Tags

Return on Assets (ROA)

vid-roa

Pengertian Return on Assets (ROA)

Return on Assets (ROA) merupakan salah satu rasio profitabilitas. Dalam  analisis  laporan  keuangan,  rasio  ini  paling  sering  disoroti, karena  mampu  menunjukkan  keberhasilan  perusahaan  menghasilkan keuntungan.  ROA  mampu  mengukur  kemampuan  perusahaan menghasilkan  keuntungan  pada  masa  lampau  untuk kemudian diproyeksikan  di  masa  yang  akan  datang.  Assets  atau  aktiva  yang dimaksud  adalah  keseluruhan  harta  perusahaan,  yang  diperoleh  dari modal sendiri maupun dari modal asing yang telah diubah perusahaan menjadi aktiva-aktiva perusahaan yang digunakan untuk kelangsungan hidup perusahaan.

Menurut  Brigham  dan  Houston  (2001:90),  “Rasio  laba  bersih terhadap  total  aktiva  mengukur  pengembalian  atas  total  aktiva (ROA) setelah bunga dan pajak”. Menurut  Horne  dan  Wachowicz  (2005:235),  “ROA  mengukur efektivitas keseluruhan dalam menghasilkan laba melalui aktiva yang tersedia;  daya  untuk  menghasilkan  laba  dari  modal  yang diinvestasikan”.  Horne  dan  Wachowicz  menghitung  ROA  dengan menggunakan  rumus  laba  bersih  setelah  pajak  dibagi  dengan  total aktiva.

Bambang Riyanto (2001:336) menyebut istilah ROA dengan  Net Earning  Power  Ratio  (Rate  of  Return  on  Investment  /  ROI)  yaitu kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk  menghasilkan  keuntungan  neto. Keuntungan  neto  yang  beliau maksud adalah keuntungan neto sesudah pajak. Dari uraian  di  atas  dapat  disimpulkan  bahwa  ROA  atau  ROI dalam penelitian ini adalah  mengukur perbandingan antara laba bersih setelah dikurangi beban bunga dan pajak (Earning After Taxes  / EAT) yang  dihasilkan  dari  kegiatan  pokok  perusahaan  dengan  total  aktiva (assets)  yang  dimiliki  perusahaan  untuk  melakukan  aktivitas perusahaan secara keseluruhan dan dinyatakan dalam persentase.

Perhitungan Return on Assets

Menurut   Brigham   dan   Houston  (2001),  pengembalian   atas  total  aktiva    (ROA)    dihitung    dengan  cara  membandingkan    laba bersih    yang  tersedia  untuk pemegang  saham  biasa  dengan  total aktiva.

return-on-assets

Semakin besar nilai ROA, menunjukkan kinerja perusahaan yang semakin  baik  pula,  karena  tingkat  pengembalian  investasi  semakin besar. “Nilai ini mencerminkan pengembalian perusahaan dari seluruh aktiva  (atau  pendanaan)  yang  diberikan  pada  perusahaan”  (Wild,Subramanyam, dan Halsey, 2005:65).

Kelebihan dan Kelemahan Return on Assets

  • Kelebihan ROA diantaranya sebagai berikut:
  1. ROA mudah dihitung dan dipahami.
  2. Merupakan alat  pengukur  prestasi  manajemen  yang  sensitive terhadap setiap pengaruh keadaan keuangan perusahaan.
  3. Manajemen menitikberatkan perhatiannya pada perolehan laba yang maksimal.
  4. Sebagai tolok  ukur  prestasi  manajemen  dalam  memanfaatkan assets yang dimiliki perusahaan untuk memperoleh laba.
  5. Mendorong tercapainya tujuan perusahaan.
  6. Sebagai alat mengevaluasi atas penerapan kebijakan-kebijakan manajemen.
  • Di samping  beberapa  kelebihan  ROA  di  atas,  ROA  juga mempunyai kelemahan  di antaranya:
  1. Kurang mendorong  manajemen  untuk  menambah  assetsapabila nilai ROA yang diharapkan ternyata terlalu tinggi.
  2. Manajemen cenderung fokus pada tujuan jangka pendek bukan pada tujuan  jangka  panjang,  sehingga  cenderung  mengambil keputusan  jangka  pendek  yang  lebih  menguntungkan  tetapi berakibat negatif dalam jangka panjangnya.
  3. Faktor yang Mempengaruhi Return on Assets

Profitabilitas  adalah  rasio  yang  mengukur  kemampuan  perusahaan menghasilkan  laba.  Return  on  Assets  (ROA)  termasuk  salah  satu  rasio profitabilitas. Menurut kutipan dari Brigham dan Houston (2001:89), rasio profitabilitas  (profitability  ratio)  menunjukkan  pengaruh  gabungan  dari likuiditas, manajemen aktiva, dan utang terhadap hasil operasi.

Advertisements