Tags

Rasio Keuangan

ROI-etcRasio keuangan sangat penting gunanya untuk melakukan analisis terhadap kondisi keuangan perusahaan yang di peroleh dari hasil operasi perusahaan. Beberapa rasio akan membantu dalam menganalisis dan menginterprestasikan posisi keuangan suatu perusahaan, dengan menggunakan laporan yang di perbandingkan, termasuk tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam jumlah rupiah, presentase, serta trendnya.

Menurut Irham Fahmy (2011 :106), Rasio keuangan adalah:

“Hasil yang di peroleh dari perbandingan jumlah,dari satu jumlah dengan jumlah lainnya.”

Adapun menurut Sofyan Syafri Harahap (2011:297), mendefinisikan Rasio keungan adalah :

“Angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan(berarti).”

Rasio Likuiditas

Ketidakmampuan perusahaan atau ketidak sanggupan perusahaan untuk membayar seluruh atau sebagian utang (kewajibannya) yang sudah jatuh tempo saat di tagih, akan mempengaruhi hubungan baik antara perusahaan dengan para kreditor atau distributor. Dalam jangka panjang hal ini juga akan berdampak kepada para konsumen.

Penyebab utama kekurangan atau ketidak mampuan perusahaan untuk membayar kewajibanya adalah akibat kelalaian manajemen perusahaan dalam menjalankan usahanya dan hal ini akan berpengaruh terhadap usaha pencapaian laba. Sebab lainnya adalah sebelumnya pihak manajemen perusahaan tidak menghitung rasio keuangan yang dibrikan sehingga tidak mengetahui bahwa sebenarnya kondisi perusahaan sudah tidak mampu lagi karena nilai utangnya lebih tinggi dari harta lancarnya. Analisis keuangan yang berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk membayar utang atau kewajibannya adalah analisis rasio likuiditas.

Beberapa pengertian mengenai rasio likuiditas adalah sebagai berikut :

Menurut Fred Weston dalam buku Kasmir (2012:129), mengatakan bahwa rasio likuiditas adalah :

“Rasio likuiditas (liquidity ratio) merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek.”

Adapun menurut Sofyan Syafri Harahap (2011:301), mendefinisikan rasio likuiditas adalah :

“Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya.”

Sedangkan menurut Irham Fahmi (2011:121), mengatakan bahwa rasio likuiditas adalah :

“Kemampuan suatu perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya secara tepat waktu.”

Berdasarkan beberapa definisi yang telah diungkapkan diatas dapat disimpulkan bahwa rasio likuiditas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi atau membayar kewajiban jangka pendeknya secara tepat waktu.

Sedangkan menurut Munawir (2007:64), mengatakan bahwa Rasio keuangan adalah :

“Menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan (mathematical relationship) antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lainnya.”

Berdasarkan definisi-definisi yang telah diungkapkan diatas dapat disimpulkan bahwa rasio keuangan adalah hasil perbandingan antara jumlah yang satu dengan jumlah lainnya  yang ada di dalam laporan keuangan dan memiliki hubungan yang relevan.

Tujuan dan Manfaat Rasio Likuiditas

Perhitungan rasio likuiditas memberikan cukup banyak manfaat bagi berbagai pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Berikut ini adalah beberapa tujuan dan manfaat yang dapat dipetik dari hasil rasio likuiditas menurut Kasmir (2012:132), adalah :

  1. Mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih. Artinya, kemampuan untuk membayar kewajiban yang sudah waktunya dibayar sesuai jadwal batas waktu yang telah ditetapkan (tanggal dan bulan tertentu).
  2. Mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar secara keseluruhan. Artinya, jumlah kewajiban yang berumur di bawah satu tahun atau sama dengan satu tahun, dibandingkan dengan total aktiva lancar.
  3. Mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan sediaan atau piutang. Dalam hal ini aktia lancar dikurangi sediaan dan utang yang dianggap likuiditasnya lebih rendah.
  4. Mengukur atau membandingkan antara jumlah sediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan.
  5. Mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang.
  6. Sebagai alat perencanaan ke depan, terutama yang berkaitan dengan perencanaan kas dan utang.
  7. Melihat kondisi dan posisi likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu dengan menbandingkannya untuk beberapa periode.
  8. Melihat kelemahan yang dimiliki perusahaan, dari masing-masing komponen yang ada di aktiva lancar dan utang lancar.
  9. Menjadi alat pemicu bagi pihak manajemen untuk memperbaiki kinerjanya, dengan melihat rasio likuiditas yang ada pada saat ini.

Bagi pihak luar perusahaan, seperti pihak penyandang dana (kreditor), investor, distributor, dan masyarakat luas, rasio likuiditas bermanfaat untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban kepada pihak ketiga.

Jenis – Jenis Rasio Likuiditas

Jenis-jenis rasio likuiditas yang dapat digunakan perusahaan untuk mengukur kemampuan, yaitu :

1. Rasio Lancar (Current Ratio)

Menurut Sofyan Syafri Harahap (2011:301), merupakan rasio yang menunjukan sejauh mana aktiva lancar menutupi kewajiban-kewajiban lancar. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya.

Rumus untuk mencari rasio lancar atau current ratio adalah sebagai barikut :

current-ratio

  1. Rasio Cepat (Quick Ratio)

Menurut Kasmir (2012:136), merupakan rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi, membayar kewajiban atau utang lancar (utang jangka pendek) dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai sediaan (inventory).

Rumus untuk mencari rasio cepat (quick ratio) dapat digunakan sebagai berikut :

quick ratio

Rasio Profitabilitas

Tujuan akhir yang ingin di capai perushaan adalah memperoleh laba atau keuntungan yang maksimal, disamping hal-hal lainya. Manajemen perusahaan dituntut harus mampu untuk memenuhi target yang telah di tetapkan. Besarnya keuntungan harus dicapai sesuai dengan yang diharapkan dan bukan berarti asal mendapatkan keuntungan.

Untuk mengukur tingkat keuntungan suatu perusahaan, di gunakan rasio keuntungan atau rasio profitabilitas yang di kenal juga dengan nama rasio rentabilitas.

Beberapa pengertian mengenai rasio profitabilitas adalah sebagai berikut

Menurut pendapat Kasmir (2012:196), mengatakan bahwa rasio profitabilitas adalah :

“Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan.”

Adapun menurut Sofyan Safri Harahap (2011:304), mendefinisikan rasio profitabilitas adalah :

“Rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya.”

Sedangkan menurut Irham Fahmi (2011:135), mengatakan bahwa rasio profitabilitas adalah :

“Rasio yang mengukur efektivitas secara keseluruhan yang ditunjukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi.”

Berdasarkan beberapa definisi yang telah diungkapkan diatas dapat disimpulkan bahwa rasio profitabilitas adalah rasio yang mengukur atau menilai kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan melalui berbagai aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan.

Tujuan dan Manfaat Rasio Profitabilitas

Seperti rasio-rasio yang sudah dibahas sebelumnya, rasio profitabilitas juga memiliki tujuan dan manfaat, tidak hanya bagi pihak pemilik usaha atau manajemen saja, tetapi juga bagi pihak di luar perusahaan, terutama pihak-pihak yang memiliki hubungan atau kepentingan dengan perusahaan.

Tujuan penggunaan rasio profitabilitas bagi perusahaan maupun pihak lain menurut Kasmir (2012:197), adalah :

  1. Mengukur atau menghitung laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode tertentu.
  2. Menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang.
  3. Menilai perkembangan laba dari waktu ke waktu.
  4. Menilai besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.
  5. Mengukur produktivitas seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri.
  6. Mengukur produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal sendiri.

Sementara itu, manfaat peroleh diperoleh menurut Kasmir (2012:198), Adalah :

  1. Mengetahui besarnya tingkat laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode.
  2. Mengetahui posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang.
  3. Mengetahui perkembangan laba dari waktu ke waktu.
  4. Mengetahui besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.
  5. Mengetahui produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri.

Jenis-jenis Rasio Profitabilitas

Berikut ini adalah jenis-jenis rasio profitabilitas yang dapat digunakan :

  1. Return on Investment (ROI)

Menurut Irham Fahmi (2011:137), Rasio return on investment(ROI) atau pengembalian investasi, atau ditulis juga dengan return on total asset (ROA). Rasio ini melihat sejauh mana investasi yang telah ditanamkan mampu memberikan pengembalian keuntungan sesuai dengan yang diharapkan. Investasi tersebut sebenarnya sama dengan asset perusahaan yan ditanamkan atau ditempatkan.

Rumus dari return on investment (ROI) adalah :

capture-20141128-070715-crop

  1. Return on Equity (ROE)

Menurut Irham Fahmi (2011:137), rasio return on equity (ROE) disebut juga laba atas equity. Dalam beberapa referensi disebut juga dengan rasio total asset turnover atau perputaran total asset.

Rasio ini menilai sejauh mana suatu perusahaan mempergunakan seumber daya yang dimiliki untuk mampu memberikan laba atas ekuitas.

Adapun rumus return on equity (ROE) adalah :

images

3. Return on Assets (ROA)

Return on Assets (ROA) merupakan salah satu rasio profitabilitas. Dalam  analisis  laporan  keuangan,  rasio  ini  paling  sering  disoroti, karena  mampu  menunjukkan  keberhasilan  perusahaan  menghasilkan keuntungan.  ROA  mampu  mengukur  kemampuan  perusahaan menghasilkan  keuntungan  pada  masa  lampau  untuk kemudian diproyeksikan  di  masa  yang  akan  datang.

return-on-assets

Advertisements