Tags

Saham

Stock market data with uptrend vector. 3d render.

Pengertian Saham

Suad Husnan (2004:27) mendefinisikan sekuritas sebagai secarik kertas yang menunjukkan hak pemilik kertas tersebut untuk memperoleh bagian dari prospek atau kekayaan perusahaan yang menerbitkan sekurirtas tersebut dan berbagai kondisi untuk melaksanakan hak tersebut. Surat berharga dalam bentuk saham lebih disukai dari obligasi dan surat berharga lainnnya yang diperdagangkan di pasar modal Indonesia. Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan.

Arthur J. Keown (2001:235) mendefinisikan saham adalah:

Stocks is a certificate that indicates ownership in a corporation”

Jadi dapat disimpulkan bahwa saham adalah kertas yang dijadikan bukti kepemilikan perusahaan atau penyertaan modal yang diterbitkan oleh Perusahaan yang meiliki manfaat berupa deviden, capital gain, dan manfaat non-finansial.

Harga Saham

1. Pengertian Harga Saham

Setelah mengetahui pengertian saham dari beberapa para ahli maka selanjutnya adalah penjelasan mengenai pengertian dari harga saham. Berikut adalah pengertian harga saham dari beberapa ahli ilmu ekonomi :

Menurut Jogiyanto (2003:88):

“Harga saham merupakan harga saham yang terjadi dipasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar. Nilai pasar ini ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar bursa”

Pengertian harga saham menurut Widiatmodjo (2000:45):

“Harga saham merupakan harga atau nilai uang yang bersedia dikeluarkan untuk memperoleh atas suatu saham.”

Jadi dapat disimpulkan bahwa harga saham adalah harga yang terbentuk dari kesepakatan penjual dan pembeli saham atau harga yang terbentuk dari kekuatan permintaan dan penawaran saham yang terjadi di pasar bursa pada saat tertentu.

2. Analisis Harga Saham

Pada dasarnya terdapat kegiatan investasi yang mengacu pada masa depan dalam memperhitungkan return on equity, yakni modal yang diinvestasikan didalam perusahaan. Masa depan adalah sesuatu yang tidak dapat dipastikan dan ketidakpastian, mengandung risiko dalam berbagai tingkatan tertentu. Namun masa depan juga menjanjikan sesuatu yang lebih baik dari masa sekarang, atas dasar itulah banyak orang yang melakukan investasi, salah satunya dalam bentuk saham. Untuk menentukan harga saham ada dua pendekatan, yaitu :

  1. Pendekatan fundamental

Pendekatan ini didasari pada informasi – informasi yang diterbitkan oleh perusahaan maupun administrator bursa efek. Analisis ini diawali dengan siklus usaha perusahaan yang secara umum, lalu dilanjutkan ke sektor industri, dan akhirnya pengevaluasian terhadap kinerja perusahaan dan saham yang diterbitkan. Formula yang umum digunakan analisis fundamental dalam menaksir harga saham.

  1. Pendekatan Teknikal

Pendekatan yang berdasarkan atas data (perubahan) harga saham di masa yang lalu untuk memperkirakan harga saham di masa yang akan datang. Analisis ditentukan oleh besarnya permintaan (demand) dan penawaran (supply) pada jangka pendek. Namun bagi mereka yang menggunakan pendekatan ini cenderung tidak memperhitungkan risiko dan pertumbuhan laba sebagai barometer dari permintaan  dan penawaran.

3. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Harga Saham

Faktor – faktor yang mempengaruhi harga saham menurut Weston dan Bringham (2001:26) adalah :

  1. Laba per lembar saham (Earning per Share)

Semakin tinggi profit yang diterima oleh investor akan memberikan tingkat pengembalian investasi yang cukup baik. Hal ini akan menjadi motivasi bagi investor untuk mau melakukan investasi yang lebih besar lagi yang otomatis akan menaikkan harga saham perusahaan.

  1. Tingkat Bunga

Mempengaruhi laba perusahaan, karena bunga adalah biaya, jadi semakin tinggi suku bunga akan menurunkan laba perusahaan. Mempengaruhi persaingan di pasar modal antara saham dengan obligasi, jika suku bunga naik maka investor akan menjual sahamnya dan ditukarkan dengan obligasi, hal ini akan menurunkan harga saham.

  1. Jumlah Kas Dividen yang Diberikan

Peningkatan pembagian dividen dalam jumlah yang besar akan meningkatkan harga saham dan juga meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan.

4.   Jumlah Laba yang Diperoleh Perusahaan

Investor pada umumnya melakukan investasi di perusahaan yang memliki profit cukup baik karena menunjukkan prospek yang cerah dan dapat menarik investor untuk berinvestasi yang nantinya akan mempengaruhi harga saham perusahaan.

  1. Tingkat Resiko dan Pengembalian

Meningkatnya tingkat resiko dan proyeksi laba yang diharapkan perusahaan akan mempengaruhi harga saham perusahaan tersebut. Pada umumnya semakin tinggi tingkat resikonya akan semakin tinggi pula tingkat pengembalian saham yang akan diperoleh.