Tags

,

PENDEKATAN PREDIKTIF

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Akuntansi

Disusun Oleh:

Allan Moechamad Z. K. ( 111040101 )

Anita Mulia Putri ( 111040107 )

Epi Linah ( 111040109 )

Turini ( 111040131 )

 

Akuntansi 4D

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON

A. Hakikat Pendekatan Prediktif

Pendekatan prediktif muncul dari adanya kebutuhan untuk memecahkan masalah yang rumit dalam mengevaluasi metode-metode alternatif dari alternatif-alternatif pengukuran akuntansi. Pendekatan prediktif terhadap formulasi suatu teori akuntansi menggunakan kriteria kemampuan prediktif di mana pemilihan di antara pilihan-pilihan akuntansi yang berbeda akan bergantung pada kemampuan dari metode-metode tertentu untuk memprediksi peristiwa yang menjadi perhatian dari penggunaan.

Kriteria dari kemampuan pediktif mengikuti penekanan yang diberikan pada relevansi sebagai kriteria utama dari pelaporan keuangan. Pelevansi memiliki konotasi sebagai suatu perhatian akan informasi tentang peristiwa-peristiwa di masa datang.

Keunggulan yang nyata dari pendekata prediktif adalah bahwa ia memungkinkan kita untuk mengevaluasi pengukuran-pengukuran akuntansi alternatif secara empiris dan membuat suatu pilihan yang nyata dengan berdasarkan atas suatu kriteria diskriminator.

Kemampuan prediktif adalah juga suatu kriteria purposif yang dapat dengan mudahnya dihubungkan dengan salah satu tujuan dari pengumpulan data akuntansi, fasilitasi pengambilan keputusan. Literatur akuntansi selalu beranggapan bahwa data akuntansi harus memfasilitasi pengambilan keputusan. Setelah “fasilitas pengambilan keputuasn” diperkenalkan, maka muncullah dua masalah. Pertama, sulit untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan semua model-model keputusan yang diterapkan oleh para pengguna informasi akuntansi. Kedua, bahkan jika model keputusan telah terdefinikasikan dengan baik, suatu kriteria untuk pemilihan informasi yang relevan dapat saja hilang.

Terdapat dua aliran yang dapat diidentifikasikan. Satu, aliran berkaitan dengan kemampuan dari data akuntansi untuk menjelaskan dan meramalkan peristiwa-peristiwa ekonomi, aliran yang lainnya berkaitan dengan kemampuan dari data akuntansi untuk menjelaskan dan memprediksikan reaksi pasar terhadap pengungkapan.

B. Prediksi Dari Suatu Peristiwa Ekonomi

Satu tujuan utama dari akuntansi adalah untuk menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memprediksi peristiwa-peristiwa bisnis. Dalam sudut pandang pendekatan prediktif dalam formulasi suatu teori akuntansi, pengukuran-pengukuran akuntansi alternatif hendaknya dievaluasi berdasarkan atas kemampuan mereka untuk meramalkan peristewa-peristiwa ekonomi bisnis. Secara umum, kriteria nilai prediktif adalah suatu hubungan probabilitas antara peristiwa-peristiwa ekonomi yang menjadi perhatian dari pengambilan keputusan dan variabel-variabel pembuat prediksi yang relevan dan sebagian diperoleh dari informasi akuntansi.

B.1 Analisis Time Series

Analisis ringkasan waktu (time-series) adalah suatu pendekatan metodologi struktual di mana ketergantungan statistikal sementara dalam suatu kumpulan data dapat diperiksa. Penelitian analisis time-series terutama menempatkan fokusnya pada:

  1. Sifat-sifat time-series dari laba yang dilaporkan, dan
  2. Isu-isu prediksi dalam analisis time-series.

Sifat-sifat time-series dari laba yang dilaporkan

Pengetahuan tentang sifat-sifat dari laba yang dilaporkan dapat meningkatkan kemampuan prediktif dan nilai umpan balik dari kandungan informasi. Penelitian telah memeriksa kedua perilaku dari laba yang dilaporkan dan model-model yang menggambarkan laba setiap kuartal:

  1. Sehubungan dengan rangkaian, laba tahunan, temuan-temuan menyajikan proses rata-rata bergerak, suatu submartingale, atau sutu dari dua proses: martingale atau rata-rata bergerak regresif. Jenis penelitian ini akan lebih berguna dan lebih menarik bagi pengambil keputusan jika ia diterapkan untuk menentukan dampak dari perubahan kebijakan akuntansi pada model-model probabilistic dari perilaku laba.
  2. Sehubungan dengan rangkaian laba triwulanan, temuan-temuan yang ada sepertinya menunjukkan bahwa proses laba triwulanan tidaklah sepenuhnya memiliki sifat yang acak. Ia tampaknya mengikuti suatu proses autoregresif yang ditandai oleh kemampuan komponen musiman dan triwulanan-ke-triwulanan.

Memprediksi laba akuntansi di masa depan

Jumlah laba yang dilaporkan adalah suatu angka teragregat dua dimensi: satu dimensi adalah temporer, dan satu dimensi adalah komposisional. Penelitian yang didasarkan pada time-series akuntansi telah memperhitungkan kemampuan prediktif dari laba tahunan yang lalu, laba triwulanan yang lalu, dan komponen-komponen laba:

  1. Sehubungan dengan penggunaan laba tahunan yang lalu untuk meramalkan laba di masa depan, studi-stidi menunjukkan bahwa proses-proses autoregresif (atau rata-rata bergerak) yang rumit, yang telah dikembangkan dengan menggunakan prosedur-prosedur Box dan Jenkins.
  2. Sehubungan dengan penggunaan laba triwulanan yang lalu untuk meramalkan laba di masa depan, studi-studi menunjukkan adanya suatu kemampuan prediktif yang lebih baik dari model-model laba triwulanan jika dibandingkan dengan model-model tahunan dan model-model “teridentifikasi secara individual” dari Box dan Jankins yang lebih komprehensif.
  3. Sehubungan dengan digunakannya komponen-komponen laba untuk memprediksi di masa depan, bukti-bukti yang ada mendukung kemampuan peramalan yang lebih baik dari data penjualan dan laba yang terpilah-pilah, namun hal ini tidak ditunjukkan bagi model-model yang berdasarkan pada komponen-komponen seperti beban bunga, beban penyusutan, dan laba operasi sebelum depresiasi.

B.2 Prediksi Kesulitan

Aplikasi-aplikasi yang paling relevan dari pendekatan prediktif adalah usaha-usaha untuk mencari karakteristik-karakteristik yang telah divalidasi secara empiris yang membedakan perusahaan-perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan dengan yang tidak. Baik model univariate maupun multivariate telah digunakan untuk membantu seorang auditor menentukan kapan suatu perusahaan mendekati pailit.

Hasil yang paling patut dicatat adalah kemampuan prediktif yang unggul dari rasio arus kas dibandingkan total utang, diikuti oleh laba bersih dibandingkan aktiva total. Estimasi fungsi diskriminan dari Altman adalah:

Z = 0,12X1 + 0,14X2 + 0,33X3 + 0,006X4 + 0,999X5

X1 = jaringan modal/total aktiva

X2 = laba ditahan/total aktiva

X3 = laba sebelum beban bunga dan pajak/total aktiva

X4 = nilai pasar dari ekuitas/nilai buku dari total kewajiban

X5 = penjualan/total aktiva

Empat faktor dasar probabilitas kebangkrutan ukuran dari perusahaan, ukuran struktur keuangan perusahaan, ukuran kinerja, dan ukuran likuiditas lancar. Sembilan rasio keuangan di bawah ini dipilih sebagai variabel-variabel independent untuk merepresentasikan keempat faktor di atas:

  1. SIZE : total aktiva/indeks tingkat harga produk nasional bruto (PNB)
  2. TLTA : total kewajiban/total aktiva
  3. WCTA            : modal kerja/ total aktiva
  4. CLCA             : kewajiban lancar/ total aktiva
  5. OENEG    : satu jika total kewajiban melebihi total aktiva, selain itu nol
  6. NITA              : laba bersih/ total aktiva
  7. FUTL              : pendanaan yang diberikan oleh operasi/ total kewajiba
  8. INTWO     : satu jika laba bersih adalah negatif selama dua tahaun terakhir,   selain itu nol
  9. CHIN             : (NIt – NIt-1/І NIt І + І NIt-1 І), di mana NI adalah laba bersih untuk tahun yang paling akhir. Denominatornya adalah indicator tingkatan dan CHIN adalah suatu ukuran perubahan dalam laba bersih.

Ada tiga model yang disajikan:

1. Model 1 memprediksikan kebangkrutan dalam satu tahun

Model 1 : -1,32 – 0,407 SIZE + 6,03 TLTA – 1,43 WCTA +0,0757 CLCA – 2,37 NITA – 1,83 FUTL + 0,285 INTWO + 1,72 OENEG – 5,21 CHIN

2. Model 2 memprediksikan kebangkrutan dalam waktu dua tahun jika perusahaan tidak mengalami kegagalan dalam tahun pertam

Model 2 : -1,84 – 0,519 SIZE + 4,76 TLTA + 1,71 WCTA + 0,297 CLCA – 2,74 NITA – 2,18 FUTL + 0,780 INTWO – 1,98 OENEG – 0,4218 CHIN

3. Model 3 memprediksikan kebangkrutan antara satu atau dua tahun

Model 3 : -1,13 – 0,478 SIZE + 5,29 TLTA – 0,990 WCTA + 0,062 CLCA – 4,62 NITA – 2,25 FUTL + 0,521 INTWO – 1,91 OENEG – 0,212 CHIN

Keterbatasan utama dari penelitian dan prediksi kesulitan muncul dari tidak adanya suatu teori ekonomi yang jelas tentang kesulitan ekonomi. Meskipun tidak terdapat suatu teori ekonomi tentang kesulitan, model-model yang berbasis analisis diskriminan dapat sangat bermanfaat bagi beragam konteks-konteks keputusan praktis.

Berbagai keterbatasan dikaitkan dengan penelitian mengenai prediksi kesulitan perusahaan. Keterbatasan yang pertama muncul dari tidak adanya suatu teori ekonomi umum tentang kesulitan keuangan yang apat digunakan untuk menentukan variabel-variabel yang akan dimasukkan ke dalam model.

Keterbatasan yang kedua berhubungan dengan definisi yang berbeda dari peristiwa yang menjadi perhatian. Hasil dari kemampuan memprediksi yang lebih unggul dari beberapa rasio akuntansi tidak dapat digeneralisasi untuk mengizinkan diformulasikannya suatu teori akuntansi yang dilandaskan pada pembuat-pembuat prediksi yang konsisten dari kesulitan perusahaan.

B.3 Prediksi Premi Obligasi dan Peringkat Obligasi

Empat faktor di bawah ini diasumsikan menciptakan rasio obligasi dan oleh sebab itu akan mempengaruhi imbal balik dari obligasi saat jatuh tempo:

  1. Resiko kegagalan (tidak sanggup membayar)
  2. Resiko pemasaran
  3. Resiko daya beli
  4. Resiko tingkat suku bunga

Fisher menguji kemampuan dai model empat faktor dalam menjelaskan perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam resiko premi dari obligasi perusahaan industri. Empat variabel berikut ini diperhitungkan di dalam model:

  1. Variabel laba
  2. Solvensi atau kemampuan dalam memenuhi kewajiban
  3. Struktur modal
  4. Total nilai daari nilai pasar obligasi perusahaan

Peringkat obligasi yang dikeluarkan oleh tiga badan pemeringkat di Amerika Serikat adalah penilaian mengenai kualitas investasi dari kewajiban jangka panjang masing-masing peringkat adalah agregasi dari kemungkinan kegagalan (default).

Ada beberapa masalah yang belum terpecahkan mungkin akan membatasi kegunaannya, antara lain:

  1. Dengan satu pengecualian, model-model ini tidak memiliki pernyataan yang eksplisit dan dapat diuji tentang apa yang ditunjukkan oleh peringkat obligasi dan tidak adanya satu dasar pemikiran ekonomi di belakang variabel-variabel yang diperhitungkan.
  2. Tidak satu pun dari model-model yang memperhitungkan kemungkinan perbedaan-perbedaan pada perlakuan akuntansi yang digunakan oleh masing-masing perusahaan
  3. Berbagai studi dari model-model regresi memerlukan variabel terikat sama seperti jika mereka berada pada suatu skala interval.
  4. Dengan satu pengecualian, seluruh studi tidak dapat membedakan kemampuan prediktif ex-ante dengan diskriminasi ex-post. Prediksi ex-ante berarti menggunakan model diskriminan yang dikembangkan berdasarkan atas basis A2, dari dimensi waktu t1, pada satu sampel dari dimensi waktu t + 1.

Berbagai model peringkat obligasi terbaru menunjukkan arti penting dari ukuran-ukuran yang didasarkan atas laba sekaligus ukuran-ukuran lain dari kemampuan keuangan di dalam penjelasan dan prediksi peringkat-peringkat obligasi.

Ada enam fungsi diskriminan yang diusulkan untuk menjelaskan atau meramalkan peringkat obligasi, termasuk untuk peringkat AAA si bawah ini:

Z = -31,6004 + 0,000737×1 + 0,000119×2 + 0,44234×3 + 0,62823×4 + 7,26898×5 + 0,68425×6 + 0,06102×7 + 0,01802×8 + 10,26302×9

Untuk peringkat AA:

Z = -26,0425 + 0,000431×1 – 0,000174×2 + 0,49299×3 + 0,67906×4 + 6,80279×5 + 0,54641×6 + 0,06600×7 + 0,01687×8 + 9,7664×9

Untuk peringkat A:

Z = -26,1304 + 0,00269×1 – 0,000149×2 + 0,58069×3 + 0,60516×4 + 7,83642×5 + 0,4885×6 + 0,06777×7 + 0,00809×8 + 8,18782×9

Untuk peringkat BBB:

Z = -29,3824 + 0,000250×1 – 0,000233×2 + 0,71530×3 + 0,79864×4 + 8,5763×5 + 0,50766×6 + 0,0711×7 + 0,00235×8 + 4,27079×9

Untuk peringkat BB:

Z = -31,3397 + 0,000265×1 – 0,000295×2 + 0,76589×3 + 0,80544×4 + 9,15411×5 + 0,48010×6 + 0,059592×7 + 0,00705×8 + 1,69732×9

Untuk peringkan B:

Z = -34,8229 + 0,000242×1 -0,000357×2 + 0,85499×3 +0,84459×4 + 9,24043×5 + 0,49208×6 + 0,06970×7 + 0,00099×8 – 1,73660×9

X1 : total aktiva

X2 : total utang

X3 : utang jangka panjang/total modal yang diinvestasikan

X4 : utang jangja pendek/ total modal yang diinvestasikan

X5 : aktiva lancar/kewajiban lancar

X6 : rasio cakupan pembebanan tetap

X7 : rasio kas lima tahun yang dibagi dengan jumlah lima tahun dari pengeluaran modal,   perubahan persediaan selama lima tahun terakhir, dan dividen saham biasa

X8 : harga saham/ekuitas biasa per saham

X9 : subordinasi (variabel dummy 0-1), 1 jika obligasi yang dinilai disubordinasikan

Fungsi diskriminan pada data baru adalah untuk setiap perusahaan yang perlu  ke dalam kategori peringkat obligasi, hitunglah nilai klasifikasi untuk setiap kategori peringkat dari koefisien fungsi diskriminan (mengalikan data dengan koefisien-koefisiennya dan menambahkan syarat konstan).

B.4 Perilaku Restrukturisasi Perusahaan

Studi dari Marris tentang kapitalisme manajeral menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang diakuisisi adalah perusahaan yang dinilai rendah oleh pasar. Tingkat aktivitas pengambilalihan adalah bervariasi sehubungan dengan tingkat penilaian saham yang dinilai rendah oleh pasar. Parameter-parameter yang mengukur hubungan antara harga pasar dari saham dan faktor-faktor yang relevan hendaknya cukup konstan.

Chambers menguji tentang penilaian yang terlalu rendah dari aktiva bersih dilihat sebagai faktor kunci untuk memprediksi pengambilalihan. Temuan tersebut ditentang oleh Taussig dan Hayes dengan didasarkan pada tidak adanya kelompok kendali dalam studi oleh Chambers. Mereka menolah hipotesis mengenai adanya suatu hubungan yang signifikan secara statistik antara nilai-nilai aktiva yang dinilai terlalu rendah dan kemyngkinan terjadinya pengambilan. Kedua studi diatas adalah univariate, dan hanya memperhitungkan penggabungan secara sukarela. Keterbatasan yang pertama sehubungan dengan sifat univariate dari analisis ini diperbaik oleh Vance. Keterbatasaan yang kedua dikoreksi untuk pertama kalinya oleh berbagai studi yang beranggapan perusahaan-perusahaan diakuisisi melalui penggabungan dengan sukarela

Pada kenyataannya, restrukturisasi perusahaan secara internasional juga meliputi penggabungan, konsolidasi, divestasi, transaksi bursa, pembelian dengan menggunakan pinjaman (leverage buyouts-LBO) dan pemecahan (spinoff), yang ditunjukkan untuk memaksimalkan nilai pasar dari ekuitas yang dipegang oleh pemegang saham yang ada, atau memaksimalkan kesejahteraan dari manajemen yang ada.

Perusahaan yang mengakuisisi diuji dengan menggunakan suatu ukuran probabilitas yang terstandarisasi, yang dikenal sebagai “profitabilitas dari amalgamasi (yang telah distandarisasi untuk industri dan tahun tersebut) dikurangi rata-rata profitabilitas prapenggabungan dari amalgamasi selama tiga tahun (sama-sama distandarisasikan).

Paul Barnes mengestimasikan fungsi diskriminan berikut ini:

Z = -1,91218 – 1,61605×1 + 4,99448×2 +1,11363×3 – 0,70484×4 – 0,11345×5

Di mana:

x1 : aktiva cepat/kewajiban lancar

x2 : aktiva lancar/kewajiban lancar

x3 : margin laba sebelum pajak

x4 : margin laba bersih

x5 : pengambilan ekuitas pemegang saham

B.5 Keputusan-Keputusan Kredit Dalam Pinjaman Bank

Dari sudut pandang pendekatan prediktif, penelitian yang dilakukan terdiri atas pembuatan replika atau memprediksikan evaluasi atau perubahan kredit yang terjadi dengan didasarkan pada akuntansi dan informasi keuangan lainnya.

Keputusan pinjaman bank juga telah menjadi bagian dari subjek penelitian empiris dan prediktif. Terdapat tiga area penelitian yang dapat diidentifikasi. Area yang pertama berhubungan dengan usaha-usaha untuk mensimulasikan aspek-aspek dari investasi bank dan proses peminjaman. Keputusan investasi ini menjadi subjek dari simulasi analisis. Hasil menunjukkan bahwa informasi keuangan memainkan peran yang besar dalam keputusan.Area yang kedua berhubungan dengan prediksi dari klasifikasi pinjaman. Dengan sedikit keberhasilan.

Area yang ketiga berhubungan dengan estimasi dan prediksi dari kesulitan keuangan bank komersial. Studi-studi telah menguji kelayakan dari prediksi kesulitan keuangan bank dengan didasarkan pada data akuntansi. Sinkey telah dapat memprediksi sebagian besar kegagalan-kegagalan dengan didasarkan pada suatu model yang meliputi dua variabel yaitu beban operasi terhadap laba operasi dan investasi terhadap aktivapenyaringan akuntansi ternyata memberikan waktu awal yang berharga yang dapat digunakan oleh penyelenggara untuk melaksanakan tanggung jawab mereka dengan lebih efektif.

B.6 Peramalan Informasi Laporan Keuangan

Peramalan laba menjadi semakin popular dan penting bagi suatu pasasr modal untuk dapat berfungsi sacara efisien. Peramalan-peramalan ini diasumsikan memiliki kegunaan khusus bagi para pengguna informasi akuntansi. Peramalan laba dapat diberikan oleh analisis, manajemen, atau model model statistic. Revalansi dari peramalan-peramalan ini sebagian besar bergantung pada kewajaran akurasi mereka, investor pada khususnya dan pasar modal pada umumnya tidak akan memiliki keyakinan pada peramalan laba yang tidak akura, dan akhirnya tidak akan menggunakannya. Satu pernyataan penting kemudian akan mengarah kepada keakuranta prediktif dari setiap jenis peramalan.

Penelitian temporer memberikan cukup banyak bukti bahwa analisis sepertinya tampak terlambat bereaksi terhadap pengendalian dan laba sebelumnya. Penjelasan dari fenomena ini meliputi :

  1. usaha positif dari laba permanen yang dominan tahun lalu
  2. dampak positif dari cakrawalan peramalan
  3. dampak positif berupa ukuran perusahaan, sampai sejauh mana analisis yag lain dengan mengikuti perusahaan yang sama telah secara berturut-turut mengkorelasikan kes;ahan-kesalahn peramalan, dan smpai sejauh mana kesalahan-kesalahan peramalan acak secara musiman bagi perusahaan telah dikorelasi secara berurutan
  4. dampak negative dari pengalaman analisis

C. Prediksi Reaksi Pasar : Penelitian Berbasis Pasar Dalam Akuntansi

C.1 Pasar modal dan akuntansi eksternal

Menurut satu interpretasi dari pendekatan prediktif, pengamatan atas reaksi pasar

modal dapat digunakan sebagai satu panduan dalam mengevaluasi dan melaukan pilihan diantara beberapa ukuran-ukuran akuntansi. Dengan kata lain, pendekatan prediktif mendukung penggunaan angka-angka akuntansi yang memiliki keterkaitan tertinggi dengan harga-harga pasar. Ia meminta adanya suatu evaluasi mengenai kegunaan dari angka-angka akuntansi yang diserahkan pada transaksi-transaksi pasar modsl yang dipandang sebagai suatu agregat.

Peran dari pasar surat berharga adalah untuk menyediakan suatu pasar pertukaran yang teratur dimana para investor dapat saling bertukar klaim untuk konsumsi saat ini dan masa dating secara terus-menerus. Sedangkan peran dari informasi sendiri memilki dua arti :

  1. untuk membantu menerapkan seperangkat harga-haragsurat berharga, sehingga terdapat satu alokasi yang optimal dari surat berharga diantara para investor
  2. untuk membantu masing-masing investor, yang menghadapi sekumpulan harga tertentu dalam pemilihan satu portofolio surat berharga yang optimal.

C.2 Model pasar yang efisien

Sebuah pasar yang efisien secara sempurna adalah berada dalam kondisi ekuilibrium secara kontinu, sehingga nialai-nilai intrisik dari surat berharga bergetar secara acak dan harga pasar adalah selalu sama dengan nilai-nilai intrinsic yang menjadi dasar disetiap waktu.

Efisiensi pasar tidak memiliki artian bahwa harga surat berharga seharusnya adalah mulus dan bukannya acak, seperti yang dinyatakan oleh black. Sebuah pasar yang sempurna untuk saham adalah pasar dimana tidak ada keuntungan yang dapat dibuat oleh ornag yang tidak memiliki informasi kkhusus tentang suatu perusahaan, dan bagi orang yang memang memilikiinformasi khusus pun masih  sulit untuk memebuat keutungan, karena harga melakukan penyesuaian dengan sangat cepat begitu informasi tersedia.

C.3. Hipotesis pasar yang efisien

Dalam menyatakan perangkat informasi ( φ ) dalam tiga cara berbeda, farma membedakan adanya tiga tingkatan efisiensi pasar: bentuk lemah, semikuat, dan kuat.

Bentuk Lemah dari hipotesis pasar yang efisien

Bentuk lemah dari hipotesis pasar yang efisien menyatakan bahwa ekspektasi pengembalian (harga) ekuilibrium “mencerminkan sepenuhnya” urutan dati pengembalian (harga) masa lalu. Dengankata lain, harga hiptesis dan data volume untuk surat berharga tidak memuat informasi yang mungkin dapat digunakan untuk memperoleh keuntungan yang lebih tinggi dari yang menggunakan strategi “beli-dan –tahan” yang sederhana. Bentuk yang lemah dari hiotesis ini dimulai dengan teori bahwa perubahan –perubahan harga akan mengikuti suatu “perjalanan acak” sejati (dengan ekspektasi nilai yang diharapkan sebesar nol). Kumpulan pemikiran ini ditentang oleh “analis teknis” atau “para pembuat bagan” (chartist), yang yakni bahwa aturan-aturan mereka, berdasarkan informasi masa lalu, dapat memberikan keuntungan yang lebih besar dari biasanya. Aturan-aturan penyaringan, korelasi serial dan pelaksanaan ujian telah menguji hipotesis pasar efisien yang lemah ini. Hasilnya ternyata telah mendukung hipotesis, terutama untuk pengembalian yang lebih lama dari sehari.

Analisis teknis adalah suatu ilmu pencatatan, yang biasanya dalam bentuk grafik, sejarah actual dari perdagangan (peruahan harga, volume menurut transakasi,dll) dari suatu saham tertentu atau “rata-rata” dan kemudian menarik kesimpulan dari sejarah yang digambarkan tersebut, tren masa depan yang mungkinakan terjadi.

Dalam pencarian sifat yang beraturan seringkali pada pola-pola geometrisseperti misalnya double bottoms, head and shoulders dan support and resistance levels yang diasumsikan akan bermanfaat dalam meramalkan pergerakan-pergerakan harga di masa depan. Kebanyakan peneliti menganggap analisis teknis sebagai seekor “kambing hitam” dan sebagai anlisis yang menggunakan “voodoo”. Namun ia tetap masih berada di pasar dan mendapatkan perhatian yang semakain besar dan komunitas akademis.

Bentuk semikuat dari hipotesis pasar yang efisien

Bentuk semikuat dari hiotesis pasar yang efisien menyatakan bahwa ekspektasi pengambilan (harga) ekuilibrium “mencerminkan sepenuhnya” seluruh informasi yang tersedia bsgi public. Dengan kata lain, tidak ada aturan perdagangan yang didasarkan pada informasi yang tersedia boleh di pergunakan untuk mendapatkan suatu kelebihan pengmbalian. Bentuk semikuat hiotesis ini relevan terhadap akuntansikarena informasi yang tersedia bagi public meliputi pula laporan-laporan keuangan. Ujian-ujian dari hipotesis semikuat memberikan perhatian pada kecepatan dari penyesuaian harga terhadap jenis-jenis peristiwa tertentu beberapa peristiwa yang telah di amati adalah pemecahan saham ( stock split), pengumuman laba tahunan, penawaran skunder dari saham biasa dalam jumlah besar, penerbitan saham-saham baru,pengumuman perubahan dalam tinggkat diskonto dan dividen-dividen saham.

Hasilnya kembali lagi mendukung hipotesis pasar yang efisien sampai sejauh ini karena harga-harga menyesuaikan dengan cepat setelah pengumuman informasi yang pertama kalinya kepada public. Rincian peristiwa yang diamati tidaklah terlalu mendalam dan di perkenankan untuk melakukan penelitian empiris lebih lanjut untuk membuktikan hipotesis ini, yang merupakan hal yang sangat penting dalam akuntansi.

Bentuk kuat dari hipotesis pasar yang efisien

Bentuk kuat dari hipotesis pasar yang efisien menyatakan bahwa ekspektasi pengembalian (harga) ekuilibrium “mencerminkan sepenuhnya” seluruh informasi yang ada (dan buakan hanya informasi yang tersedia bagi public). Dengan kata lain, tidak ada aturan-aturan perdagangan yang di dasarkan pada informasi apa pun, termasuk informasi orang lain dalam, dapat di pergunakan untuk mendapatkan kelebihan pengembalian.

Bukti dari bentuk kuat hipotesis pasar yang efisien ini tidaklah konklusif. Meskipun Jansen telah dapat menunjukan bahwa reksa dana tidak menunjukan kinerja yang lebih unggul secara konsisten setelah selang beberapa waktu (dengan melihat anggapan adanya akses ke informasi khusus). Niederhoffer dan Osborne berpendapat  bahwa pengembalian-pengembalian yang lebih unggul adalah mungkin untuk terjadi (dengan melihar akses-akses ke buku-buku spesiais).

C.4 Model penetapan harga aktiva modal

Hipotesis pasar yang efisien meminta digunakannya “ekspektasi pengembalian” dan berasumsi bahwa surat berharga dihargai dengan dengan tepat. Dibutuhkan adanya suatu teori untuk menjelaskan hubungan antara ekspektasi pengembalian dan harga dari masing-masing saham yang dipertanyakan. Salah satu teori tesebut adalah model pentapan harga aktiva.

C.5 Teori penetapan harga arbitrase (APT)

Teori penetapan harga arbitrase (arbitrage pricing theory) berasumsi bahwa pengembalian surat berharga berhubungan dengan factor-faktor yang tidak di ketahui dalam julah yang tidak diketahui. Teori ini telah bersifat umum daripada CAPM di mana ia memungkinkan adanya factor-faktor multirisiko.

Jadi, ekspektasi pengembalian surat berharga adalah berhubungan secara linear dengan keamanan dari faktor-faktor pervasive, dengan titik tangkap bersama yang sama dengan tingkat bunga tanpa risiko. Ada beberapa pendekatan yang digunakan untuk mengidentifikasi factor-faktor ini. Satu pendekatan bergantung pada makroekonomi dan variable-variabel pasar keuangan yang diasumsikan meliputi risiko-risiko sistematis dari ekonomi. Pendekatan yang kedua bergantung pada karakteristik-karakteristik perusahaan yang kemungkinan dapat menjelaskan perbedaan sensitivitas terhadap risiko-risiko sistematis sebelum membuat protofolio-protofolio dari saham-saham dengan karakteristik tersebut. Erbagai studi telah mencoba untuk mengidentifikasikan factor-faktor tadi. Chen, Roll, dan Ross mengidentifikasi  empat factor dibawah ini :

  1. Tingkat pertumbuhan dalam produksi industry
  2. Tingkat inflasi (baik diharapkan maupun tidak diharapkan)
  3. Rentang antara tingkat bunga jangka panjang dan jangka pendek
  4. Rentang antara organisasi-organisasi bernilai tinggi dan bernilai rendah.

Sebagai tambahan bagi ketiga factor terakhir. Berry, Brumeister dan Mcelroy mengidentifikasika dua factor entang tingkat pertumbuhan dari agregat penjualan dalam ekonomi dan tingakat pengembalian dari standard dan Poor’s (S&P) 500. Terakhir Salomon bersaudara menggunakan lima factor berikut ini di dalam model factor fundamental mereka :

  1. Tingkat inflasi
  2. Tingkat pertumbuhan dari produk nasional bruto
  3. Tingkat suku bunga
  4. Tingkat perubahan harga minyak
  5. Tingkat pertumbuhan dari pengeluaran untuk pertahanan.

Suatu bukti empiris yang ekstentif dan didasarkan pada pendekatan kedua, menunjukan bahwa perbedaan yang terjadi di antara saham-saham dalam karakteristik-karakteristik yang dapat diamati adalah secara sistematis dengan perbedaan-perbedaan yang terjadi di dalam pengembalian rata-rata di masa mendatang.

C.6 Teori ekuilibrium tentang penetapan harga opsi

Opsi memberikan hak kepada satu pihak untuk membeli (opsi beli (call option) atau opsi jual (put option)) saham dalam jumlah tertentu dari perusahaan tertentu dari writer opsi pada harga tertentu kapan saja sampai dengan sampai dengan waktu yang telah di tentukan.

C.7 Model pasar

Model penetapan harga aktiva modal tidak memberikan suatu ujian yang mudah bagi hipotesis pasar yang efisien. Sebagai gantinya model pasar dari Markovitz dan Sharpe digunakan untuk tujuan ini. Model ini mendefinisikan proses stokastik dalam menghasilkan harga surat berharga sebagai :

Rit = ait + βit + Rit + Uit

Dimana :

E(Mit) = 0,

Ơ(Rmt Mit) = 0,

Ơ(Mmt Mit-) =0,

Rit        = pengembalian surat berharga I dalam peroide t

αi, βi    = titik potong dalam kemiringan dari hubungan linear antara Rit dan Rmt

Rit          = factor pasar dalam periode t

Mit         = bagian stastiktik dari komponen individualistis Rit

Model pasar menyataan bahwa pengembalian dari masing-masing surat berharga memiliki hubungan secara linear dengan pengembalian pasar. Lebih spesifik lagi, model ini menyatakan bahwa total pengembalian Rit dapat dibagi menjadi sebuah komponen sistematis BiRmt yang menggambarkan tingkat pergerakan umum dari pengmbalian surat brharga yang brkaitan dengan rata-rata pengmbalian seluruh surat berharga yang ada di dalam pasar. Metode ini di lanjtkan dengan estimasi beta cakupan lintas bagian yang di kumpulkan untuk  setiap tanggal peristiwa. Metode-metode lain meminta digunakannya keterlibatan regresi perpindahan, model filter Kalman, dan model koefisien acak Bayestian.

Analisis Baystian mengemukakan bahwa tingkat kepercayaan yang saat ini kita pegang terhadap dalil apa pun akan bergantung pada informasi  yang saat ini tersedia bagi kita.

C.8 Estimasi beta

Estimasi dari risiko sistematis atau beta pada intinya dibutuhkan untuk studi-studi yang memeriksa dampak pasar dari informasi akuntansi dan keterkaitan dari beta dengan indicator-indikator yang didasarkan pada akuntansi. Karena adanya potensi masalah kesalahan ekonometrik di dalam estimasi model pasar, beberapa perbaikan yang dibutuhkan telah diusulkan.

C.9 Metodologi studi peristiwa

Efek dari suatu peristiwa ekonomi terhadap nilai dari suatu perusahaan dapat ditentukan oleh analisis peristiwa dengan asumsi bahwa efek dari peristiwa tersebut akan langsung tercermin dalam harga-harga aktiva. Ada tujuh langkah yang harus dilakukan dalam suatu studi peristiwa :

  1. Definisi peristiw Peristiwa dan priode yang menjadi perhatian atau jendela preristiwa perlu untuk diidentifikasi terlebih dahulu. Untuk kebanyakan pengumuman laba yang menggunakan data harian, jendela peristiwa adalah sehari sebelum pengumuman dan sehari setelah pengumuman.
  2. Criteria pemilihan. Perusahaan yang akan dimasukan ke dalam studi harus memenuhi criteria pemilihan terlebih dahulu sebelum diperhitungkan.
  3. Pengembalian-pengembalian yang normaldan abnormal. Pengembalian abnormal diperghitungkan sebagai perbedaan antara pngembalian actual ex-post dari surat berharga dan pengembalian normal perusahaan setelah jendela peristiwa.
  4. Prosedur estimasi. Periode sebelum peristiwa terjadi digunakan sebagai jendela estimasi untuk mengestimasikan parameter-parameter dari modal.
  5. Prosedur pengujian. Dirancangnya hioptesis nol dan teknik-teknik untuk mengumpulkan pengembalian-pengembalian abnormal dari perusahaan.
  6. Hasil-hasil empiris. Hasil-hasil empiris selanjutnya akan disajikan dan dianalisis.
  7. Interpretasi dan kesimpulan. Efek dari peristiwa ekonomi pada nilai dari perusahaan yang diuji akan menjadi subjek dari penjelasan yang menentang.

Kumulatif pengembalian abnormal di definisikan sebagai:

  1. Kegagalan pasar untuk mencerminkan sepenuhnya atribut-atribut dari proses stokastik yang mendasari laba.
  2. Biaya-biaya transaksi
  3. Kecanggihan investor
  4. Pengalaman analis

Multinasionalitas mungkin menjadi penebab utama dari pergeseran pengumuman setelah laba dalam pengembalian-pengembalian abnormal. Adanya pemikiran bahwa adanya pergesaeran ini dapat dihubungkan secara negative dengan tingkat multinasionalitas dapat didukung oleh bermacam-macam temuan termasuk :

  1. Pergeseran memiliki hibungan terbaik dengan ukuran multinasionalitas yang lebih besar adalah cirri-ciri dari perusahaan-perusahaan besar.
  2. Pergeseran merupakan akibat dari kesalahan prespsi laba yang dimiliki oleh para investor yang kurang berpengalaman dan perusahaan-perusahaan multinasional sebagian besar dicari oleh investor-investor yang umumnya telah berpengalaman dan manajer-manajer investasi yang memiliki spesialisasi dalam saham-saham dengan kapitalisasi besar.
  3. Pergeseran memiliki hubungan terbaik degan harga saham dan volume perdagangan tahunan sebagai perwakilan untuk kebaikan dari biaya langsung maupun tidak langsung dari perdagangan dan pertumbuhan kepemilikan institusional di perusahaan-perusahaan multinasional besar.
  4. Temuan-temuan yang konsisten dengan keadaan dari para investor yang berpengaruh pada ekspektasi laba yang lebih efisien dan lebih akurat dari perusahaan-perusahaan multinasional, mengurangi pergeseran yang mungkin terjadi dari pengumuman setelah laba.

C.10 Valuasi laba residu (RIV)

Kembali pada tahun 1938 di dalam sebuah artikel yang di tulis oleh Preinreich, penilaian laba residu bergantung pada adanya suatu hipotesis bahwa harga-harga aktiva mencerminkan nilai sekarang dari seluruh dividen di masa dating (PVED). Proses perubahan dari PVED menuju RIV didasarkan pada dua asumsi :

  1. System akuntansi diasumsikan memuaskan suatu relasi surflus yang bersih.
  2. Sebuah kondisi yang lazim diasumsikan ketika nilai buku dari kuitas mengalami pertumbuhan dengan tingkat yang lebih rendah.

C.11 Model Feltham Ohlson (FO)

Dikembangkan baik oleh Ohlson maupun Feltham model FO menghubungkan nilai pasar suatu perusahaan terhadap data akuntansi dasar dan jenis-jenis informasi lainnya. Model ini bergantung pada angka-angka berikut ini :

  • Vt / Bt = b1 + b2Et / Bt-1 + €
  • Vt / Bt-1 = b1 + b2DM + b3DH + b4Et / Bt-1 + b5DMEt/Bt-1 + b6DHEt / Bt-1 + €
  • Vt / Bt = b1 + b2Bi-1 / Et + €
  • Vt / Bt = b2 + b2DM + b3DH + b4Bt-1 / Et + b5DMBt-1 / Et + b6DHBt-1 /Et + €

Dimana :

Vt            =  harga per lembar saham pada akhir tahun t

Et          = laba per lembar saham dalam tahun t

Bt           = nilai buku per lembar saham pada akhir tahun t

DH        = variable dummy (dalam persamaan (2) nilainya adalah 1 untuk perusahaan dengan rasio laba terhadap nilai buku yang tinggi. Dan sama dengan 0 jika tidak, dan dalam persamaan (4) nilainya adalah 1untuk perusahaan dengan nilai rasio nilai buku terhadap laba yang tinggi dan 0 jika tidak).

DM       = variable dummy ( dalam persamaan (2), nilainya adalah satu untuk perusahaan dengan nilai rasio laba terhadap nilai buku menengah, dan 0 jika tidak, dan dalam persamaan (4),nilainya adalah 1 untuk perusahaan dengan rasio nilai buku terhadap laba yang menengah, dan 0 jika tidak).

Persamaanya :

  1. Menyatakan bahwa nilai dari perusahaan secara sederhana di gambarkan sebagai fungsi linear dari laba.
  2. Menyatakan bahwa niali perusahaan adalah fungsi menurut ukuran dari laba, di asumsikan bahwa nila pasar adalah fungsi cembung yang semakin meningkt dari laba yang di perkirakan bagi suatu nilai adaptasi tertentu.
  3. Menyatakan bahwa nilai perusahaan secara sederhana di gambarkan sebagai fungsi linear dari nilai buku, di asumsikan bahwa nila pasar adalah suatu fungsi cembung yang semakin meningkat dari nilai adaptasi untuk satu ukuran laba yang diperkirakan.
  4. Menunjukan bahwa jika harga saham dan nilai buku memiliki hubungan, maka laba dibagi dengan harga di awal periode (tingkat laba di bagi dengan harga awal periode)memungkinkan kita untuk memberikan enjelasan pada pengembalian.

C.12 Model penilaian neraca tingkat harga

Model-model ini berfokus pada hubungan antara nilai ekuitas dan nilai buku. Secara umum hubungan ini dinyatakan sebagai berikut :

MVE = MVA + MVL + MVC + GW

Dimana :

MVE   = nilai pasar dari ekuitas

MVA   = nilai pasar dari aktiva-aktiva yang dapat di pisahakan selaindari komponen yang hubungan keterkaiatannya sedang di nilai. hubungan keterkaitannya sedang dinilai (kewajiban diasumsikan memiliki nilai negative).

MVC   =  niali pasar dari komponen neraca yang nilai keterkaitannya sedang di nilai.

GW     = goodwill

C.13 Kandungan informasi dari laba

Kandungan informasi dari laba umumnya diuni oleh antara pengembalian surat berharga dan laba yang tidak diperkirakan. Hal ini diperoleh dari signifikannya kelandaian konsisten (b) dan kemampuan penjelasan dari suatu model estimasi lintas seksional selama bebrapa waktu yang dirumuskan sebagai berikut :

CARit = α + bUXit + eit

Dimana :

CARit = pengembalian abnormal kumulatif dari surat berharga i selama periode t

UX it     = laba yang tidak di perkirakan (lebih disukai jika dibuat dalam bentuk skala)

b         = koefisien respon laba (earnings response coefficient_ERC)

UX diukur baik (a) dengan menggunakan suatu model acak sebagai suatu perwakilan untuk ekspektasi laba pasar diawal tahun atau (b) laba yang tida diperkirakan dengan menggunakan model time_series yang lebih canggih.

C.14 Model-model hubungan antara laba dan pengembalian

Terdapat dua hubungan antara laba dan pengemablian yang teah digunakan dalam penelitian. Model yang pertama, model A, mendasrkan hubungan pengembalian dan laba pada suatu model penilaian buku. Model tersebut di peroleh dengan cara sebagai berikut : pertama, harga dan nilai buku sebagai ukuran dari nilai “saham” dari ekuitas pemegang saham.

Investor telah mengandalkan pada model-model time_series untuk membentuk ekspektasi laba masih merupakan suatu hal yang pantas untuk melakukan penlitian tentang  karakteristik-karaktristik ekonomi apakah yang menyebabkan laba menunjukan perilakau yang begitu peristen. Pantas pula untuk melihat ukuran-ukuran peristensi yang diperoleh dari mosel-model time-series alternative yang memberikan keterkaitan terbaik.

Sehubungan dengan banyaknya ragam karakteristik-karakteristik ekonomi yang potensial, dibutuhkan suatu tes yang lebih tegas untuk mengidentifikasi suatu ukuran kompleksitas perusahaan yang dapat mewakiali sebgaian besar variable yang ternayata di ketahui sebagai penentu-penentu potensial dari prristensi laba.

Dalam kaiatannaya dengan model time-series yang dapat memberikan keterkaiatan terbaik di antara pristensi dan strategi diverifikasi, diharapkan sebuah model rata-rata bergerak dan terintegrasi dari autoregresi (autoregressive, integrated, moving average_ARIMA) dengan tingkatan ayang lebih tinggi dapat memberikan keterkaiatan yang jauh lebih tinggi.

C.15 Model-model penilaian perusahaan

Seluruh model penilaian perusahaan mengandalkan diri pada data yang keluar dari neraca ekonomi karna ia membedakan oprasi-oprasi inti, aktiva-aktiva nonoprasional, klaim-klaim modal lain-lain  dan klaim-klaim ekuitas biasa. Pada dasarnya, oprasi inti berhubungan dengan aktiva-aktiva dan kewajiban-kewajiban tersebut yang merupakan hal penting bagi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan uang. Aktiva dan kewajiban lain-lain diberi istilah sebagai aktiva bersih nonoprasional. Klaim-klaim utang yang timbul dari bentuk-bentuk pinjaman yang berbeda-beda akan memasukan utang jangka panjang, aktiva yang dikapasitasi, utang jangka pendek, utang jangka panjang yang akan jatuh tempodalam waktu satu tahun, dan wesel tagih. Klaim-klaim modal lain-lain terdiri atas saham preferen, opsi saham karyawan, warna, dan kepentingan moniritas. Klaim residu dari pemegang saham bisa disebut sebagai klaim ekuitas biasa. Pada dasarnya neraca ekonomi dapat dinyatakan sebagai

CORE+NONOP = DEBT + OCAP + COMEQUITY

Dimana CORE adalah nilai dari opsi utama (core). NONOP adalah nilai dari aktiva bersih nonoprasional (non-operating), DEBT adalah nilai dari klaim-klaim utang (debt), OCAP adalah nilai dari klaim-klaim modal lain-lain (other capital), dan COMEQUITY adalah nilai dari ekuitas biasa (common equity).

Model-model penilaian perusahaan mengandalkan dua jenis arus kas

  1. Arus kas bebas yang dihasilkan oleh aktiva-aktiva inti
  2. Arus kas nonoprasional yang dihasilkan pleh aktiva bersih non oprasional

Arus kas didistribusikan untuk

  1. Klaim-klaim utang
  2. Klaim-klaim modal lain
  3. Klaim-klaim ekuitas biasa

Ada 4 model penilaian perusahaan yang umumya digunakan untuk mengestimasi COMEQUITY dengan mengestimasikan nilai dari pos-pos neraca ekonomi yang lain. Model-model iniadalah

  1. Model arus ke equitas
  2. Model arus ke bebas
  3. Model nilai sekarang yang disesuaikan
  4. Model laba residu

Model-model diatas akan disajikan dibawah ini.

  1. Model diskonto dividen menghitung nilai dari suatu surat berharga dengan nilai sekarang dari arus kas surat berharga yang diharapkan dimasa depan didiskontokan dengan biaya dari equitas biasa pada dasarnya

COMEQUITY = PV (DIVIDEND)

  1. Model arus ke ekuitas menghitung nilai dari suatu surat berharga sebagai nilai sekarang dari arus kas yang tersedia bagi pemegang ekuitas dengan menggunakan biaya dari ekuitas biasa setelah memenuhi baik klaim-klaim utang maupun klaim-kalim modal lain-lain, pada dasarnya

COMEQUITY = PV (arus kas bebas + arus kas nonoprasional – jasa utang –                                arus kas modal lain lain )

  1. Model arus kas bebas menghitung nilai dari suatu surat berharga sebagai nilai sekarang dari arus kas bebas dengan menggunakan rata-rata tertimbang dari banyak modal perusahaan, ditambah nilai wajar dari aktiva bersih nonoprasional, dikurangi nilai wajar dari utang dan klaim modal lain –lain , pada dasarnya

COMEQUITY = PV (arus kas bebas) + arus kas nonoprasional – klaim-klaim utang  –  klaim-klaim modal lain lain

  1. Model nilai sekarang yang disesuaikan menyorot nilai yang diciptakan dengan menggunakan leverage (pinjaman). Ia menghitung nilai dari suatu surat berharga sebagai nilai sekarang dari arus kas bebas dengan biayay modal yang belum dibayar dengan menggunakan pinjaman ( biaya akuitas perusahaan secara hipotesis tidak memiliki leverge) ditambah nilai dari pinjaman yang dijadikan modal (jumlah dimna nilai dari oprasi inti lebih tinggi dari model arus kas bebas karna pengguna tingkat diskonto yang lebih rendah )ditambah dengan niali wajar dari aktiva bersih nonoprasional, dikurangi dengan nilai wajar dari utang dan klaim-klaim modal lain-lain , pada dasarnya

COMEQUITY = PV (arus kas bebas dengan biaya ekuitas yang tidak diperoleh dari pinjaman) + nilai dari leverage + aktiva bersih nonoprasional – klaim-klaim utang – klaim-klaim modal lain-lain

  1. Model laba residu menghitung nilai dari suatu surat berharga sebagai nilai buku saat ini dari ekuitas (BV˳) ditambah nilai sekarang dari laba residu masa depan dengan menggunakan biaya ekuitas (K˳). Dengan kata lain

COMEQUITY = BV˳ + PV (aliran laba residual)

Mengingat laba residu adalah sama dengan laba bersih (net income – NI) dikurangi laba dasar, dimna laba dasar sama dengan biaya ekuitas dikali dengan nilai buku dari ekuitas pada awal periode, maka nilai dari surat berharga tersebut adalah :

Pada tingkat oprasional, model laba residu disajikan sebagai

Dimana :

OPNA = nilai buku dari aktiva inti pada saat tanggal valuasi

NOPAT = laba oprasi bersih setelah pajak

Ke = rata-rata tertimbang biaya modal

OPNAt-l = nilai buku dari oprasi inti pada awal periode

NONOP = nilai wajar dari aktiva bersih nonoprasional

DEBT = nilai wajar dari klaim utang

OCAP = nilai wajar dari klaim modal lain-lain

C.16 Evaluasi atas penilaian berbasis pasar di dalam akuntansi

Dengan menggunakan teori dan bukti yang berhubungan dengan hipotesis pasar yang efesien dan metodologi-metodologi yang terutama disajikan oleh model penetapan harga aktiva modal, teori portofolio dan model pasar pendekatan prediktif dimulai dengan evaluasi atas angka-angka dan teknik-teknik akuntansi dengan didasarkan pada reaksi-reaksi pasar modal. Bukti yang tersedia bagi penelitian berbasis pasar dapat diklasifikasikan kedalam katagori-katagori dibawah ini :

  1. Studi-studi kandungan informasi
  2. Perbedaan dalam teknik-teknik akuntansi yang bebas untuk dipilih
  3. Konsekuensi-konsekuensi dari regulasi
  4. dampak pada disiplin-disiplin ilmu yang terkait

a) Sudi-studi kandungan informasi

Perhatian dalam studi ini adalah pada kontribusi informasi marginal dari tanda-tanda akuntansi pada penentuan prilaku pengambilan surat berharga.

b) Perbedaan dan perubahan`sukarela` dalam teknik akuntansi

Perhatian dalam studi ini adalah pada dampak dari perbedaan dan perubahan investor. Permasalahanya adalah apakah pasar cukup berpengalaman untuk tidak tertipu oleh perbedaan-perbedaan aknutansi atau perubahan akuntansi yang bersifat komestik.

c) Dampak pasar dari regulasi akuntansi

Perhatian dalam studi ini adalah dampak-dampak pasar dari regulasi akuntansi.

d) Dampak pada disiplin-disiplin yang berhubungan

Perhatianya adalah pada kontribusi dari penelitian berbasis pasar di dalam akuntansi pada akuntansi dan berbagai disiplin ilmu yang terkait. Kita akan mengevaluasi penelitian dari sudut implikasi buktinya bagi pelaporan keuangan dan dari segi kecukupan metodologi yang dipergunakan.

a. Implikasi buktinya bagi pelaporan keuangan

Temuan-temuan diidentifikasi di muka bukanlah suatu hal yang sepele. Mereka memiliki implikasi yang penting bagi perencanaan dan pelaporan keuangan perusahaan. Sebagai contoh, copeland menggunakan bukti empiris mengenai dampak dari beragam perubahan akuntansi dalam  pasar modal yang efesien untuk menujukan implikasi-implikasi berikut ini bagi perencanaan dan pelaporan keuangan perusahaan :

  1. Informasi baru yang relevan
  2. Informasi yang paling penting adalah yang memandang ke masa depan
  3. Tidak masalah apakah dampak-dampak arus kas dilaporkan didalam neraca
  4. Pasar bereaksi terhadap dampak arus kas dari keputusan-keputusan manajemen
  5. Securities and exchange commission (SEC) hendaknya melakukan suatu analisis biaya manfaat yang menyeluruh terhadap seluruh perubahan yang diusulkan dalam persyaratan-persyaratan pengungkapan

b. Kecukupan dari metedologi yang dipergunakan

Kebanyakan bukti empiris tentang kandungan informasi dari angka-angka akuntansi keuangan terletak pada perancangan-perancangan penelitian dan asumsi-asumsi metedologis yang sering kali menjadi subjek dari penilaian yang penting

  1. Bukti yang bersifat anomali sehubungan dengan efesiensi pasar
  2. Bias pemilihan sendiri dan variabel-variabel yang dihilangkan
  3. Dampak-dampak yang mengacuhkan
  4. Waktu dari dampak pasar modal
  5. Pilihan dari kelompok pengendali
  6. Keuangan keprilakuan

Kesimpulan

Pendekatan-pendekatasn baru dalam pemformulasian suatu teori akuntansi memiliki perbedaan dari pendekatan-pendekatan tradisional dari segi hal yang baru dari mereka, penerimaan yang kurang umum, dan ketergantungan mereka pada verifikasi , mereka menyajikan metode-metode yang inovatif dan lebih berorientasi empiris dalam memecahkan permasalahan-permasalahan akuntansi. Pengaruh pendekatan-pendekatan ini telah termanifestasikan dalam berbagai literatur akuntansi pada dekade-dekade terak