning)

Salah satu fungsi akuntansi adalah melakukan pengukuran prestasi, hasil usaha, laba maupun posisi keuangan. Pengukuran laba merupakan pengukuran yang bukan hanya penting untuk menentukan prestasi perusahaan, tapi laba juga penting sebagai informasi bagi pembagian laba, penentuan kebijakan investasi, pembayaran pajak, zakat, bonus, dan pembagian hasil.

Setiap orang pasti memiliki alasan kenapa dia melakukan kegiatan  bisnis. Biasanya alasan itu adalah untuk mendapatkan laba. Beberapa pengertian laba adalah sebagai berikut :

Adapun menurut pendapat M. Nafarin (2007:788), mendefinisikan laba adalah:

“Perbedaan antara pendapatan dengan keseimbangan biaya-biaya dan pengeluaran untuk periode tertentu”.

Sedangkan menurut pendapat Sofyan Syafri Harahap (2011:303), laba adalah :

“Laba akuntansi adalah perbedaan antara realisasi penghasilan yang berasal dari transaksi perusahaan pada periode tertentu dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan itu”.

Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa laba adalah perbedaan pendapatan dari transaksi yang dilakukan perusahaan dengan biaya-biaya yang di keluarkan dalam memperoleh penghasilan.

Jenis-jenis Laba

Laba adalah salah satu hal yang paling penting dalam sebuah perusahaan, laba atau rugi sering dimanfaatkan sebagai ukuran untuk menilai prestasi perusahaan atau sebagai dasar penilaian yang lain, seperti laba per lembar saham, unsur-unsur yang menjadi bagian pembentuk laba adalah pendapatan dan biaya. Laba juga terdiri atas beberapa jenis, yaitu:

  1. Laba Kotor, adalah selisih dari hasil penjualan dengan harga pokok penjualan.
  2. Laba Operasional, merupakan hasil dari aktivitas-aktivitas yang termasuk rencana perusahaan kecuali ada perubahan-perubahan besar perekonomiannya dapat diharapkan akan dicapai setiap tahun.
  3. Laba sebelum di kurangi pajak atau EBIT (earning before income tax), adalah laba operasi ditambahhasil dan bisaya diluar operasi biasa. Laba bersih atau laba setelah pajak (EAT), adalah laba setelah dikurangi berbagai pajak.

Faktor-faktor yang mempengaruhi laba bersih

Menurut Jumingan (2006:165) beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi laba bersih adalah :

  1. Naik turunnya jumlah unit barang yang di jual dan harga jual per unit.
  1. Naik turunnya harga pokok penjualan, perubahan harga pokok penjualan ini dipengaruhi oleh jumlah unit yang dibeli atau diproduksi atau dijual dari harga per unit atau harga pokok per unit.
  2. Naik turunnya biaya usaha yang di pengaruhi oleh jumlah unit yang dijual, variabel jumlah unit yang dijual, variasi dalam tingkat harga dan operasi perusahaan.
  3. Naik turunnya pos penghasilan atau biaya non operasional yang di pengaruhi oleh variasi jumlah unit yang dijual, variasi dalam tingkat harga dan kebijaksanaan dalam pemberian atau peneriamaan
  4. Naik turun pajak perseroan yang di pengaruhi oleh besar kecilnya laba yang diperoleh atau tinggi rendahnya tarif pajak.
  5. Adanya perubahan dalam metode akuntansi.

Kegunaan dan Manfaat Laba

Laba merupakan informasi penting dalam suatu laporan keuangan. Manfaat dan kegunaan laba di dalam laporan keuangan menurut Sofyan Safri Harahap (2011:300), adalah sebagai berikut :

  1. Perhitungan pajak, berfungsi sebagai dasar pengenaan pajak yang akan diterima Negara.
  2. Menghitung deviden yang akan dibagikan kepada pemilik dan yang akan ditahan dalam perusahaan.
  3. Menjadi pedoman dalam menentukan kebijakan investasi dan pengambilan keputusan.
  4. Menjadi dasar dalam peramalan laba maupun kejadian ekonomi perusahaan lainnya dimasa yang akan datang.
  5. Menjadi dasar dalam perhitungan dan penilaian efisiensi.
  6. Menilai prestasi atau kinerja perusahaan.

Laba mencerminkan pengembalian kepada pemegang ekuitas untuk periode bersangkutan, sementara pos-pos dalam laporan merinci bagaimana laba didapat. Laba dilihat dari laporan keuangan perusahaan  per tahun. Para investor tidak hanya melihat perolehan laba dalam satu periode saja, melainkan para inverstor akan terus menerus memantau perolehan laba dari tahun ke tahun.

Pengaruh Rasio Likuiditas Terhadap Laba

Menurut Sofyan Safri Harahap (2011:301). Likuiditas suatu perusahaan dinilai dari kemampuan suatu perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya. Penurunan dari hasil penjualan dan keuntungan (Laba) secara sistematis dan fluktuatif merupakan salah satu penyebab terjadinya risiko likuiditas dari beberapa penyebab lainya.

Pengaruh Current Ratio Terhadap Laba

Current ratio menunjukan sejauh mana aktiva lancar menutupi kewajiban-kewajiban lancar. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Menurut Sofyan Safri Harahap (2011:301).

Pengaruh current ratio terhadap laba adalah apabila current ratio rendah dapat dikataan bahwa perusahaan kekurangan modal untuk membayar utang. Apabila current ratio tinggi maka laba bersih yang dihasilkan perusahaan semakin rendah, karena current ratio yang tinggi menunjukan adanya kelebihan aktiva lancar.

Pengaruh Quick Ratio Terhadap Laba

Menurut Kasmir (2012:136), quick ratio merupakan rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi, membayar kewajiban atau utang lancar (utang jangka pendek) dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai sediaan (inventory).

Quick ratio adalah perhitungan utang jangka pendek yang lebih teliti karena nilai persediaan dukurangi dari nilai total aktiva lancar yang dianggap sedikit tidak likuid dan kemungkinan menjadi sumber kerugian.

Pengaruh Rasio Profitabilitas Terhadap Laba

Menurut Irham Fahmi (2011:135), Profitabilitas merupakan salah satu indikator yang penting untuk menilai suatu perusahaan. Profitabilitas selain digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba juga untuk mengetahui efektifitas perusahaan dalam mengelola sumber-sumber yang dimilikinya.

Pengaruh Return On Invesment (ROI) Terhadap Laba

Menurut Irham Fahmi (2011:137), return on investment melihat sejauh mana investasi yang telah ditanamkan mampu memberikan pengembalian keuntungan sesuai dengan yang diharapkan. Hasil pengembalian investasi menunjukan produktivitas dari seluruh dana perusahaan, baik modal pinjaman maupun modal sendiri.

Pengaruh Return On Equity (ROE) Terhadap Laba

Irham Fahmi (2011:137), return on equity menunjukan sejauh mana suatu perusahaan mempergunakan sumber daya uang dimiliki untuk mampu memberikan laba atas ekuitas. Rasio ini juga menunjukan efisiensi penggunaan modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini maka semakin baik karena posisi pemilik perusahaan semakin kuat, demikian juga sebaliknya.